Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (17/2/2022). Harlah ke-99 NU itu mengusung tema Menyongson | ANTARA FOTO/Vina

Khazanah

25 May 2022, 11:46 WIB

PBNU akan Gelar Konferensi Tokoh Agama Sedunia

PBNU ingin lebih banyak berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia.

JAKARTA — Menyongsong usia 100 tahun Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar konferensi para pemimpin agama dari seluruh dunia yang disebut dengan Religion Twenty atau R20. Kegiatan berskala internasional ini rencananya digelar berdekatan dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, yakni pada November mendatang.

"R20 itu akan digelar berdekatan dengan kegiatan G20 pada November nanti. Itu dalam rangka menyongsong satu abad NU," ujar Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi saat dihubungi Republika, Senin (23/5).

Gus Fahrur, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa NU ingin memberikan kontribusi untuk menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan dan peradaban dunia. Karena itu, menurut dia, dalam kegiatan R2O itu para pemimpin agama dunia akan membicarakan tentang perdamaian dunia.

"Ide besarnya itu tentang perdamaian dunia, terutama yang digagas Gus Yahya sejak lama itu antaragama-agama Samawi ini," ujar pengasuh Pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang ini.

Gus Fahrur mengatakan, era peperangan sudah selesai sejak usainya Perang Dunia II. Karena itu, peperangan atas nama agama harus segera dihentikan. Seharusnya, kata dia, para pemimpin agama bisa berkontribusi menyingkirkan rasa kebencian atas nama agama, berupaya menciptakan perdamaian dunia, saling menghormati, dan saling menghargai.

"Jadi, fokusnya itu tentang peradaban dan perdamaian dunia, bagaimana menghentikan kebencian, menghentikan perang atas nama agama," kata Gus Fahrur.

Dalam menggelar konferensi internasional ini, menurut Gus Fahrur, PBNU juga berharap tidak ada lagi stigma terorisme pada salah satu agama tertentu. "Jadi, siapa pun tidak boleh melakukan kekerasan atas nama agama dan bukan hanya umat Islam, melainkan semua juga harus saling menghargai," kata dia.

Sementara, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan, untuk menggelar kegitan R20 ini, pihaknya akan bekerja sama dengan Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Keberadaban, sebuah lembaga internasional yang didirikan Mustasyar PBNU, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, di Amerika Serikat pada 2021.

Terkait ini, Gus Yahya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Gus Mus dalam forum Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar di Hotel Yuan Garden, Jakarta Pusat, Jumat (20/5) lalu.

Selain akan menggelar kegiatan R20, PBNU juga akan menggelar kegiatan Muktamar Duwali fi Fikhil Hadarah atau Konferensi Internasional tentang Fikih Peradaban. Kegiatan bertaraf internasional ini juga menjadi bagian dari puncak peringatan 100 tahun usia NU.

"Dua agenda internasional ini adalah agenda-agenda yang dewasa ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia, terkait dengan berbagai kemelut yang sampai hari ini masih melanda tanpa bisa ditemukan jalan keluarnya," ujar Gus Yahya.

Dengan ikhtiar-ikhtiar tersebut, dia berharap, NU akan menemukan jalur tempuh untuk berperan dan berkontribusi secara bermakna di dalam mencari jalan keluar dari masalah-masalah kemanusiaan dan masalah-masalah peradaban.


Kinerja BRI di Atas Rata-Rata Bank BUMN 

BRI berada di posisi yang tepat sehingga menunjukkan kinerja yang baik pada kuartal I 2022.

SELENGKAPNYA

Son Heung-min, Spurs, dan Golden Boots

Son Heung-min juga menjadi pemain Spurs ketiga yang memenangkan Sepatu Emas

SELENGKAPNYA

Memotret Hiphop dari Masa ke Masa

Musisi hip hop yang tersebar dari Sabang sampai Merauke punya keunikan khas.

SELENGKAPNYA
×