Sejumlah pedagang mengambil gambar informasi pencegahan hepatitis akut saat kegiatan layanan kesehatan gratis di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

25 May 2022, 03:45 WIB

Kasus Suspek Hepatitis Akut Bertambah

Sosialisasi pencegahan kasus hepatitis akut terus digencarkan di berbagai daerah.

JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengumumkan, hingga Selasa (24/5) kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia bertambah menjadi 16 kasus. Sebelumnya, tercatat ada 14 kasus.

"Saat ini ada 16 kasus yang diduga kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Terdiri dari satu orang probable kemudian 15 kasus adalah pending classification," kata Syahril dalam jumpa pers secara daring, Selasa (24/5).

Lebih lanjut, Syahril merinci, 16 kasus tersebar di 10 provinsi di antaranya yaitu Sumatera Barat (1 kasus pending klasifikasi), Jambi (1 kasus pending klasifikasi), Bangka Belitung (1 kasus pending klasifikasi), DKI Jakarta (1 kasus probable, empat pending klasifikasi).

Kemudian Banten (1 kasus pending klasifikasi, DI Yogyakarta (1 kasus pending klasifikasi), Jawa Timur (2 kasus pending klasifikasi), Bali (2 kasus pending klasifikasi), Nusa Tenggara Barat (1 pending klasifikasi) dan Sulawesi Selatan (1 kasus pending klasifikasi).

"Kelompok usia yang terbanyak terkena hepatitis akut adalah 0 sampai 5 tahun ada 11 orang ya 6,87 persen, usia 6-10 tahun ada 3 orang, dan 11-16 tahun 2 orang," ujar dia.

Hingga kini, tercatat empat pasien meninggal dunia yang terdiri dari satu probable dan tiga orang berstatus pending klasifikasi. Pasien yang meninggal tersebut berusia dua bulan, satu tahun, delapan tahun dan 14 bulan.

Syahril menambahkan, ada 19 kasus dugaan hepatitis akut berstatus discarded atau dikeluarkan karena hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 11 pasien menderita demam berdarah dengue (DBD), tiga orang terjangkit bacterial sepsis, dua orang hepatitis A, satu orang dilated cardiomyopathy, satu orang drug induced hepatitis dan satu orang leukimia.

"Jadi dari 35 kasus, 19 sudah discarded, sehingga kita tinggal 16 orang," kata dia.

Sementara, di berbagai daerah, sosialisasi pencegahan hepatitis akut terus digencarkan. Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan sosialisasi pencegahan hepatitis akut mulai dari lingkungan sekolah, pondok pesantren hingga masyarakat umum.

photo
Petugas kesehatan memberikan sosialisasi terkait pencegahan hepatitis akut kepada sejumlah pedagang saat kegiatan pemberian layanan kesehatan gratis di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas untuk membantu melakukan sosialisasi pencegahan virus Hepatitis akut kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Mulai pekan lalu, kami sudah turun dan bergerak ke semua wilayah. Kami juga bersinergi bersama Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Dispendik (Dinas Pendidikan), dan Kemenag (Kementerian Agama) Kota Surabaya untuk bergerak cepat mengantisipasi penularan virus Hepatitis akut," kata Nanik, Selasa.

Untuk mewaspadai potensi kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, Nanik menjelaskan terdapat beberapa gejala awal seperti mual, muntah, diare berat, dan demam ringan. Dari gejala awal tersebut, kata dia, orang tua diharapkan bisa langsung membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum mengalami menjadi gejala lanjut.

photo
Tenaga kesehatan mengambil sampel darah milik pedagang saat memeriksa kesehatan secara gratis di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022). Kegiatan tersebut menyediakan layanan kesehatan bagi warga seperti pemeriksaan penyakit menular dan tidak menular, pemeriksaan gizi, vaksinasi, edukasi kesehatan, sekaligus sosialisasi antisipasi penyebaran hepatitis akut. - (Republika/Thoudy Badai)

"Gejala lanjut ini ditandai dengan air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB (buang air besar) berwarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, kesadaran menurun, gangguan pembekuan darah, dan kejang," ujar dia.

Nanik menjelaskan, terdapat dua cara dalam mencegah anak-anak terhindar dari Hepatitis akut yakni melalui saluran cerna dan saluran napas. Untuk saluran cerna, kata dia, anak-anak diharapkan rutin mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian menggunakan alat makan dengan orang lain, menghindari kontak dengan orang sakit, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada mengenali gejala awal Hepatitis akut dengan tidak panik dan segera membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan. Jangan sampai menunggu gejala lanjutan muncul," kata Nanik.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. "Alhamdulillah sampai hari ini belum ditemukan hepatitis misterius di Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin, Selasa.

photo
Sejumlah pedagang memeriksa kesehatannya saat kegiatan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022). Kegiatan tersebut menyediakan layanan kesehatan bagi warga seperti pemeriksaan penyakit menular dan tidak menular, pemeriksaan gizi, vaksinasi, edukasi kesehatan, sekaligus sosialisasi antisipasi penyebaran hepatitis akut. - (Republika/Thoudy Badai)

Sebelumnya, pihaknya sempat mencurigai ada beberapa kasus hepatitis akut misterius di Riau. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata hepatitis biasa. Ia menyebut kalau hepatitis biasa sejak dulu memang sudah ada di daerah setempat, sedangkan deteksi bahwa kasus yang ditemukan di Riau belum lama ini, bukan hepatitis misterius yang dirisaukan masyarakat saat ini.

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat juga mengimbau masyarakat tidak panik dengan berbagai jenis virus baru yang saat ini banyak ditularkan dari berbagai jenis hewan peliharaan. Karena virus-virus tersebut belum masuk di daerah ini.

"Virus Hendra yang ditularkan melalui kuda dan cacar monyet dari kera, kasusnya belum ada ditemukan di daerah kita. Jadi jangan panik, tapi tetap waspada," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, Selasa. 

Sumber : Antara


Perwujudan Puncak Karier Benzema

Karim Benzema seolah mencapai puncak kariernya musim ini.

SELENGKAPNYA

Pembalap Formula E akan Gelar Konvoi di Monas

Kawasan wisata Ancol ditutup untuk umum saat pelaksanaan balapan Formula E.

SELENGKAPNYA
×