Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara (kedua kiri) dan para pejabat Eselon I menyampaikan keterangan pers APBN KITA di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/5/2022). | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Ekonomi

24 May 2022, 18:50 WIB

Menkeu Optimalisasi Surplus APBN

Kenaikan harga mi diperkirakan bakal terjadi pada tahun ini.

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengoptimalisasi surplus APBN 2022 untuk menjadi peredam guncangan dari sejumlah gejolak perekonomian global. Hingga April 2022, APBN mengalami surplus sebesar Rp 103,1 triliun atau 0,58 persen terhadap PDB.

Angka itu melonjak dibandingkan kondisi pada periode sama tahun lalu yang mengalami defisit Rp 138,2 triliun atau 0,81 persen terhadap PDB. "Kita akan gunakan surplus ini untuk menjadi shock absorber dari guncangan yang terjadi saat ini," ungkap Sri dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/5).

Sri menyampaikan, kinerja APBN tersebut ditopang realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp 853,6 triliun hingga April 2022. Angka itu meningkat 45,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp 750,5 triliun dengan peningkatan 3,8 persen dibandingkan periode sama pada 2021.

Sri menyampaikan, pemerintah terus mewaspadai ancaman terhadap perekonomian global yang bisa merembet ke Tanah Air. Hal itu, yakni inflasi tinggi, suku bunga tinggi, dan potensi ekonomi yang melemah. “Tiga hal ini akan memengaruhi environment ekonomi seluruh dunia termasuk Indonesia,” ungkap Sri.

Sri menjelaskan, konflik antara Ukraina dan Rusia telah menyebabkan lonjakan harga barang-barang yang sangat penting bagi pemulihan dan masyarakat, yaitu energi dan pangan. Beberapa komoditas itu meliputi gas alam yang naik 125,8 persen (year to date/ytd), batu bara 166,1 persen (ytd), minyak mentah jenis Brent 45,7 persen (ytd), CPO 20,9 persen (ytd), gandum 55,6 persen (ytd), jagung 31,6 persen (ytd), dan kedelai 28,1 persen (ytd).

Kenaikan harga komoditas tersebut kemudian menyebabkan inflasi tinggi di berbagai negara terutama negara yang tidak menyiapkan strategi peredam. “Ini langsung dirasakan rakyatnya sehingga masyarakat di negara tersebut menghadapi inflasi tinggi,” ujarnya.

photo
Suasana lokasi yang akan menjadi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022). Pemerintah akan mengalokasikan pagu indikatif anggaran belanja pada APBN tahun 2023 sebesar Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun, untuk pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. - (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.)

Sebagai contoh, Rusia mengalami inflasi 17,8 persen, Brasil 12,1 persen, Amerika Serikat 8,3 persen, Inggris 9 persen, dan Meksiko 7,7 persen. Inflasi yang tinggi menyebabkan negara-negara tersebut melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.

“Di banyak negara, interest rate segera meningkat terutama emerging market kenaikannya cukup cepat untuk menjaga inflasinya,” ujar Sri.

Untuk Indonesia, Sri mengatakan, saat ini masih cukup terkendali karena tidak semua kenaikan harga komoditas dunia dirasakan oleh masyarakat. Meski begitu, inflasi Indonesia pada April 2022 adalah sebesar 3,5 persen (yoy) yang sudah relatif meningkat dibandingkan 24 bulan ke belakang.

“Inflasi masih kita kendalikan karena tidak semua kenaikan harga dunia dirasakan oleh rakyat. Tentu akibatnya kita harus memberikan subsidi,” kata Sri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by #UangKita (kemenkeuri)

Sebelumnya, Sri juga sudah mengajukan penambahan anggaran belanja kepada Badan Anggaran DPR. Dana tersebut salah satunya akan digunakan sebagai dana kompensasi penyaluran Pertalite kepada masyarakat sebesar Rp 275 triliun. Dengan demikian, pemerintah akan tetap menahan harga jual Pertalite.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis inflasi pangan Indonesia di 2022 akan terkendali di tengah perang Rusia dan Ukraina. "Untungnya dalam tiga tahun Indonesia mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dengan produksi beras sehingga bahan pokok tersedia di dalam negeri. Jadi, kita harap Indonesia dapat melewati badai kenaikan harga pangan," ucapnya dalam webinar paviliun Indonesia di pertemuan World Economic Forum (WEF).

photo
Sebuah rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line melintas di Stasiun Ancol, Jakarta, Selasa (29/3/2022). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Februari 2022 kembali mengalami surplus sebesar Rp19,7 triliun atau 0,11 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Menurut Airlangga, Indonesia tidak akan terdampak langsung oleh perang Rusia dan Ukraina karena nilai perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut hanya sekitar 2 miliar dolar AS dalam setahun. Meski begitu, sebanyak 40 persen dari total kebutuhan gandum dalam negeri diimpor dari Ukraina.

"Itu akan berdampak kepada perusahaan mi kita yang mana pada saat ini mereka dapat menyalurkan kenaikan harga gandum kepada kenaikan harga mi," katanya.

Dia menyebut, kenaikan harga mi diperkirakan bakal terjadi pada tahun ini. Hal itu terjadi meski produsen sudah mengamankan kontrak impor gandum sampai September 2022.

"Saat ini perusahaan dapat menyalurkan kenaikan harga gandum ke kenaikan harga mi sehingga akan terdapat inflasi harga mi. Dalam tiga tahun terakhir kenaikan harga mi hampir nol," ucapnya.

Sumber : Antara


Tiga Besar Tercapai

Peringkat tiga besar SEA Games dicapai dengan kontingen yang lebih ramping.

SELENGKAPNYA

Saudi Larang Warganya ke Indonesia

Larangan itu diklaim berkaitan dengan peningkatan jumlah penularan Covid-19.

SELENGKAPNYA

Isyarat Pencabutan PPKM Menguat

Pencabutan PPKM bisa dilakukan jika indikator penanganan pandemi terus membaik.

SELENGKAPNYA
×