Sejumlah calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/5/2022). Pemerintah menghapus syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik dan luar negeri bagi yang telah divaksin dosis leng | ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

Kabar Utama

24 May 2022, 03:50 WIB

Saudi Larang Warganya ke Indonesia

Larangan itu diklaim berkaitan dengan peningkatan jumlah penularan Covid-19.

JAKARTA – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan bagi warganya untuk bepergian ke 16 negara. Satu dari 16 negara tersebut adalah Indonesia. Larangan itu diklaim berkaitan dengan peningkatan jumlah penularan Covid-19 di negara-negara itu dalam beberapa waktu terakhir.

“Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus Covid-19 di negara-negara tersebut,” kata Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi, seperti dilaporkan Saudi Gazette, Senin (23/5).

Sampai saat ini, kebijakan tersebut berlaku bagi warga negara Saudi yang ingin bepergian ke negara-negara yang telah disebutkan di atas. Namun, tidak ada aturan baru yang melarang warga dari 16 negara tersebut berkunjung ke Saudi.

Selain Indonesia, 15 negara lainnya adalah Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Etiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.

Dalam catatan Worldometers, negara dengan kasus konfirmasi positif terbanyak dalam 24 jam terakhir tidak ada dalam 16 negara yang dilarang masuk Saudi. Negara dengan kasus terbanyak dicatatkan Korea Utara dengan 186.090 kasus. Selanjutnya adalah Taiwan dengan 79.473 kasus, Australia 38.515 kasus, Jepang 34.957 kasus, Amerika Serikat 19.979 kasus, Korea Selatan 19.298 kasus, Italia 17.744 kasus, Prancis 16.965 kasus, hingga Brasil 11.192 kasus.

Dari sembilan negara dengan penambahan kasus harian terbanyak di dunia itu, tidak ada satu pun di antara 16 negara yang dilarang Saudi untuk masuk ke wilayahnya. India, sebagai salah satu yang dilarang, mencatatkan 2.022 kasus baru. Adapun Vietnam melaporkan 1.319 kasus baru dan Turki 905 kasus baru. Indonesia jauh lebih rendah lagi, yakni “hanya” 227 kasus baru.
 
Bersamaan dengan larangan itu, Jawazat mengatur masa berlaku paspor warga Arab Saudi yang hendak bepergian ke negara non-Arab harus lebih dari enam bulan. Dikutip dari Saudi Gazette, Senin (23/5), Jawazat menyatakan, bagi pihak yang ingin bepergian ke negara Arab, validitas paspornya harus lebih dari tiga bulan. 
 

Sementara itu, untuk masyarakat yang ingin terbang ke negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), masa berlaku kartu identitasnya harus lebih dari tiga bulan. Salinan kartu identitas yang tersimpan di aplikasi Absher atau Tawakkalna tidak bisa digunakan sebagai identitas untuk bepergian ke negara-negara GCC. Kartu identitas dan keluarga yang asli harus ditunjukkan sebagai salah satu dokumen yang membuktikan mereka merupakan warga Arab Saudi yang memiliki hak terbang ke negara-negara Teluk.

photo
Sejumlah calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/5/2022). Pemerintah menghapus syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik dan luar negeri bagi yang telah divaksin dosis lengkap yang berlaku efektif mulai Rabu (18/5/2022) . - (ANTARA FOTO/Fauzan/aww.)

Jawazat juga menetapkan syarat-syarat kesehatan bagi warga Arab Saudi yang hendak ke luar negeri. Mereka harus menerima tiga dosis vaksin Covid-19 atau baru menerima vaksin dosis kedua tidak lebih dari tiga bulan.

Terdapat kelompok yang mendapatkan pengecualian berdasarkan alasan medis sesuai statusnya dalam aplikasi Tawakkalna. Jawazat menekankan kelompok usia 12 dan 16 tahun yang hendak pergi ke luar negeri harus sudah menerima dua dosis vaksin. Bagi kelompok usai di bawah 12 tahun yang hendak ke luar negeri, mereka wajib membawa asuransi kesehatan terhadap virus korona.

Lebih baik

Berbagai indikator penanganan Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan sejak puncak gelombang omikron pada Februari 2022 sampai sekarang. Sejak puncak gelombang itu, kasus harian Covid-19 di Tanah Air terus menurun. Kasus aktif saat ini bahkan di bawah 5.000 orang. Positivity rate bahkan sudah di bawah 1 persen.

“Indonesia telah menyampaikan ke pihak Saudi bahwa penanganan Covid-19 (di) Indonesia sudah berhasil menekan angka kasus positif. Bahkan, kondisi di Tanah Air jauh lebih baik dari banyak negara dunia pada umumnya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah kepada Republika, Senin (23/5).

Teuku mengungkapkan, pernyataan tadi telah disampaikan langsung Kemenlu ke Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta. “Kedubes Saudi sudah meneruskannya ke pusat (Pemerintah Arab Saudi),” ujar dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, pandemi Covid-19 dipastikan belum berakhir meski ada penurunan kasus sejak puncak gelombang penularan akibat varian omikron. Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengimbau kepada semua negara agar tidak mengendurkan penjagaan dan kewaspadaan.

Tedros meminta kepada para pejabat yang berkumpul di Jenewa (markas WHO) untuk membuka pertemuan tahunan WHO. Langkah menurunkan tingkat pengujian dan pelacakan berarti menutup diri terhadap kemungkinan evolusi virus. Terakhir, ia juga mencatat hampir 1 miliar orang di negara berpenghasilan rendah masih belum mendapatkan vaksin Covid-19.


WHO Prediksi Kasus Cacar Monyet Bertambah

Kasus dugaan cacar monyet ditemukan di 12 negara anggota WHO.

SELENGKAPNYA

Biden Luncurkan Rencana Ekonomi Indo-Pasifik

Biden meluncurkan rencana keterlibatan ekonomi AS yang lebih besar dengan Indo-Pasifik.

SELENGKAPNYA

Hotel untuk Jamaah Bagus dan Dekat Masjid Nabawi

Menag diketahui melakukan kunjungan kerja ke Saudi sejak Rabu (18/5) untuk memastikan kesiapan layanan bagi calhaj Indonesia.

SELENGKAPNYA
×