Internasional
21 May 2022, 03:45 WIBVideo Baru Gambarkan Insiden Abu Akleh
Polisi Militer Israel menyatakan tidak berencana menginvestigasi penembakan Abu Akleh.
JENIN -- Sebuah video yang baru dirilis menunjukkan momen sebelum wartawan Aljazirah, Shireen Abu Akleh (51 tahun), ditembak. Laman Aljazirah edisi Jumat (20/5) melaporkan, video itu menunjukkan keadaan yang tenang dan sepi sebelum penembakan Abu Akleh pada 11 Mei lalu.
Video klip ini direkam oleh seorang warga Jenin dan diverifikasi oleh Aljazirah. Keadaan yang tenang di video ini mendukung pernyataan para saksi mata. Sejumlah orang bahwa tampak bercakap-cakap dan tertawa di latar belakang video.
Tampak pula Abu Akleh dan sejumlah wartawan memakai rompi biru bertuliskan "Press". Mereka kemudian berjalan ke lokasi militer Israel berada, lalu mulai terdengar tembakan.
Saat terdengar tembakan, orang-orang mulai berlarian menjauhi posisi tentara Israel. Abu Akleh tampak tergeletak di tanah setelah ditembak.
New video emerges of moment #ShireenAbuAkleh was shot dead. Significantly, the group is relaxed and no gunfire is apparent as they prepare to work. There are two instances of repeat single shots, not bursts, that appear to come towards them. Warning : distressing content pic.twitter.com/XpkOKFwizc — Tom Bateman (tombateman) May 19, 2022
Isi video itu bertentangan dengan klaim Israel bahwa ada bentrokan saat itu sehingga mereka turun tangan. Menurut rekan dan saksi mata, Abu Akleh ditembak seorang tentara Israel saat ia melaporkan serbuan militer Israel ke Kota Jenin, wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat.
Sementara pada Kamis (19/5), petinggi militer Israel mengatakan, mereka mungkin dapat mengidentifikasi senjata yang digunakan menembak Abu Akleh. Namun, identifikasi tidak dapat dilakukan jika pihak berwenang Palestina tidak menyerahkan peluru itu.
Palestina memang menyatakan, mereka melakukan investigasi sendiri. Mereka menolak menyerahkan peluru di tubuh Abu Akleh kepada Israel, karena pengalaman lalu membuat mereka tidak memercayai pihak Israel.

Secara terpisah, laman Haaretz melaporkan, Polisi Militer Israel kemudian menyatakan tidak berencana menginvestigasi penembakan Abu Akleh. Keluarga Abu Akleh mengaku tidak heran dengan keputusan Israel. Mereka meminta dunia termasuk Amerika Serikat untuk melakukan investigasi yang transparan.
Semula, Israel menuding aktivis perlawanan Palestina sebagai pelaku penembakan Abu Akleh. Israel kemudian mengedarkan video pria Palestina menembaki sebuah lorong.
Namun, peneliti dari kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, B'Tselem, menemukan video tersebut tidak terkait penembakan Abu Akleh. Temuan ini diverifikasi oleh kelompok open-source Bellingcat, berdasarkan analisis audio dan video.
Abu Akleh adalah wartawan berkewarganegaraan Amerika Serikat-Palestina. Ia gugur akibat penambakan itu. Insiden itu juga menarik kecaman global dan seruan luas agar dilakukan investigasi independen. Salah satu seruan langsung disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa (17/5).
"Presiden menyatakan bahwa ia terharu atas gugurnya Shireen Abu Akleh, dan mengulangi sikap Prancis bahwa diperlukan adanya hasil investigasi yang segera," kata kantor Macron, usai percakapan telepon antara sang presiden dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.
Pada Senin (16/5), kecaman juga datang dari sebuah organisasi yang mewakili 12 kelompok Kristen. Organisasi itu mengecam polisi antihuru-hara Israel yang menyerang massa dalam proses pemakaman Abu Akleh.
Serangan polisi Israel terjadi ke jenazah Abu Akleh dibawa dari St Joseph Hospital ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Pemakaman Kristen Gunung Sion di Yerusalem. Serangan itu nyaris menjatuhkan peti jenazah Abu Akleh yang sedang diusung.
Sumber : Reuters
Gugurnya Shireen Abu Akleh Bayangi Hari Nakba
Peringatan Hari Nakba tahun ini dibayangi oleh pembunuhan jurnalis oleh Israel.
SELENGKAPNYAJurnalis Shireen Abu Akleh Dimakamkan
Polisi Israel menggerebek rumah keluarga Abu Akleh pada Kamis (12/5).
SELENGKAPNYAPBB Himpun Fakta Pembunuhan Abu Akleh
Israel menarik dugaan bahwa Abu Akleh gugur akibat tembakan dari militan Palestina
SELENGKAPNYA
Yeyen Rostiyani
Redaktur