Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

18 May 2022, 03:30 WIB

Tetap Bersatu Pasca-Ramadhan

Nilai-nilai ketakwaan diri yang kita perkuat semasa Ramadhan, termasuk dengan menjaga persatuan ummah.

 

OLEH PROF HASANUDDIN Z ABIDIN

Puasa Ramadhan bagaikan pelatihan global untuk pembersihan dan penguatan jiwa. Lamanya sebulan dan diikuti oleh Muslim sedunia secara serentak dengan kurikulum yang sama. Penyelenggaraannya mengikuti tuntunan dari Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Tujuannya agar kita menjadi insan yang (lebih) bertakwa sesudah menjalaninya (QS al-Baqarah [2]: 183). Sejatinya puasa Ramadhan adalah pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia terbesar yang berlangsung secara periodik di dunia ini. Balasan pahalanya juga istimewa karena langsung diberikan oleh Allah (HR Bukhari No 5.472).

Secara umum, puasa Ramadhan punya banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik, jiwa, maupun hati kita. Salah satunya adalah menumbuhkan budaya persatuan di kalangan ummah. Semua Muslim terlepas dari etnisitas, status sosial, dan mazhab keislamannya, akan meninggalkan makan, minum, dan berhubungan suami istri, dari waktu fajar sampai terbenamnya matahari.

Saat shalat Tarawih pun kita juga umumnya tidak terganggu dan tidak peduli tentang kecenderungan politis dan paham keagamaan orang-orang yang shalat di sekeliling kita. Selama Ramadhan kita semua sama-sama merasakan haus dan dahaga pada siang hari, sama-sama berbahagia saat berbuka, sama-sama shalat Tarawih pada malam hari, dan sama-sama mencari Lailatul Qadar. Aroma kebersamaan dalam mencari keridhaan Allah menguat selama Ramadhan.

Saat Ramadhan, Rasulullah SAW juga memberi contoh agar kita lebih dermawan (HR Bukhari No. 3290), melarang kita berkata keji dan kotor serta bertengkar sambil berteriak-teriak (HR Bukhari No 1771). Kedua akhlak tersebut tentunya akan berkontribusi dalam menyemai budaya persatuan ummah dalam diri kita.

Persatuan ummah memang sesuatu yang sangat penting dan perlu diusahakan secara berkelanjutan oleh kita semua. Dalam QS Ali Imran 3:103, Allah SWT mengingatkan agar kita semua berpegang teguh pada tali (agama) Allah dan tidak bercerai berai.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita semua untuk tidak saling memarahi, saling mendengki, dan saling membelakangi, tetapi malah menjadi hamba Allah yang bersaudara (HR Muslim: 4.641).

Ramadhan bagaikan kawah candradimuka yang berusaha mengisi kembali “baterai ketakwaan” kita sehingga kita lebih siap mengarungi kehidupan 11 bulan selanjutnya dengan lebih baik dalam cahaya keridhaan-Nya. Nilai-nilai ketakwaan diri yang kita pupuk dan perkuat semasa Ramadhan, termasuk dengan menjaga persatuan ummah.

Seyogianya dapat kita terapkan dalam aktivitas keseharian di luar Ramadhan. Aktivitas yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan. Semoga.


Calhaj Diminta Segera Lengkapi Vaksin

Sebanyak 44.919 calhaj berisiko tinggi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Teknologi Kanker Antar Pandu Masuk Forbes 30

Panakeia mengembangkan pendekatan pertama yang bisa mendeteksi profil biomarker kanker tanpa harus melakukan tes dengan bantuan teknologi AI.

SELENGKAPNYA

Regulasi Hak Penerbit Masuk Setneg

Aturan ini nantinya akan mengatur konvergensi industri media dan lapangan usaha.

SELENGKAPNYA
×