Sejumlah calon jamaah haji berada di area observasi usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Kabar Utama

17 May 2022, 03:55 WIB

Calhaj Diminta Segera Lengkapi Vaksin

Sebanyak 44.919 calhaj berisiko tinggi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

JAKARTA – Calon jamaah haji (calhaj) yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) diminta segera melengkapi syarat vaksinasi yang telah ditetapkan Kerajaan Arab Saudi. Selain vaksin meningitis, Saudi juga mewajibkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap bagi calhaj yang melaksanakan ibadah haji 2022.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Saiful Mujab berpesan, seluruh calhaj yang merasa baru mendapatkan vaksin satu dosis untuk segera melengkapinya menjadi dua atau dosis lengkap. Semua jenis vaksin Covid-19 yang diberikan di Indonesia dipastikan telah disetujui Pemerintah Saudi.

Saudi diketahui memberikan kuota untuk Indonesia sebanyak 100.051 jamaah pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Perinciannya, 92.825 untuk jamaah haji reguler, 7.226 jamaah haji khusus, dan 1.901 kuota untuk petugas haji. Menurut Mujab, sampai saat ini sudah 86 persen calhaj yang telah melunasi bipih. “Jadi, tinggal 14 persen lagi,” kata Mujab saat dihubungi Republika, Senin (16/5).

Mujab juga mengimbau jamaah untuk membatasi interaksi dengan orang lain setidaknya empat hari sebelum masuk asrama. Langkah itu perlu dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan Covid-19. Sebab, 72 jam sebelum berangkat ke Arab Saudi, calhaj harus menjalani tes PCR dan dinyatakan negatif Covid-19. “Karena khawatir sebelum berangkat tiba-tiba positif (Covid-19),” ujar dia.

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer kepada calon jamaah haji saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). Sebanyak 1.500 calon jamaah haji asal Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga sebagai persiapan dan prasyarat keberangkatan ibadah haji ke Arab Saudi. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Kemenag bersama DPR diketahui telah menetapkan bipih 2022 sebesar Rp 39,8 juta per jamaah. Biaya protokol kesehatan, termasuk di dalamnya adalah tes PCR, sudah masuk dalam hitungan bipih. Maka, jamaah tidak lagi membayar biaya PCR sebelum kerangkatan ke Tanah Suci, maupun biaya protokol kesehatan lainnya.

Ia juga mengingatkan para calhaj agar membawa pakaian secukupnya dan tidak usah membawa makanan berlebihan. Sebab, jamaah haji pada tahun ini akan mendapatkan makan tiga kali sehari, baik di Makkah maupun di Madinah.

“Koper diisi pakaian ganti secukupnya saja, kadang-kadang ada calon jamaah haji bawa makanan dan sambal, tidak usah (bawa makanan) karena makan sudah tiga kali sehari. Saya pikir sudah cukup,” ujar Mujab.

Mujab menambahkan, pelunasan bipih masih ditunggu hingga 20 Mei 2022. Setelah proses pelunasan selesai, selanjutnya yang dilakukan adalah proses pembuatan visa. Mengenai data untuk visa, verifikasi data sudah rampung 100 persen. “Nanti kita tinggal menyatukan jadwal penerbangan dan jadwal kloter (kelompok terbang), baru nanti terkait dengan visa,” kata dia.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana mengatakan, ada sebanyak 40,58 persen atau 44.919 calhaj berisiko tinggi (risti) pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Calhaj yang berisiko tinggi tersebut karena penyakit dan usia mereka di atas 60 tahun.

Budi mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per hari ini, sebanyak 65 persen calon jamaah haji sudah mendapatkan dua dosis atau dosis lengkap vaksin Covid-19. “Yang sudah mendapatkan vaksin booster atau vaksin ketiga sebanyak 54 persen,” ujar Budi.

Mengenai waktu pemberian vaksin, Budi menjelaskan, vaksin meningitis dan vaksin Covid-19 tidak bisa dilakukan bersamaan yang berarti harus ada jeda waktu. Menurut dia, jeda waktu vaksinasi Covid-19 dan meningitis setidaknya 14 hari. Sedangkan, batas waktu yang dianjurkan bagi calhaj untuk melaksanakan vaksinasi adalah 10 hari sebelum berangkat ke Arab Saudi.

photo
Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Pusat Kesehatan Haji telah membuat project planning atau persiapan kesehatan haji. Budi bersyukur, meski waktu persiapan sangat singkat, semua yang harus dilakukan di Saudi untuk layanan kesehatan haji sudah dipetakan.

Anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Pusat Kesehatan Haji, Dian Septika Sari, mengatakan, ada tujuh tim dalam penyelenggaraan haji tahun ini yang telah dibentuk. Tim tersebut yakni Tim Surveilans, Emergency Medical Team (EMT), Tim Promosi Kesehatan (Promkes), Tim Mobile Bandara (TMB), Tim Sanitasi dan Food Security, Tim Logistik dan Bekal Kesehatan, serta Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Di tim advance ini ada Pak Kapus Budi Sylvana dan para koordinator tim. Setelah itu, tanggal 30 Mei, tim PPIH Madinah, Tim Mobile Bandara, dan Tim Promosi Kesehatan diberangkatkan dan menyusul pada 8 Juni tim PPIH Makkah berangkat,” ujar dia.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) meminta penggunaan produk lokal dalam sajian makanan kepada jamaah haji. Hal ini disampaikan kepada dua maskapai yang mengangkut jamaah haji, Garuda Airlines dan Saudi Arabia.

“Intinya, saya ingin mitra kita menggunakan produk Indonesia dalam rangka mendorong ekosistem ekonomi haji,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) PHU Hilman Latief dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (15/5).

Hilman mengingatkan pentingnya menggunakan produk lokal pada bahan makanan yang disajikan maskapai, saat jamaah haji dalam perjalanan menuju Tanah Suci. Ia sempat melihat-lihat dan mencicipi contoh makanan (meal test) yang nantinya akan disajikan kepada jamaah di dalam pesawat.

“Kami akan terus mendorong produk lokal untuk kebutuhan makanan jamaah haji," ujarnya.

Hilman kemudian menjelaskan, bagaimana penyelenggaraan haji dan ibadah umrah di Indonesia dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat. Ibadah haji dan umrah disebut sebagai sebuah tradisi yang sangat panjang di Indonesia. Bahkan, Indonesia saat ini sudah menjadi negara dengan kontingen jamaah terbesar.

“Pada kondisi normal setiap tahunnya, ada kisaran 230 ribu jamaah yang berangkat. Kemudian, ada 17 juta porsi makan, 100 ribu kamar yang dipakai, selama 40 hari, dengan dana sekitar Rp 16-17 triliun, dan ini semua baru pada hajinya saja,” ucap Hilman.

photo
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat telah selesai melayani pembuatan paspor calon jamaah haji sejak awal tahun 2022. Pelayanan ini bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta Barat.  - (Ali Yusuf/Republika)

Data ini diyakini Hilman akan sangat berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat, terutama bagi para pengusaha yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan dana Rp 17 triliun tersebut, ia mengajak setiap pihak untuk memikirkan dampaknya bagi masyarakat Indonesia, termasuk bagi UMKM dan pengusaha Indonesia.

“Misalkan saja, jika pengusaha atau UMKM kita dari sektor pertanian bisa melayani konsumsi 17 juta porsi jamaah, berapa banyak petani yang bisa ekspor-impor di situ,” kata dia. Saat ini, Hilman menyebut proses penyusunan kontrak dengan Garuda telah selesai. Namun, untuk Saudia masih berproses dalam hal penandatanganan nota kesepahaman serta tes makanan jamaah di pesawat. 

Direktur Bina Umrah Haji Khusus Kemenag, Mujib Roni, meyakini penyelenggaraan haji tahun ini akan sukses meski waktu persiapannya relatif mepet. Kesuksesan itu dapat dicapai jika semua pihak yang berkepentingan dengan haji, baik pemerintah maupun swasta dapat bekerja sama. 

“Artinya, sekuat dan sebesar apa pun power yang dimiliki negara, seperti dikata Pak Dirjen PHU, kalau kemudian tidak mendapatkan support dan kerja sama yang baik dengan para PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) dengan asosiasi, menurut saya ini adalah sebuah kemustahilan,” ujar dia.

photo
Sejumlah calon jemaah haji berlatih melakukan tawaf saat mengikuti pembinaan dan simulasi tata cara praktek manasik haji di Islamic Center, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/5/2022). - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Mujib menegaskan, keterbatasan waktu persiapan penyelenggaraan ibadah haji harus disikapi dengan percaya diri. Jangan sampai singkatnya waktu persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengurangi rasa optimisme untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut dia, saat ini tidak ada pilihan lain selain optimisme bahwa penyelenggaraan ibadah haji harus disukseskan. Untuk itu, pihak swasta dalam hal ini, PIHK membantu kerja pemerintah mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji. “Kita harus optimistis, kita harus bersinergi, kita harus berangkat dan duduk bersama untuk bisa menyelenggarakan haji khusus ini dengan sebaik-baiknya,” ujar dia.

Sampai saat ini,  Pemerintah Arab Saudi belum menentukan berapa biaya Arafah Mina untuk penyelenggaraan ibadah Haji 2022. Padahal, kata Sekjen Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh (SATHU) Artha Hanif, keberangkatan jamaah haji 2022 sudah semakin dekat. Berdasarkan jadwal, keberangkatan perdana jamaah haji akan dilakukan pada 4 Juni 2022.

“Sampai sekarang, terakhir saya kontak dengan Muassasah belum menetapkan berapa biaya Arafah Mina untuk haji reguler dan berapa biaya Arafah Mina untuk haji khusus. Sementara kloter haji reguler harus berangkat tanggal 4 Juni,” ujar dia.

Artha berharap, penyelenggaraan ibadah haji reguler berjalan lancar sesuai dengan rencana. Memang penyelenggaraan haji tahun ini baru diumumkan Arab Saudi pada 9 April. Waktu yang mepet untuk persiapan ini harus dimaksimalkan dan seluruh elemen harus saling bekerja sama. “Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar dia.


Cerita Jenazah di Tempat Sampah

para tokoh setempat kemudian menunjukkan lokasi tempat pembuangan jenazah. Orang-orang mengikuti Nabi Musa dari belakang.

SELENGKAPNYA

Antara Etika dan Ilmu

Banyak ulama menyampaikan untaian nasihat perihal pentingnya adab sebelum ilmu.

SELENGKAPNYA

Abu Ubaidah Sang Penolak Jabatan Khalifah

Rasulullah memberi Abu Ubaidah bin Jarrah gelar “orang kuat yang terpercaya”.

SELENGKAPNYA
×