Petugas melakukan pengasapan atau fogging di Laladon Gede, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (19/9/2021). Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mulai melakukan fogging ke sejumlah wilayah sebagai upaya memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

Bodetabek

17 May 2022, 06:43 WIB

Kasus DBD Meningkat di Bogor

Dalam empat bulan terakhir pada 2022, jumlah akumulatif DBD mencapai 511 kasus di Kota Bogor

BOGOR — Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bogor yang terdata di rumah sakit dan puskesmas dalam empat bulan terakhir dari Januari-April 2022 mencapai di atas 100 pasien setiap bulan. Oleh karena itu, warga Kota Bogor diminta mewaspadai DBD yang pada April 2022 tercatat mencapai 152 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena mengakui, ada tren peningkatan kasus DBD dalam empat bulan terakhir. Menurut dia, penyakit DBD merupakan salah satu konsentrasi penanganan di puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Bogor.

“Mulai sekarang kita jangan tertutup oleh isu Covid-19 karena DBD lebih berbahaya. Sehingga peningkatan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus kembali digalakkan lagi. Kemarin sudah dimulai dari tingkat kecamatan dan puskesmas,” kata Erna, Ahad (15/5).

photo
Petugas melakukan pengasapan atau fogging di Laladon Gede, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/9/2021). Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mulai melakukan fogging ke sejumlah wilayah sebagai upaya memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal musim hujan. - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.)

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dalam empat bulan terakhir pada 2022, jumlah akumulatif DBD mencapai 511 kasus. Erna memerinci, pada Januari ada 129 kasus, Februari 75 kasus, Maret 155 kasus, dan April 152 kasus.

Erna menegaskan, Dinkes Kota Bogor sudah menginstruksikan masyarakat melalui kecamatan dan puskesmas untuk menggalakkan kembali pemberantasan sarang nyamuk.

“Yang penting pemberantasan sarang nyamuk,  pemberantasan jentik nyamuk, di tanaman-tanaman, talang air itu harus dilakukan. Prinsipnya saat musim hujan jangan sampai ada genangan. Nyamuk pembawa virus DBD itu berkembang biak di genangan,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, hingga pekan kedua Mei 2022, RSUD telah menerima 19 kasus anak dengan gejala DBD. Namun, angka dalam perawatan di RSUD Kota Bogor itu turun dibandingkan jumlah pasien pada Januari di atas 100 kasus, Februari mencapai 61 kasus, Maret dengan 42 kasus, dan April sebanyak 56 kasus.

Tren jumlah kasus per tahun juga meningkat dalam dua tahun masa pandemi Covid-19. Pada 2020, pasien DBD yang dirawat di RSUD Kota Bogor ada sebanyak 89 pasien dan pada 2021 terdapat 118 kasus.

Humas RSUD Kota Bogor Mia mengatakan, telah dipersiapkan sejumlah fasilitas jika kasus DBD yang membutuhkan penanganan juga meningkat. "Saat ini menurut data pasien jumlahnya terus menurun yang membutuhkan penanganan di rumah sakit umum daerah," katanya.

Meskipun demikian, kata Mia, telah ada koordinasi untuk penyiapan ruangan rawat inap, tenaga kesehatan, dan sarana lain dalam mengantisipasi lonjakan pasien DBD.

Entomolog kesehatan Dinkes Kota Bogor, Fairuz Hayati menjelaskan, potensi dan pencegahan kasus pasien penyakit DBD di daerahnya yang biasa dijuluki Kota Hujan sangat dimungkinkan atas faktor cuaca dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan. Menurut Fairuz, DBD perlu diwaspadai masyarakat Kota Bogor karena memiliki curah hujan yang tinggi.

 
Julukan Kota Hujan bagi Kota Bogor salah satunya karena memang lebih sering hujan dibanding daerah lain.
 
 

"Julukan Kota Hujan bagi Kota Bogor salah satunya karena memang lebih sering hujan dibanding daerah lain. Memberantas sarang nyamuk harus jadi agenda masyarakat yang memiliki lingkungan banyak genangan. Sebab DBD dapat menyebabkan kematian," katanya.

Fairuz menyampaikan, curah hujan yang tinggi menyebabkan potensi genangan air semakin tinggi, terlebih pada tempat-tempat yang jarang digunakan atau tidak terawat dengan baik. Selayaknya nyamuk, Aedes aegypti dan Aedes albocpictus juga senang berada di genangan air pada tempat yang jarang dibersihkan.

Penyakit DBD yang dapat menyebabkan kematian dengan gejala demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah, serta kelelahan. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan shock membahayakan nyawa penderitanya. 


Calhaj Diminta Segera Lengkapi Vaksin

Sebanyak 44.919 calhaj berisiko tinggi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SELENGKAPNYA

Teknologi Kanker Antar Pandu Masuk Forbes 30

Panakeia mengembangkan pendekatan pertama yang bisa mendeteksi profil biomarker kanker tanpa harus melakukan tes dengan bantuan teknologi AI.

SELENGKAPNYA

Regulasi Hak Penerbit Masuk Setneg

Aturan ini nantinya akan mengatur konvergensi industri media dan lapangan usaha.

SELENGKAPNYA
×