Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri), Dirut PT Pelni Tri Andayani, Dirut PT Pelindo Arif Suhartono, Sekretaris KBUMN Susyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha (dari kiri) bertepuktangan saat melepas kapal mudik gratis di Pelabu | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

13 May 2022, 05:05 WIB

Pelindo: Arus Peti Kemas Meningkat

Pelindo mencatat arus barang yang terealisasi 37 juta ton atau tumbuh delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan positif pada kinerja operasional ataupun keuangan perusahaan pada kuartal I 2022. Kinerja positif juga terjadi pada arus barang yang dilayani Pelindo selama kuartal I 2022. 

“Arus peti kemas meningkat sebesar dua persen dibandingkan periode yang sama pada 2021. Peti kemas mencapai 4,2 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs) pada kuartal I 2022,” kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono di Jakarta, Kamis (12/5). 

Pelindo mencatat  arus barang yang terealisasi sebesar 37 juta ton atau tumbuh delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kapal yang keluar masuk pelabuhan Pelindo mencapai 283 juta gross tonnage (GT). “Angka ini tumbuh sebesar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Arif.

Arif mengatakan, arus penumpang yang dilayani di pelabuhan Pelindo juga mengalami peningkatan pada periode tersebut. Ia menyebutkan, arus penumpang mencapai 2,5 juta orang atau meningkat 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Peningkatan arus penumpang ini sejalan dengan peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat pascapandemi di Tanah Air,” kata Arif menambahkan.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasi, Arif mengungkapkan, kinerja keuangan juga menunjukkan tren positif, yaitu pendapatan pada Maret 2022 mencapai Rp 7,1 triliun. Angka tersebut meningkat tujuh persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Arif menambahkan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perusahaan terealisasi sebesar Rp 2,2 triliun. Ia mengatakan, angka tersebut  naik tujuh persen dibandingkan tahun lalu dan laba bersih tercatat sebesar Rp 670 miliar atau tumbuh 46 persen.

Saat ini pertumbuhan ekonomi sudah semakin membaik. Dia mengatakan, selama ini transformasi juga terus berjalan di internal perusahaan Pelindo. “Kami optimistis kinerja Pelindo akan terus meningkat dan dapat memenuhi harapan para pemegang saham,” kata Arif. 

Pelindo mulai bergabung menjadi satu selama enam bulan terakhir. Arif mengatakan, sejak merger, sudah ada sejumlah langkah aksi korporasi. Langkah ini di antaranya penyelesaian inbreng atau pengalihan saham Pelindo di anak perusahaan kepada subholding.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BUMN Pelabuhan Indonesia (pelindo)

Arif menyampaikan, langkah subholding tersebut sesuai dengan klaster masing-masing, yaitu kepada Subholding Terminal Petikemas (SPTP), dan Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT). Begitu juga dengan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) dan Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL).

Menurut Arif, langkah tersebut dilakukan untuk mempertajam core competence dan spesialisasi bisnis Pelindo pascamerger. “Ini diharapkan dapat bermuara pada peningkatan layanan dan konektivitas kepelabuhanan, serta integrasi rantai nilai pelabuhan hinterland,” kata Arif.

Arif memastikan masing-masing subholding akan menjalankan perannya. SPTP akan berfokus kepada pelayanan dari sisi peti kemas, SPMT berfokus kepada pelayanan untuk barang nonkargo, SPJM berfokus memberikan pelayanan unggul untuk mendukung tiga subholding lainnya dari sisi jasa kapal, peralatan, serta jasa pelabuhan lainnya. Sementara itu, SPSL berfokus mengintegrasikan rantai nilai pelabuhan hinterland serta mewujudkan aliran perdagangan yang lebih efisien. 

“Pelindo akan terus berupaya menjaga kelancaran arus barang dan penumpang di pelabuhan melalui kesiapan operasional 24 jam setiap hari dengan SDM yang andal, didukung teknologi serta sistem digitalisasi yang terbarukan untuk menjangkau seluruh aktivitas layanan kepelabuhanan,” kata Arif.


Langkah Penting RI Menuju Juara Dunia Makanan Halal

Industri makanan halal Malaysia meraih nilai 123,4 dalam laporan SGIE 2021/2022 dan Indonesia sebesar 71,1.

SELENGKAPNYA

PBB Himpun Fakta Pembunuhan Abu Akleh

Israel menarik dugaan bahwa Abu Akleh gugur akibat tembakan dari militan Palestina

SELENGKAPNYA

Kematian Diduga Hepatitis Akut Bertambah

Kemenkes masih melakukan investigasi terkait penyebab penyakit hepatitis akut misterius.

SELENGKAPNYA
×