Pemain belakang Fiorentina Igor sedang membawa bola dalam sebuah pertandingan Liga Italia Seri A melawan Bologna di Stadion Artemio Franchi Florence, Italia, 13 Maret 2022. | EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI

Olahraga

09 May 2022, 19:06 WIB

Ancaman La Viola Fiorentina

Fiorentina juga memiliki motivasi tambahan berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

FLORENCE -- Fiorentina memiliki modal cukup besar untuk menjamu AS Roma di Stadion Artemio Franchi pada giornata ke-36 Seri A, Selasa (10/5) dini hari WIB. Fiorentina menempati urutan ketiga dalam daftar tim dengan kemampuan memaksimalkan raihan poin di laga kandang, di bawah Inter Milan dan AC Milan.

Dari 17 partai kandang yang telah dilakoni di pentas Seri A, Fiorentina meraup 35 poin. La Viola hanya menelan empat kekalahan dan memetik 11 kemenangan dari 17 laga kandang tersebut.

Cristiano Biraghi dan kawan-kawan punya motivasi tinggi untuk memperbaiki performa kandang setelah menelan kekalahan mengejutkan 0-4 dari Udinese di laga terakhir. Tidak hanya itu, Fiorentina juga memiliki motivasi tambahan berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

Sebab, tim asuhan Vincenzo Italiano hanya terpaut tiga poin dari Roma di posisi enam. Fiorentina bisa mengincar minimal berlaga di Liga Konferensi Eropa dengan finis di peringkat ketujuh.

"Masih ada tiga laga sisa dan kami masih bisa bersaing. Dukungan suporter di Stadion Franci rasanya sudah cukup untuk mendorong tim ini menampilkan performa dan meningkatkan level permainan, terutama saat menghadapi tim-tim papan atas," kata Italiano, seperti dilansir Football Italia, beberapa waktu lalu.

Secara khusus, Italiano mengaku sudah menganalisis gaya permainan I Giallorossi. Menurut dia, tim asal ibu kota Italia mampu tampil solid dalam bertahan dan cenderung mengandalkan kemampuan Nicolo Zaniolo dan Lorenzo Pellegrini dalam menginisiasi serangan. "Kami akan berusaha menyulitkan mereka dan membatasi pergerakan Zaniolo dan Pellegrin," ujar Italiano.

Upaya menjawab ancaman La Viola ini pun rasanya datang pada saat yang tepat untuk I Giallorossi. Keberhasilan melangkah ke partai final Liga Konferensi UEFA dengan menyingkirkan Leicester City telah mendongkrak kepercayaan diri para penggawa Roma. Untuk kali pertama sejak 1991, Roma berhasil tampil di partai final kompetisi Eropa.

Dalam tiga laga terakhir di Seri A, Roma gagal memetik kemenangan dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Imbasnya, posisi Roma terancam untuk berlaga di Liga Europa musim depan.  Namun, I Giallorossi masih memiliki peluang besar tampil di Liga Europa asal mampu mempertahankan posisi di peringkat keenam.

Kini, setelah mengamankan satu tempat di partai final Liga Konferensi Eropa, Roma setidaknya bisa kembali berfokus ke Seri A. ''Kami masih memiliki tiga laga tersisa di Seri A. Kami ingin menyelesaikan kompetisi ini sebaik mungkin,'' kata Mourinho, seperti dikutip Football Italia, beberapa waktu lalu.

Roma memiliki rasio kemenangan tinggi di markas Fiorentina. Dari sembilan lawatan terakhir ke Stadion Artemio Franchi, Roma memetik enam kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya menelan satu kekalahan. Ini dapat menjadi modal tambahan bagi I Giallorossi menjelang laga penutup musim. 


Pertumbuhan Ekonomi Dapat Tertekan Inflasi

Lonjakan harga komoditas memberikan dampak positif terhadap kinerja perdagangan.

SELENGKAPNYA

Data Haji 2022 Sudah Final

Daftar calon jamaah haji reguler tahun ini bisa diakses via situs Kemenag.

SELENGKAPNYA

Arus Balik di Kampung Rambutan tak Terpengaruh WFH

Terminal Kampung Rambutan menjadi salah satu titik arus balik terbesar.

SELENGKAPNYA
×