Kerjasama Kontruksi- Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast FX Poerbayu Ratsunu, Director of Business Development & QSHE PT Waskita Karya (Persero) Tbk Fery Hendriyanto, Chief Representative TOA Corporation Jakarta Office Nobuhiro Kono, Direktur Utam | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

09 May 2022, 18:27 WIB

WSBP Optimistis Kinerja Membaik

WSBP berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp 307 miliar atau meningkat signifikan dibandingkan capaian 2020.

JAKARTA — PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,38 triliun pada 2021. Pendapatan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu disumbang tiga lini bisnisnya, yaitu pendapatan dari penjualan produk beton pracetak sebesar Rp 772 miliar, pendapatan dari segmen readymix Rp 309 miliar, dan pendapatan usaha jasa konstruksi Rp 298 miliar.

Direktur Utama WSBP FX Poerbayu Ratsunu mengatakan, WSBP berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp 307 miliar atau meningkat signifikan dibandingkan capaian 2020 yang membukukan rugi bruto sebesar Rp 53 miliar. WSBP juga mampu menekan angka rugi bersih menjadi Rp 1,94 triliun dari sebelumnya mengalami rugi bersih sebesar Rp 4,29 triliun pada 2020.

"Per 31 Desember 2021, WSBP juga mencatatkan total aset sebesar Rp 6,88 triliun yang terdiri atas aset current sebesar Rp 4,21 triliun dan aset noncurrent sebesar Rp 2,67 triliun," kata Poerbayu di Jakarta, Ahad (8/5).

Selain itu, lanjut Poerbayu, WSBP juga melakukan restatement atas laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya. Hal ini dilakukan lantaran pada proses penyusunan laporan keuangan 2021, bersamaan dengan proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dan penyusunan proposal perdamaian, baik perseroan maupun kreditur memerlukan laporan keuangan yang akurat.

"Manajemen memandang perlu bagi WSBP memiliki laporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar penyusunan proposal restrukturisasi keuangan," kata Poerbayu.

Poerbayu menyatakan, fokus dari manajemen yang dipimpinnya, yakni meningkatkan capaian kinerja operasional WSBP. Menurut Poerbayu, 2021 dan awal 2022 merupakan periode krusial bagi WSBP untuk menyelesaikan restrukturisasi keuangan. "Nantinya setelah restrukturisasi diselesaikan, manajemen WSBP sangat optimistis dapat membangkitkan kinerja WSBP dengan fundamental bisnis dan keuangan yang lebih sehat," kata Poerbayu menambahkan.

Poerbayu menyampaikan, optimisme tersebut didorong potensi pasar industri beton pracetak di Indonesia maupun global yang masih sangat besar. Seperti diketahui, sejak 25 Januari 2022, WSBP dalam proses menyelesaikan restrukturisasi keuangan lewat jalur PKPU.

"Manajemen dan para kreditur tengah mencari kesepakatan solusi restrukturisasi terbaik dengan penekanan pada going concern business WSBP," kata Poerbayu.

Poerbayu menyampaikan, WSBP menargetkan nilai kontrak baru dapat tumbuh sekitar 30 persen pada tahun ini dibandingkan capaian 2021. Dalam jangka pendek, WSBP memiliki captive market menyuplai produk precast dan readymix ke proyek jalan tol Waskita Karya yang didanai oleh penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah.

"Sementara, untuk tiga tahun sampai lima tahun tahun ke depan ada potensi pasar dari pembangunan ibu kota negara baru (IKN)," kata Poerbayu. Per Maret 2022, lanjut Poerbayu, WSBP berhasil membukukan beberapa proyek jalan tol besar di antaranya Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 2, dan Proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi seksi 2. Untuk proyek di luar jalan tol, WSBP juga tengah berkontribusi dalam proyek Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, infrastruktur G-20, hingga proyek Manyar smelter. 

Selain itu, ungkap Poerbayu, WSBP juga terus menggencarkan ekspansi ke pasar luar negeri, terutama di Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. "Bersama dengan Waskita Karya selaku induk usaha, kami tengah menjajaki peluang proyek di beberapa negara di Afrika. Kami optimistis produk beton pracetak Indonesia akan mampu bersaing di pasar global," kata Poerbayu.

Menurut Poerbayu, upaya ekspansi pasar WSBP dilaksanakan beriringan dengan penyempurnaan proses bisnis yang berkelanjutan. WSBP akan terus melanjutkan program digitalisasi dan efisiensi biaya operasional di setiap level. Ia meyakini, dua aspek tersebut akan dapat meningkatkan daya saing WSBP. ';

Pertumbuhan Ekonomi Dapat Tertekan Inflasi

Lonjakan harga komoditas memberikan dampak positif terhadap kinerja perdagangan.

SELENGKAPNYA

Data Haji 2022 Sudah Final

Daftar calon jamaah haji reguler tahun ini bisa diakses via situs Kemenag.

SELENGKAPNYA

Ancaman La Viola Fiorentina

Fiorentina juga memiliki motivasi tambahan berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

SELENGKAPNYA
×