Sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik di Al Mahmudah Manasik Haji Training Centre Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (20/3/2022). Seiring sudah dibukanya kembali Umroh dan makin dekatnya musim haji tahun 2022 sejumlah biro | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

Khazanah

Apa Saja Persiapan Berhaji 2022?

Jamaah haji harus mempersiapkan kesehatannya di tengah pandemi yang masih mengancam.

Para calon jamaah haji musim ini diminta mulai membekali diri dengan ilmu tentang prosesi pelaksanaan ibadah haji. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ismed Hasan Putro menjelaskan, bekal pengetahuan tentang prosesi ibadah, seperti pelaksanaan tawaf, sa’i, melempar jumrah, dan sebagainya sangat penting untuk disiapkan para jamaah. 

"Itu semua harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai agar mereka di dalam menjalankan prosesi itu tidak semata-mata sebagai sesuatu yang sifatnya rutin, tapi harus dipahami maknanya," ujar Ismed kepada Republika, pekan lalu. 

Menurut dia, setiap jamaah harus mengetahui makna tawaf dan prosesi ibadah haji lainnya. Karena itu, dia mengimbau kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) beserta Kementerian Agama untuk memberikan pemahaman yang cukup seputar ibadah haji sejak jamaah masih di Tanah Air. Dengan demikian, Ismed menjelaskan, mereka benar-benar memiliki bekal cukup saat menjalankan ibadah haji. 

photo
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis Pfizer kepada calon jamaah haji saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/2/2022). Sebanyak 1.500 calon jamaah haji asal Kota Bandung menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) sebagai persiapan dan prasyarat keberangkatan ibadah haji ke Arab Saudi. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Tidak kalah penting, dia menjelaskan, jamaah harus mempersiapkan kesehatannya di tengah situasi pandemi yang masih mengancam pada sebagian negara. Apalagi, rata-rata usia jamaah haji berada di atas 50 tahun. Karena itu, dia melanjutkan, calon jamaah haji Indonesia harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dalam beberapa waktu ke depan.

Dia pun mengimbau para calon jamaah haji untuk rajin berolahraga agar secara fisik agar benar-benar memiliki kekuatan dan daya tahan yang memadai untuk melaksanakan prosesi haji. "Karena, haji ini beda dengan umrah. Kalau umrah kan relatif lebih santai," kata Ismed.

Subordinator Pembimbingan dan Penyuluhan Pusat Kesehatan Haji Muhammad Imran Saleh Hamdani mengatakan, rangkaian ibadah haji dipenuhi kegiatan fisik. Karena itu, diperlukan kesadaran untuk menjaga kesehatan jamaah.

Menurut dia, minat berhaji sudah tinggi sejak dulu hingga sekarang. Minat tersebut harus diikuti dengan persiapan kesehatan yang matang. Menurut dia, pelaksanaan haji tidak hanya membutuhkan persiapan materi. 

photo
Suasana shalat Tarawih di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (3/4/2022). - (Haramain Info)

Jamaah harus menyiapkan bekal kesehatan fisik dan mental. "Jika mengulik kembali peristiwa pendemi dalam sejarah haji, ditemukan fakta bahwa faktor kesehatan turut memengaruhi terwujudnya niat berhaji seseorang," kata dia.

Muhammad Amin, calon jamaah haji asal Makassar, bersyukur akhirnya dihubungi Kementerian Agama (Kemenag) untuk berangkat tahun haji ini. Muhammad Amin bersama istrinya, Nuraini, telah menunggu 12 tahun untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. "Alhamdulillah saya sudah menerima pengumuman dari Kemenag berangkat tahun ini,” ujar dia kepada Republika.

Muhammad mengaku telah melunasi biaya ibadah haji pada 2020. Saat ini, dia fokus mempersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Muhammad mengaku akan mengikuti manasik haji yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) setempat pada Senin (9/5).  Meski demikian, dia mengaku belum mengetahui kapan tanggal pastinya akan diberangkatkan. "Saya dengar tanggal 4 Juni jamaah mulai diberangkatkan," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Informasi Haji (informasihaji)

Bangun komunikasi 

Rabithah Haji Indonesia menyarankan Kementerian Agama (Kemenag) untuk membangun komunikasi dengan jamaah yang tidak bisa diberangkatkan meski sudah menunggu lama. Seperti diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi usia maksimal 65 tahun untuk bisa berangkat haji tahun ini. Tak hanya itu, Saudi pun mengurangi kuota haji RI dibanding musim haji 2019. Saat ini RI hanya kebagian jatah kuota 100.051 orang.

"Menurut saya adalah kaitan dalam pembinaan dan memberikan sebuah penguatan psikologis kepada jamaah itu yang perlu dilakukan kepada siapa pun yang tidak bisa diberangkatkan," kata Ketua Umum Rabithah Haji Indonesia Ade Marfuddin saat dihubungi Republika, Jumat (6/5).

Ade mengatakan, tidak semua jamaah haji Indonesia bisa menerima adanya aturan dari Saudi maksimal usia 65 tahun bagi jamaah untuk bisa diberangkatkan.

Kemenag pun didorong untuk membangun komunikasi kepada jamaah yang sudah menunggu lama, tapi tidak bisa diberangkatkan karena faktor usia. "Karena tidak semua orang bisa menerima, mungkin saja orang yang sudah menunggu lama ternyata tidak berangkat," ujar dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Informasi Haji (informasihaji)

Dia mencontohkan, ada sebanyak 1.400 calon jamaah haji asal Indramayu, Jawa Barat, yang siap diberangkatkan. Rata-rata usia mereka berkisar 52 tahun. Meski demikian, jamaah dengan kategori usia tersebut belum tentu bisa berangkat.

“Di Indramayu mau disisir itu umur 65 tahun ke bawah itu ternyata mentok angkanya ke 52 tahun. Berarti orang yang akan berangkat besok itu rata-rata 52 tahun ke atas. Itu Indramayu dengan 1.400. Itu pun kalau berangkat tahun ini," kata dia.

Untuk itu, ia menyarankan Kemenag segera membentuk tim untuk memberikan edukasi kepada jamaah yang tahun ini tidak bisa diberangkatkan. Kemenag harus bisa meyakinkan bahwa batas maksimal 65 tahun itu merupakan aturan dari Saudi, bukan dari Kemenag RI.

"Karena yang mengatur bukan kita, yang mengatur adalah negara yang kita kunjungi. Aturan ini tidak bisa diintervensi oleh siapa pun," kata dia.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Layanan Terbaik untuk Jamaah Haji Tahun Ini

Pemerintah berharap semua pihak mendukung penyelenggaraan haji 2022 dengan maksimal.

SELENGKAPNYA

Mengingat Mati dengan Tradisi Ziarah Kubur

Rasulullah menganjurkan ziarah kubur agar mempersiapkan diri menghadapi mati.

SELENGKAPNYA

Potret Zakat Sepanjang Ramadhan Tahun Ini

Sejumlah lembaga filantropi Islam menghimpun dana ziswaf yang meningkat hingga 40 persen.

SELENGKAPNYA