Pemain Timnas Sepakbola Indonesia Irfan Jauhari bertabrakan dengan pemain Vietnam dalam laga perdana Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Jumat (6/5/2022). | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kabar Utama

07 May 2022, 03:50 WIB

Timnas Garuda Belum Padu 

Sebelum laga perdana kemarin, pelatih Shin Tae-yong sempat mengakui bahwa kualitas permainan Vietnam lebih baik.

HANOI -- Tim nasional sepak bola U-23 Indonesia gagal meraih poin pada laga perdana Grup A SEA Games 2021 melawan Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Jumat (6/5) malam.

Sempat menahan imbang Vietnam tanpa gol di babak pertama, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan permainan tuan rumah di babak kedua yang mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-0. 

Timnas berada dalam tekanan di hampir sepanjang pertandingan. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan tampak belum padu dan kesulitan mengembangkan permainan. Serangan yang dibangun timnas begitu sering dipatahkan tim tuan rumah. 

Vietnam yang tampil di depan para pendukungnya, tampak memanfaatkan betul rapuhnya pertahanan Indonesia yang belum bisa diperkuat bek kanan Asnawi Mangkualam. Vietnam banyak membangun serangan dari sisi kanan pertahanan Indonesia. Gol pertama Vietnam pada menit ke-54 pun berawal dari serangan yang dibangun di sisi kanan pertahanan Garuda Muda. 

Dalam laga kemarin, gol-gol Vietnam dilesakkan dua pemain senior (berusia di atas 23 tahun), yaitu Nguyen Tien Linh dan Do Hung Dung, lalu ditambah sumbangan dari Le Van Do.

photo
Pemain Timnas Sepakbola Indonesia Saddil Ramdani dikejar pemain Vietnam dalam laga perdana Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Jumat (6/5/2022). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pada pertandingan tersebut, pelatih Indonesia Shin Tae-yong menurunkan tiga pemain senior, yakni Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Fachruddin Aryanto. Di lini belakang, bek klub Persija Ilham Rio Fahmi mencatatkan debut bersama skuad Garuda Muda.

Di depan, trio Egy Maulana, Saddil Ramdani, dan Irfan Jauhari menjadi tumpuan untuk menggedor pertahanan lawan. Dengan komposisi seperti itu, Indonesia sempat menguasai laga setidak-tidaknya sampai 10 menit awal. Setelah itu, Vietnam mengambil alih kendali.

Pada menit ke-20, Vietnam mengancam melalui pergerakan Ly Chong Hoang Anh dari sisi kanan Indonesia yang dikawal bek Ilham Rio Fahmi. Ly Chong Hoang melewati Rio, tetapi umpannya persis ke depan gawang mampu dihalau Fachruddin Aryanto.

Indonesia bisa saja kebobolan pada menit ke-27 dari tendangan Nguyen Tien Linh andai kiper Muhammad Adi Satryo tidak melakukan penyelamatan gemilang. Skor 0-0 bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

photo
Pesepak bola Timnas Indonesia Rachmat Irianto (kedua dari kanan) berebut bola dengan sejumlah pesepak bola Timnas Vietnam dalam laga perdana Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Jumat (6/5/2022). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Seusai turun minum, pelatih Shin Tae-yong melakukan rotasi dengan memasukkan Syahrian Abimanyu untuk menggantikan Rachmat Irianto. Setelah pertukaran terjadi, Vietnam justru mampu memecah kebuntuan melalui tendangan penyerang senior Nguyen Tien Linh pada menit ke-54 di depan gawang Muhammad Adi Satryo.

Melihat anak-anak asuhnya ketinggalan 0-1, Shin mengganti lebih banyak pemain. Nama-nama seperti Ronaldo Kwateh, Alfeandra Dewangga, dan Witan Sulaeman dimasukkan. 

Akan tetapi, bukannya mampu membuat gol, Indonesia malah kembali tertinggal, kali ini gara-gara  gol kapten Vietnam Do Hung Dung pada menit ke-74. Hung Dung berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Tien Linh.

Pada menit ke-87, Indonesia yang terus berada dalam kurungan pemain Vietnam kebobolan gol ketiga dari Le Van Do. Bola hasil sepakan Van Do dari luar kotak penalti salah diantisipasi oleh Fachruddin Aryanto yang membuat kiper Adi Satryo tak mampu menahan bola.

Indonesia pun kalah 0-3 dari Vietnam. Akibat kekalahan itu, timnas Indonesia untuk sementara berada di peringkat keempat Grup A. Vietnam masih berada di posisi kedua karena kalah selisih gol dari Filipina yang pada laga sebelumnya menundukkan Timor Leste 4-0. Pada laga berikutnya, Indonesia akan menghadapi Timor Leste di Stadion Viet Tri pada Selasa (10/5). 

photo
Pemain Timnas U-23 Indonesia Egy Maulana Vikri (atas kedua kiri) dipanggul Ricky Kambuaya (kedua kiri) saat sesi latihan di Lapangan B, Kompleks GBK, Jakarta, Sabtu (30/4/2022). Sebanyak 20 pemain Timnas U-23 Indonesia akan berlaga di SEA Games 2021 Vietnam. - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sebelum laga perdana kemarin, pelatih Shin Tae-yong sempat mengakui bahwa kualitas permainan Vietnam lebih baik. "Dari segi kemampuan, saya mengakui Vietnam lebih baik. Namun, performa kami pun terus meningkat seiring keberadaan pemain-pemain yang bermain di luar negeri," ujar Shin, Kamis (5/5). 

Pria asal Korea Selatan itu melanjutkan, Vietnam memang melampaui Indonesia terutama dalam lima tahun terakhir. Indonesia belum mampu menundukkan Vietnam, baik di kelompok umur U-23 maupun senior.

Dalam Piala AFF 2020, Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Vietnam. Di kelompok U-23, pada pertemuan sebelumnya di final sepak bola putra SEA Games 2019, Indonesia kalah 0-3.

Para pemain Indonesia di luar negeri yang dimaksud Shin adalah Egy Maulana, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Elkan Baggott, dan Asnawi Mangkualam. Namun, Elkan dan Asnawi belum bisa bergabung pada laga perdana meski nama kedua pemain tersebut telah terdaftar dalam skuad SEA Games.  

Meski menelan kekalahan tiga tol tanpa balas di laga perdana, Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke babak selanjutnya. Indonesia memiliki statistik yang cukup bagus saat melawan tim-tim di laga selanjutnya, yaitu Timor Leste, Filipina, dan Myanmar. ';

Distopia atau Utopia

Sepertinya, ramalan masa depan pada dunia fiksi, lebih banyak menggambarkan kehancuran daripada kesejahteraan umat manusia.

SELENGKAPNYA

WHO: Kematian Terkait Covid-19 Capai 14,9 Juta Jiwa

Jumlah kematian yang sebenarnya hampir tiga kali lipat yang dilaporkan pada saat itu.

SELENGKAPNYA

Puluhan Juta Ton Biji-bijian Tertahan di Ukraina

Menurut Guterres, perang di Ukraina memberi tekanan lebih besar kepada negara berkembang.

SELENGKAPNYA
×