Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

29 Apr 2022, 03:45 WIB

Keutamaan Memaafkan

Meminta maaf atas kesalahan adalah keberanian sikap terpuji dan memaafkan adalah sikap mulia.

OLEH ABDUL MUID BADRUN 

Memaafkan adalah pintu terbesar menuju terciptanya rasa saling mencintai di antara sesama manusia. Islam mengajarkan agar setiap umatnya untuk selalu saling memaafkan satu sama lain. Suka memaafkan juga salah satu sifat yang dimiliki Rasulullah SAW. Rasul selalu memaafkan orang yang membenci dan menyakiti perasaannya.

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Karena itu, Allah SWT sangat memuliakan orang yang bersedia memaafkan kesalahan orang lain. Termasuk di dalamnya adalah keberanian orang untuk meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat. Karena, yang terakhir ini seringkali kalah dengan ego. Bahkan, Allah sudah menyiapkan segudang pahala unttuk orang-orang tersebut. 

Para psikolog, mendefinisikan kata memaafkan sebagai keputusan yang disengaja untuk melepaskan perasaan kesal atau pembalasan, terhadap seseorang atau kelompok yang telah menyakitinya. Terlepas, dari pantas atau tidaknya mereka menerima maaf tersebut. Maka, pemahaman akan makna memaafkan itu berbeda dengan sekadar menerima permintaan maaf.

Setidaknya ada lima keutamaan ketika kita mengambil keputusan untuk memaafkan. Hal ini bukan berarti mengabaikan kesalahan yang telah diperbuat. Pertama, memaafkan mampu membawa kedamaian diri.

Artinya, tak ada lagi keresahan kedua belah pihak. Kedua, memaafkan dapat membebaskan diri dari rasa amarah yang perlahan menggerogoti kebahagiaan. Ketiga, memaafkan akan mampu memperbaiki hubungan yang (mungkin) sebelumnya telah rusak.

Keempat, memaafkan mampu melepaskan perasaan negatif dalam diri. Sehingga, kita bisa belajar mengenali rasa sakit yang ada tanpa adanya kebencian yang dipicu dari rasa sakit tersebut. Kelima, memaafkan mampu menyembuhkan luka dan belajar untuk terus melanjutkan hidup.

Dari lima keutamaan inilah, hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal nanti menjadi momentum untuk saling memaafkan. Memaafkan baik secara lahiriah maupun ruhiah. Sehingga, 1 Syawal yang secara bahasa bermakna bulan peningkatan amal kebaikan benar-benar dirasakan oleh umat manusia di muka bumi ini. 

Karena itulah, meminta maaf atas kesalahan adalah keberanian sikap terpuji dan memaafkan adalah sikap mulia. Kedua sikap ini perlu terus dipupuk agar tak ada lagi kebencian dan dendam antarsesama. Kedua hal inilah yang seringkali membuat kesatuan dan persatuan umat semakin sulit terwujud. Juga, karena meminta maaf dan mudah memaafkan itu lebih dekat dengan takwa.

Seperti dalam firman-Nya yang artinya: “Dan memberi maaf (atas kesalahan) orang itu lebih dekat dengan takwa” (QS Al-Baqarah: 237). Nah, dari sinilah, puasa sebulan full di bulan ramadhan ini, yang tujuan utamanya adalah menjadi insan takwa semakin lengkap dan terwujud dengan saling memaafkan, insyaAllah. Wallahu a’lam. 


Meramaikan Tanah Suci Sepanjang Ramadhan

Ustaz Bachtiar Nasir menjelaskan, umrah menguatkan empati dan syukur.

SELENGKAPNYA

Lakukan yang Terbaik di Pengujung Ramadhan

Manfaatkan pengujung Ramadhan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal ibadah.

SELENGKAPNYA

Agar Khusyuk dalam Shalat

Salah satu kewajiban yang harus ditunaikan saat shalat adalah tumakninah dan khusyuk.

SELENGKAPNYA
×