Bodetabek
Kasus Pengeroyokan Pedagang Berakhir Islah
Polres Kota Bogor mendukung islah antara pelaku pengeroyokan dan korban.
BOGOR — Kasus pengeroyokan yang dilakukan pedagang Pasar Bogor bernama Ujang Sarjana, terhadap dua penjual air mineral akhirnya berakhir islah atau damai. Keluarga Ujang Sarjana sempat mengadukan soal penangkapan kepada Presiden RI, saat mengunjungi Pasar Bogor 21 April lalu.
Kapolda Jawa Barar, Irjen Pol Suntana, mengatakan, islah antara keluarga Ujang Sarjana dan pihak korban, yakni Andriansyah dan Ade Komeng. “Kami mendapati islah damai antara keluarga Pak Ujang, Andriansyah, dan Ade Komeng. Saya rasa ini berkah Allah di bulan Ramadhan,” ujar Suntana ketika ditemui Republika di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (26/4).
Suntana berharap, islah di antara kedua belah pihak itu bisa dibawa ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Hal itu dengan harapan bisa menjadi pertimbangan dalam proses penegakan hukum.
Di lokasi yang sama, Kuasa Hukum Pembela Ujang Sarjana, Ahmad Hidayatullah, bersyukur di bulan Ramadhan ini bisa terjadi kesepakatan bersama dan perdamaian, serta saling memaafkan atas kesalahan masing-masing.
“Kami berharap di bulan Ramadhan aparat bisa menghentikan perkara yang berlangsung. Kami berharap dan percaya walaupun keadilan jalan dalam kegelapan,” ucapnya.
Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan, perkara yang menyeret Ujang Sarjana terjadi pada Jumat, 26 November 2021. Saat itu, dua orang bernama Andriansyah dan Agus Susanto sedang berjualan air mineral di Pasar Bogor. Tiba-tiba keduanya ditegur oleh Ujang Sarjana. Teguran itu tidak diterima oleh penjual air mineral yang berujung pada pengeroyokan.
Ujang kemudian ditangkap pada 17 Januari 2022 oleh Polsek Bogor Tengah. Kasus itu mencuat setelah salah satu keluarga Ujang mengadu kepada Presiden Jokowi saat kunjungan di Pasar Bogor, Kamis (21/4). Keluarga itu meminta pembebasan Ujang dengan alasan dia ditahan akibat menolak pungutan liar (pungli).
Sementara itu, salah seorang korban pengeroyokan, Andriansyah, mengaku telah memaafkan aksi pengeroyokan yang menimpa dia dan rekannya.
“Dan, saat ini kami sepakat berdamai kebetulan juga di momen bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
Kendaraan dari Jakarta ke Banyumas Naik 57 Persen
Kendaraan yang melintas di Banyumas didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang berpelat nomor luar kota.
SELENGKAPNYAPolisi Pemeras Pemotor Terancam Dipecat
Aksi oknum polisi Bripka SAS terungkap lewat aduan warganet yang viral di Twitter.
SELENGKAPNYA
