IKHWANUL KIRAM MASHURI | Daan Yahya | Republika

Resonansi

11 Apr 2022, 03:50 WIB

Sesama Muslim Berhadapan di Perang Rusia-Ukrania

Di pihak Ukraina minimal ada tiga brigade militer yang berafiliasi dengan umat Islam.

OLEH IKHWANUL KIRAM MASHURI 

Perang Rusia-Ukrania ternyata memunculkan banyak sisi. Di antaranya, perang yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu itu menghadapkan dua pasukan beragama sama. Antara lain, sama-sama beragama Kristen Ortodoks.

Agama ini dipeluk mayoritas rakyat Rusia dan Ukraina — Gereja Ortodoks Rusia dan Gereja Ortodoks Ukraina. Bahkan, umat Islam terseret. Dua pasukan Muslim saling berhadapan. Satu pasukan berperang di pihak Rusia, lainnya di pihak Ukraina. Kok bisa?

Menurut Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov, sekitar 10 ribu personel militernya kini bertempur bersama tentara Rusia di Ukraina. Chechnya bagian dari Federasi Rusia, berpenduduk sekira 1,3 juta jiwa dan 95 persennya Muslim, bermazhab Syafi’i.

Ramzan Akhmadovich Kadyrov, nama lengkap Presiden Chechnya, semula musuh Rusia. Sejak Uni Soviet bubar pada 1990-an, upaya kemerdekaan pejuang Chechnya dihadapi genderang perang oleh Rusia. Ramzan muda, kini 45 tahun, bertempur bersama ayahnya.

 
Menurut Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov, sekitar 10 ribu personel militernya kini bertempur bersama tentara Rusia di Ukraina.
 
 

Ayah Ramzan Kadyrov, Ahmad Kadyrov, saat itu Presiden Chechnya. Ia tewas dalam serangan bom pada 2004. Ia mewariskan batalion tentara pribadi, Kadyrovit. Sejak ayahnya tewas, Ramzan secara de facto penguasa Chechnya juga komandan Kadyrovit.

Dalam perang sejak 1994 hingga 2004, sebanyak 200 ribu pejuang Chechnya dan warga sipil terbunuh. Lebih dari 20 ribu anak meninggal dan puluhan ribu lainnya menjadi yatim dan yatim piatu.

Melihat kenyataan itu, Ramzan mengubah kebijakannya 180 derajat. Ia menjadikan Rusia kawan. Bukan hanya kebijakan militernya, melainkan juga para pengikut Tarikat Qadiriyah yang diwariskan ayahnya.

"Para pengikut Tarikat Qadiriyah selalu memusuhi Rusia, tetapi untuk pertama kalinya dalam sejarah berubah menjadi sekutu (Rusia) melawan kaum radikalis,’’ kata Ramzan pada 2012.

Kaum radikalis merujuk sekelompok orang Chechnya yang tetap melawan Rusia, bahkan terhadap pasukannya (Ramzan Kadyrov). Sejak itu, Ramzan menjalin hubungan langsung dengan Kremlin, terutama dengan Presiden Vladimir Putin.

Hubungan itu terbayar saat Presiden Putin menunjuk sekaligus melantik Ramzan menjadi presiden Chechnya pada 2007.

 
Di pihak Ukraina, mengutip Aljzairah, minimal ada tiga brigade militer yang berafiliasi dengan umat Islam. 
 
 

Kremlin pula yang mendanai pembangunan kembali infrastruktur di Chechnya, seperti jaringan jalan baru, masjid raksasa di Grozny (ibu kota Chechnya), dan bantuan ekonomi. Hasilnya, rakyat merasa lebih sejahtera di bawah kekuasaan Ramzan Kadyrov.

Sehari setelah Rusia melancarkan perang terhadap Ukraina, Ramzan mengumumkan pasukan Chechnya bertempur bersama tentara Rusia. Ramzan dikabarkan pergi ke medan perang di Ukraina untuk memberi semangat pasukannya.

Di pihak Ukraina, mengutip Aljzairah, minimal ada tiga brigade militer yang berafiliasi dengan umat Islam. Yakni, Brigade Sheikh Mansur dan Johar Dudayev, kelompok militer Chechnya anti-Rusia dan anti-Ramzan Kadyrov.

Brigade berikutnya, paling besar dan berpengaruh, Brigade Krimea Islam, yang anggotanya pejuang Tatar Krimea. Bagaimana brigade ini terbentuk?

Pada era Uni Soviet, tepatnya 1954, Nikita Khrushchev, pemimpin tertinggi negara itu, memutuskan Krimea bergabung dengan Ukraina. Pada 1991, saat Soviet runtuh, Krimea bagian dari Ukraina merdeka, yang memberikan wilayah itu wilayah otonom.

Tatar Krimea yang beragama Islam mewakili sekitar 12 persen dari populasi Krimea atau 243 ribu orang dari populasi dua juta. Etnis Ukraina 24 persen yang terbesar, yaitu 58 persen adalah etnis Rusia.

 
Tatar Krimea yang beragama Islam mewakili sekitar 12 persen dari populasi Krimea atau 243 ribu orang dari populasi dua juta.
 
 

Pada 2014, muncul kerusuhan meluas di selatan dan timur Ukraina saat pasukan Rusia berhasil mengendalikan Krimea dan membentuk pemerintah lokal yang setia kepadanya. Kelompok separatis pro-Rusia lalu mendeklarasikan kemerdekaan Krimea dari Ukraina.

Berikutnya, Moskow mengumumkan pencaplokan Krimea. Pada tahun yang sama, Rusia mendukung pemisahan Donetsk dan Luhansk dari Ukraina. Disusul deklarasi sepihak kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk.

Pada tahun itu pula, muncul perlawanan terhadap Rusia. Antara lain, Brigade Tatar Krimea Islam, dibentuk dan dibiayai Issa Akayev, pengusaha Muslim Ukraina etnis Tatar.

Pada 28 Februari 2022, Issa Akayev mengumumkan pasukannya akan ikut berperang melawan agresi militer Rusia. Kepada sesama militer Muslim Rusia, terutama militer Chechnya, ia menyerukan agar menolak perang di Ukraina.

 
Perang yang memperhadapkan sesama Muslim bukan hanya ada di Ukraina, melainkan juga di Suriah, Libya, Yaman, Irak, dan negara lain. 
 
 

Mengutip Aljazirah, Muslim yang bergabung dengan militer Ukraina melawan Rusia sekitar 15 ribu orang. Jumlah yang hampir sama di pihak Rusia. Mereka bukan hanya Muslim Chechnya, melainkan juga tentara bayaran dari Suriah, Sudan, dan negara Afrika lainnya.

Perang Rusia-Ukraina sudah berlangsung lebih dari 1,5 bulan. Boleh jadi, dua kelompok pasukan bermusuhan yang sama-sama beragama Islam, telah berhadapan. Boleh jadi mereka sama-sama berteriak "Allahu Akbar!" ketika menembak ‘saudara sesama Muslim’.

Saya tidak tahu dan tidak paham, apakah pasukan Muslim yang tewas di medan perang, baik dari pihak Rusia maupun Ukraina, bisa dikategorikan syahid yang dijamin surga? Juga apakah mereka yang menang akan diganjar pahala?

Perang yang memperhadapkan sesama Muslim bukan hanya ada di Ukraina, melainkan juga di Suriah, Libya, Yaman, Irak, dan negara lain. Wallahu a’lam bi as-shawab. Ramadhan Karim. 


Erick, Pesantren, dan Ekonomi Islam

Maka, pertemuan dan “penyatuan” itu membuka peluang pada aksi ekonomi Islam selanjutnya.

SELENGKAPNYA

Demo 11 April Jangan Anarkistis

Mahfud meminta aparat tidak membawa peluru tajam saat mengamankan demo.

SELENGKAPNYA

Imran Khan Digulingkan Parlemen

Kandidat PM baru terkuat adalah Shahbaz Sharif, adik mantan perdana menteri Nawaz Sharif.

SELENGKAPNYA
×