ILUSTRASI Pengguna inhaler. Ulama beda pendapat tentang penderita asma yang menggunakan inhaler saat berpuasa. | Republika/Putra M. Akbar

Fatwa

10 Apr 2022, 04:12 WIB

Penderita Asma Menggunakan Inhaler Saat Puasa, Bolehkah?

Ulama beda pendapat tentang penderita asma yang menggunakan inhaler saat berpuasa.

OLEH ANDRIAN SAPUTRA

 

Orang yang sedang berpuasa tidak boleh makan, minum, atau memasukkan apa pun melalui lubang pada anggota tubuh dengan sengaja karena hal itu merupakan bagian dari beberapa perkara yang membatalkan puasa.

Namun, bagaimana bila orang yang sedang berpuasa itu adalah penderita asma dan memerlukan alat inhaler untuk membantunya bisa bernapas? Apakah penggunaan alat inhaler asma membatalkan puasa?

Inhaler merupakan alat yang digunakan untuk pemberian obat secara inhalasi, yakni proses di mana seseorang menghirup oksigen melalui hidung atau mulut dan masuk ke paru-paru. Udara yang masuk ke paru-paru kemudian disalurkan ke seluruh bagian tubuh agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan optimal.

Menurut pakar fikih yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Assoc Prof Wawan Gunawan Abdul Wahid, mengatakan, ada perbedaan pendapat tentang inhaler yang digunakan penderita asma saat sedang berpuasa dapat membatalkan puasanya atau tidak. 

Menurut Ustaz Wawan, adanya perbedaan pendapat tersebut karena tidak ada keterangan dalam Alquran ataupun hadis yang menjelaskan secara eksplisit tentang hal tersebut. Akan tetapi, Ustaz Wawan mengatakan, jumhur ulama berpendapat bahwa menggunakan inhaler tidak membatalkan puasa. 

"Pandangan yang mayoritas mengatakan tidak membatalkan (puasa) karena inhaler itu hanya untuk melancarkan pernapasan. (Napas) yang tersekat dalam rongga pernapasannya dibantu oleh inhaler, lalu dia lancar," kata Ustaz Wawan dalam kajian fikih bersama Program Studi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga yang disiarkan virtual melalui kanal MQFM Jogja.

Ustaz Wawan menjelaskan, penggunaan inhaler tidak membatalkan puasa karena bukan makanan atau minuman, tidak mengenyangkan, dan tidak melalui rongga perut atau tidak masuk ke perut, tetapi ke paru-paru.

Menurut dia, hal itu sama seperti seseorang yang menerima suntikan, seperti vaksin Covid-19. Kendati ada cairan yang disuntikkan ke dalam tubuh, tapi itu tidak membatalkan puasa. 

Akan tetapi, ada juga ulama yang berpendapat bahwa orang yang sedang berpuasa dan menggunakan inhaler maka batal puasanya. Sebab, ia dianggap memberikan kesegaran kepada orang yang menggunakannya. Ustaz Wawan menjelaskan, sejatinya penggunaan inhaler seperti seseorang menghirup udara atau oksigen. Obat dalam bentuk aerosol dihirup hingga ke paru-paru.

"Jadi, terdapat ikhtilaf, keragaman pandangan, perbedaan pendapat. Kita tinggal ambil yang mana, yang penting istiqamah. Bagi mereka yang mengambil pendapat batal, silakan, tapi jangan juga melarang pada saudara kita yang mengatakan itu tidak membatalkan," kata dia.

 
Terdapat ikhtilaf, keragaman pandangan, perbedaan pendapat. Kita tinggal ambil yang mana, yang penting istiqamah.
 
 

Lebih lanjut, Ustaz Wawan mengatakan, ada konsekuensi bagi orang yang memilih pendapat bahwa menggunakan inhaler dapat membatalkan puasa. Bagi mereka, puasa (Ramadhan) yang batal wajib untuk diganti di waktu lain selain Ramadhan atau membayar fidyah bila terdapat uzur syar'i. 

Ada ulama yang mengeluarkan pendapat berbeda dengan melihat jenis alat inhalasi yang digunakan. Alat inhalasi dengan cara menyemprotkan atau asthma spray dinilai dapat membatalkan puasa.

Sebab, ada obat yang disemprotkan ke dalam mulut, masuk ke tenggorokan, lalu ke dalam perut. Sementara itu, inhaler yang sekadar mengeluarkan aroma mint, seperti untuk meredakan pilek, tidak membatalkan puasa karena dihirup dari hidung ke paru-paru.

Berkaitan dengan penggunaan inhaler, banyak ulama juga menyamakannya dengan aroma uap, aroma masakan, atau wewangian seperti kemenyan dan lainnya. Berdasarkan keterangan Syekh Abdurrahman Ba'alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, aroma yang dihirup, seperti aroma kemenyan, tidak membatalkan puasa.


Jokowi: Setop Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden!

Survei menunjukkan rakyat menolak usul elite politik yang menginginkan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

SELENGKAPNYA

Memuliakan Tetangga

Allah SWT menyuruh kita berbuat baik kepada tetangga yang jauh maupun dekat.

SELENGKAPNYA

Awal Mula Muslim Indonesia Menunaikan Shalat di Tanah Lapang

Comite Lebaran berhasil mendapat izin mengadakan shalat di Tanah Lapang Singa.

SELENGKAPNYA
×