Pengurus RT memberikan masker kepada salah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani isolasi mandiri di Desa Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/6/2021). Allah SWT menyuruh kita berbuat baik kepada tetangga yang jauh maupun dekat. | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Tuntunan

10 Apr 2022, 04:46 WIB

Memuliakan Tetangga

Allah SWT menyuruh kita berbuat baik kepada tetangga yang jauh maupun dekat.

OLEH A SYALABY ICHSAN

Hidup bertetangga menjadi salah satu ciri khas dalam masyarakat Muslim. Alquran dan Sunnah menaruh perhatian besar kepada hak-hak tetangga.

Terlebih, selama Ramadhan yang mulia ini. Ada ekstra pahala bagi kita yang berbagi menu berbuka puasa kepada tetangga. Pertama, berbuat baik kepada tetangga. Kedua, pahala memberikan makanan kepada orang berbuka. 

Secara eksplisit, Allah SWT bahkan menyuruh kita untuk berbuat baik kepada tetangga baik yang jauh maupun dekat. Begitupun Sunnah Rasulullah SAW yang memperlihatkan bahwa Jibril selalu berwasiat tentang hak tetangga. Sampai-sampai, beliau SAW menyangka jika Allah menjadikan tetangga sebagai ahli waris.

Para ulama berbeda pendapat mengenai definisi tetangga. Aisyah RA menjelaskan, tetangga ialah 40 rumah ke semua penjuru. Sementara Ali bin Abi Thalib berpendapat, tetangga ialah yang mendengar panggilan. Yakni, setiap yang sampai kepadanya suara azan tanpa menggunakan alat pembesar suara (sound system).

Lantas, bagaimana perintah Alquran dan Sunnah untuk menata hidup bertetangga?

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS an-Nisa: 36). 

Syekh Hasan Ayyub dalam As-Suluk Al-Ijtima’i: Membangun Masyarakat Berperadaban Islami mengutip penjelasan Al Qurthubi terkait ayat ini. Jika sebelumnya Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini berdasarkan kondisi geografis dalam arti sesungguhnya yakni tetangga yang berada di lokasi terdekat dan lokasi terjauh, maka Al Qurthubi berpendapat, makna ayat al-jari dzil qurba (tetangga yang dekat) maksudnya adalah Muslim. Sementara itu, al jari al-junub (tetangga jauh) dimaknai sebagai Yahudi dan Nasrani.

Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW juga bersabda, “Sahabat yang baik di sisi Allah ialah yang paling baik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya.” (HR At-Tirmidzi).

 
Sahabat yang baik di sisi Allah ialah yang paling baik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya.
 
 

Pada hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya.. “ (HR Bukhari dan Muslim).

Kita dilarang keras untuk menyakiti tetanga. Akibatnya amat mengerikan bahkan jika dia adalah seorang yang ahli ibadah.

Kita patut khawatir tentang apa yang disabdakan Rasulullah SAW mengenai seorang yang rajin shalat dan puasa tetapi tempatnya merupakan neraka. Dari Abu Hurairah RA berkata, “Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW. ‘Wahai Rasulullah, fulanah banyak shalat dan puasa tetapi ia ucapannya suka menyakiti tetangganya.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘ Ia calon penghuni neraka.’ Laki-laki tersebut berkata lagi. “Wahai Rasulullah, fulanah yang satu shalat dan puasanya biasa saja. Sedekahnya juga hanya sedikit tetapi ia tidak suka menyakiti tetangganya,” Beliau berkata, “Ia calon penduduk surga.” 

Ulama mengatakan, ada tiga jenis tetangga. Pertama yang memiliki satu hak. Kedua yang memiliki dua hak. Ketiga, memiliki tiga hak.

Tetangga jenis pertama adalah tetangga musyrik. Meskipun kafir, ia punya hak diperlakukan dengan baik dan tak boleh disakiti. Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengungkapkan, “Pesan agar berbuat baik kepada tetatangga itu diperintahkan dan dianjurkan, baik tetangga tersebut Muslim ataupun kafir. Inilah pandangan yang benar.”

Jenis tetangga kedua adalah yang memiliki dua hak yakni dia adalah tetangga sekaligus Muslim. Untuk tetangga jenis ketiga adalah haknya sebagai tetangga, Muslim dan kerabat.

 
Sungguh berbeda bagaimana kita memperlakukan tetangga yang miskin dan kaya dan tetangga dekat dan jauh.
 
 

Begitu banyak cara untuk memuliakan tetangga sesuai dengan kondisi tetangga tersebut. Sungguh berbeda bagaimana kita memperlakukan tetangga yang miskin dan kaya dan tetangga dekat dan jauh.

Rasulullah SAW berpesan, “Hai Abu Dzar. Jika kamu mamasak sayur, perbanyaklah kuahnya dan perhatikan tetanggamu.” Dalam hadis lainnya, beliau SAW juga berpesan, “Wahai wanita Muslimah, janganlah kamu meremehkan tetangga sekalipun hanya dengan memberi telapak kaki kambing.”

Imam Al Ghazali berkata dalam Ihya Ulumuddin, jika di antara hak tetangga adalah mengawali mengucap salam, tidak memperpanjang bicara dengannya, tidak banyak bertanya tentang keadaannya, karena hal itu akan menyakiti.

Hak lainnya yakni menjenguknya kala ia sakit, dan takziah apabila mendapat musibah. Tetangga kita juga berhak mendapatkan ucapan selamat jika ada berita gembira, turut bahagia bila ia senang, memaafkan kesalahannya, tidak mengintip/melihat rahasia atau aibnya, tidak menyempitkannya dengan cara meletakkan benda pada dindingnya.

Selain itu, tidak membuang air di depan rumahnya, tidak mempersempit jalannya, lembut kepada anak-anaknya, tidak menguping percakapan, menundukkan pandangan dari istrinya, hingga membimbing kepada perkara agama yang belum mereka ketahui.

Hak tetangga pun menjadi lebih agung manakala dia miskin, janda, yatim dan jompo. Wallahu a’lam.


Jokowi: Setop Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden!

Survei menunjukkan rakyat menolak usul elite politik yang menginginkan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

SELENGKAPNYA

'Raja' Tumbang karena Hama

Kopi Indonesia pernah merajai pasar dunia di masa lalu. Menyerah karena karat daun.

SELENGKAPNYA

Bedah Makna Tujuan Puasa

Dalam Alquran, kewajiban shaum Ramadhan memiliki tujuan yang jelas.

SELENGKAPNYA
×