Presiden AS Joe Biden bersiap menyingsingkan lengan bajunya sebelum menjalani vaksinasi Covid-19 dosis ketiga di Gedung Putih, Rabu (30/3/2022). | AP/Patrick Semansky

Internasional

08 Apr 2022, 03:45 WIB

WHO Sebut Penurunan Kasus Covid-19

WHO memperkirakan, subvarian omikron yang digabungkan bisa menjadi sekitar 10 persen lebih menular.

JENEWA -- Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (6/4) mengatakan, jumlah kasus virus korona yang dilaporkan secara global telah turun selama dua pekan berturut-turut. Kematian akibat Covid-19 yang dikonfirmasi juga turun, pekan lalu.

Dalam laporan pandemi terbarunya, WHO mengatakan, dari sembilan juta kasus dilaporkan, terjadi penurunan 16 persen dari pekan sebelumnya dan lebih dari 26 ribu kematian baru akibat Covid-19. Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini mengatakan, infeksi virus korona dikonfirmasi turun di semua wilayah di dunia.

Namun, WHO memperingatkan bahwa ada ketidakpastian jumlah yang dilaporkan. Alasannya, banyak negara telah menghentikan pengujian luas untuk virus korona. Artinya, kemungkinan banyak kasus tidak terdeteksi.

WHO terus memperingatkan negara-negara untuk tidak melepaskan protokol Covid-19 terlalu tergesa-gesa. Badan dunia ini memperkirakan bahwa varian masa depan dapat menyebar dengan mudah jika sistem pengawasan dan pengujian ditangguhkan.

Lembaga kesehatan global itu mengatakan, mereka melacak subvarian XE yang merupakan rekombinasi dari dua versi: BA.1 dan BA.2. Subvarian XE ini pertama kali terdeteksi di Inggris pada Januari.

Laman resmi badan kesehatan Inggris, UK Health Security Agency (UKHSA), pada 25 Maret lalu mencatat, ada 637 kasus subvarian XE di Inggris. Saat ini, UKHSA sedang menganalisis tiga rekombinan, yaitu XF, XE, dan XD. Untuk varian XD dan XF adalah rekombinan dari delta dan omikron BA.1.

Pekan lalu, Inggris mengatakan, Covid-19 telah mencapai tingkat rekor di seluruh negeri. Statistik pemerintah memperkirakan bahwa sekitar satu dari 13 orang terinfeksi. Angka-angka itu tercatat pada hari yang sama ketika Pemerintah Inggris menanggalkan program pengujian gratisnya.

Kasus pertama subvarian XE juga ditemukan di Mumbai, India, Rabu. Menurut the Hindu, lembaga kesehatan Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) menemukan satu kasus XE dari 230 pasien positif Covid-19. Namun, beberapa jam kemudian, Kementerian Kesehatan India menyangkal temuan kasus XE tersebut.   

WHO memperkirakan, subvarian omikron yang digabungkan bisa menjadi sekitar 10 persen lebih menular daripada mutasi sebelumnya. Tetapi, bukti lebih lanjut masih diperlukan.

Sementara itu, pihak berwenang Cina melakukan lebih banyak pengujian massal di seluruh Shanghai pada pekan ini. Kota itu telah mencatat lebih dari 90 ribu kasus, tetapi tidak ada kematian selama wabah itu berlangsung.

Terlepas dari meningkatnya frustrasi dan kekhawatiran publik tentang dampak ekonomi, Cina mengatakan, tetap berpegang pada pendekatan garis keras “tanpa toleransi”. Tindakan ini mengamanatkan penguncian, pengujian massal, dan isolasi wajib dari semua kasus yang dicurigai dan kontak dekat. 


Pawai Damar Kurung Menyambut Ramadhan

Menjadi sarana edukasi dan menjaga budaya cahaya yang mulai meredup

SELENGKAPNYA

Terminal dan Stasiun Layani Booster

Vaksinasi booster seharusnya bukan karena untuk mudik, tapi untuk melindungi diri dari terinfeksi Covid-19.

SELENGKAPNYA

PDIP Singgung Kekuatan Politik Luhut

Kondisi Indonesia saat ini memerlukan fokus dari para menteri di kabinet untuk bekerja sesuai bidang.

SELENGKAPNYA
×