Pesepak bola Persipura Jayapura Yohanes Pahabol (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya Elisa Basna (dua kiri) usai mencetak gol ke gawang Persikabo 1973 saat pertandingan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (22/11/2021). Dal | ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Olahraga

07 Apr 2022, 10:28 WIB

Persipura: Selidiki Laga PSS Vs Persija dan Persib Vs Barito

Ketua Umum Persipura telah menyerahkan surat permohonan investigasi ini.

JAYAPURA -- Manajemen Persipura Jayapura meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melakukan penyelidikan terhadap dua laga di pekan ke-34 Liga 1 2021/2022. Persipura meminta Komisi Disiplin dan Komite Etik PSSI untuk menginvestigasi laga PSS kontra Persija Jakarta dan Persib Bandung kontra Barito Putera.

Ketua Umum Persipura Benhur Tomi Mano menyatakan telah menyerahkan surat permohonan investigasi ini. Menurut dia, langkah ini diambil karena Persipura melihat ada dugaan pelanggaran regulasi.

"Terkait dugaan pelanggaran fair play dan dugaan pelanggaran regulasi BRI Liga 1 2021/2022, permohonan kami ajukan kepada Komisi Disiplin dan Komite Etik. Bila nantinya ada pelanggaran etik, ya, bisa sekaligus ditangani," kata Benhur pada Rabu (6/4).

Hal yang dituduhkan di antaranya adalah dugaan klub tertuding yang tidak memainkan pemain terbaiknya serta adanya hubungan beberapa klub soal kepemilikan. "Sementara ramai beredar di ruang publik bahwa ada beberapa klub yang memiliki koneksi atau hubungan kepemilikan atau sejenisnya," kata Benhur.

Dia pun menyoroti adanya pemain yang sengaja tidak memasukkan bola ke gawang lawan saat memiliki peluang, termasuk dari penalti. Hal itu dibuktikan Benhur dari potongan video yang dikumpulkan oleh Persipura.

"Di potongan video yang beredar di publik terlihat jelas bagaimana reaksi pemain tersebut saat rekannya menciptakan gol, patut diinvestigasi juga. Kalau kamu benar-benar mau menang, pasti kamu gembira saat temanmu bikin gol. Iya, kan?" kata Benhur.

 

Benhur menuding, seharusnya penambahan perangkat pertandingan ditambah, maka akan banyak pelanggaran yang bisa dilihat secara teliti. "Sebanyak itu perangkatnya, masa, tidak ada yang lihat ada lebih dari satu pelanggaran saat penalti itu?" kata Benhur. 

"Nah, dengan tambahan jumlah perangkat yang disampaikan Ketua Umum PSSI, apakah tujuannya terlaksana? Bagi kami, tidak. Terutama pada pertandingan tersebut,"  katanya menambahkan.

Benhur mengatakan, kedua pertandingan tersebut sudah menjadi pembicaraan publik yang menimbulkan banyak pertanyaan. Untuk itu Persipura memberikan surat permohonan ini agar membantu PSSI dalam menjaga asas fair play, integritas, dan profesionalitas kompetisi. 

"Harusnya PSSI sebagai federasi proaktif, tapi tidak ada, karena kami lihat federasi tenang-tenang saja saat integritas sepak bola dipertanyakan publik, maka kami bergerak untuk membantu PSSI. Bantuan kami ini sudah seharusnya didukung oleh PSSI karena terkait football integrity yang selalu mereka dengung-dengungkan," kata Benhur.

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, Persipura memang punya hak untuk mengajukan keberatan. Namun, Yunus mengakui, pihaknya belum menerima surat apa pun dari Persipura terkait hal ini. 

"Kami baru tahu dari media. Dan, ya, pastinya semua klub punya hak yang sama untuk mengajukan keberatannya," kata Yunus kepada Republika, kemarin.

 
Pastinya semua klub punya hak yang sama untuk mengajukan keberatannya.
 
 

Yunus tidak mempermasalahkan keinginan Persipura untuk mengajukan permohonan ke FIFA dan CAS. Menurut dia, itu sah-sah saja dan dia memastikan pihaknya sebagai federasi tertinggi sepak bola Indonesia tidak merasa keberatan atau dilangkahi. 

"Ya, silakan aja kalau jalur itu yang digunakan. Sejauh ini belum ada (surat permohonan dari Persipura untuk investigasi). Nanti saya cek, sudah lima hari saya di luar kantor," katanya. 

Senada dengan itu, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengaku belum mendapat laporan dari anggotanya terkait permohonan tersebut. "Saya belum membaca Persipura sebagai klub akan melakukan upaya hukum, yang saya baca ada seorang pengacara yang akan menggugat," kata Akhmad kepada Republika

"Harus jelas legal standing-nya menggugat sebagai apa dan mau gugat lewat jalur mana juga belum jelas, jadi saya belum melihat berita itu secara utuh," kata dia menambahkan.

Hasil akhir dari dua laga yang Persipura tudingkan memang kebetulan membuat Pasukan Mutiara Hitam harus terdegradasi ke Liga 2. Saat itu, Persija kalah telak 0-3 dari PSS yang membuat Elang Super Jawa terbebas dari zona merah. Kemudian, hasil imbang Persib melawan Barito juga merugikan Persipura. Barito lolos dari jurang degradasi, sedangkan Persipura terjerumus ke dalamnya.


Menyadari Adanya Problem

Memahami dan mengidentifikasi personal problems berarti separuh problem dan beban hidup sudah terselesaikan.

SELENGKAPNYA

Menuju Nilai Ilahiah

Ramadhan merupakan bulan kepedulian kepada orang lain yang hidup kekurangan.

SELENGKAPNYA

Pertamina: Konsumsi Pertalite Naik

Pertamina mengeklaim stok Solar dan Pertalite berstatus aman di SPBU.

SELENGKAPNYA
×