Jihad Literasi Rossy Penyintas Kanker | Istimewa

Uswah

13 Mar 2022, 04:22 WIB

Jihad Literasi Rossy Penyintas Kanker

Untuk menggapai mimpinya itu, Rossy sama sekali tak mengharapkan rupiah.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Dalam bidang literasi, Indonesia menjadi negara yang mendapatkan peringkat dua paling bawah. Rendahnya ranking ini masih menjadi masalah mental yang perlu dibenahi.

Rossy Nurhayati, Muslimah asal Ciamis, Jawa Barat, merupakan salah satu pegiat literasi yang menebarkan semangat membaca kepada masyarakat sekitar. Pendiri Taman Bacaan Masyarakat Cahaya Ilmu itu memiliki sejumlah trik dan cara dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat agar gemar membaca.

“Karena saya hobi membaca buku sejak kecil, saya punya cita-cita memiliki perpustakaan pribadi. Ke sini-sininya, saya punya keinginan yang kuat untuk mengajak orang agar lebih dekat dengan dunia literasi,” kata Rossy saat dihubungi Republika, Rabu (9/3).

 
Saya punya keinginan yang kuat untuk mengajak orang agar lebih dekat dengan dunia literasi.
 
 

Rossy yang kerap disapa dengan panggilan ‘Umi’ oleh masyarakat sekitar ini mulai menebarkan semangat membaca sejak 2001. Rossy bergerak dari lingkup keluarga, anak-anak, hingga kaum ibu.

Upayanya dalam memperkenalkan budaya literasi terus dilakoninya meski menemui banyak tantangan. Untuk menggapai mimpinya itu, Rossy sama sekali tak mengharapkan rupiah. Dia hanya berharap apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan mendatangkan doa beserta senyuman.

Rossy memiliki segudang trik dalam mengajak orang gemar membaca. Dia bercerita bagaimana pendekatannya kepada masyarakat mengenai buku. “Dulu 2001 di Garut, kami tinggal nggak jauh dari Situ Lengkong Panjalu. Di sana kumpul anak-anak, lalu kita mulailah ajak komunikasi. Kita ceritakan tentang Kerajaan Panjalu, kita buat mereka kepo dulu. Nah, rasa penasaran itulah yang kemudian memicu mereka bertanya-tanya mengenai buku yang berkaitan dengan cerita tersebut,” kata Rossy.

Seiring berjalannya waktu, kiprah Rossy dalam menumbuhkan semangat literasi di wilayahnya kian meluas. Pada September 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan berupa Anugerah Aksara atas kiprah Rossy sebagai pegiat literasi.

Tidak menyerah divonis kanker darah

Sebelum berubah nama menjadi Taman Bacaan Masyarakat Cahaya Ilmu Panjalu, Rossy menamainya dengan Rumah Iqra Cahaya Ilmu. Terdapat 42 anak dan beberapa ibu yang tak hanya melakukan aktivitas membaca. Mereka menggali ilmu agama, mengaji Alquran serta menghafal hadis.

Pada 2008, Rossy dihadapkan pada sebuah ujian. Dia divonis mengidap kanker darah. Tiga tahun berselang, kankernya telah masuk ke tahapan stadium empat. “Semua dokter bilang, saya nggak akan bisa melewati hidup sampai 2012,” ujar dia.

 
Semua dokter bilang, saya nggak akan bisa melewati hidup sampai 2012.
 
 

Rossy sempat mengalami kelumpuhan setahun dan tak bisa melihat selama sebulan. Penderitaannya kian lengkap saat tidak bisa berbicara selama tiga bulan. Namun dalam kondisi demikian, ia tetap mempersilakan anak-anak di taman bacaan untuk datang menyetor hafalan.

“Silakan saya datang, meskipun kondisi saya hanya berbaring, nggak bisa ngapa-ngapain, saya masih bisa berikan kode. Entah itu membunyikan piring atau menuliskan huruf A sebagai kode hafalannya bagus dan seterusnya,” kata dia.

Rossy berharap apa yang dia lakukan semata-mata hanyalah keikhlasan karena Allah SWT. Ia ingin menyisakan hal-hal baik yang bermanfaat bagi orang banyak, sebagaimana bunyi sebuah hadis yang menjadi motivasi besar bagi makna hidupnya, “Khairunnas anfa’uhum linnas.” Yang artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.”

Dia berharap, kiprahnya dalam memperjuangkan literasi di Indonesia menghasilkan manfaat bagi generasi bangsa. Dia percaya, di rumah baca tersebut, terdapat cahaya cinta dan doa yang ia rasakan betul kehadirannya.

 

PROFIL

Nama Lengkap : Rossy Nurhayati

Lahir                   : Ciamis 22 September 1979

Riwayat Pendidikan : SI PAI di STAISA Jakarta ( 2007 - 2010 )

Riwayat Aktivitas :

•Pendiri & ketua Rumah Baca Cahaya Ilmu - Panjalu Ciamis Jawa Barat (2008 - s/d sekarang )

• Ketua TBM Cahaya Ilmu ( 2013 - s/d sekarang )

• Ketua Yayasan Cahaya Ilmu Panjalu (2015 - Sekarang ) 

• Ketua Forum TBM Kab Ciamis ( 2017 - Sekarang )

• Pendiri TBM Wahana Edukasi Sukahaji - Cihaurbeuti Ciamis Waterboom ( 2014 - Sekarang ) 

• Pendiri Komunitas Literasi Panjalu ( 2017 - Sekarang ) 

• Pendiri Komunitas Cinta Baca ( 2019 - Sekarang )

 

Prestasi : 

• Pejuang Literasi tingkat Nasional ( Nugra jasa Dharma Pustaloka ) dari Perpusnas RI tahun 2019

• Apresiasi vidio Literasi Masyarakat dari Kemendikbud RI tahun 2020


Melawan Kemiskinan

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan.

SELENGKAPNYA

Gus Milal Ungkap Pentingnya Sanad Ilmu

Sanad berkaitan erat dengan tanggung jawab spiritual hingga yaumul akhirah.

SELENGKAPNYA

Telusur Sejarah Khalifah

Dengan menelaah sejarah para khalifah, ada banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik.

SELENGKAPNYA
×