Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan keberhasilan transformasi BUMN mendapat respons positif dari Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini disampaikan Erick usai bertemu Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed al-Mazroei da | Istimewa

Ekonomi

09 Mar 2022, 08:36 WIB

UEA Apresiasi Keberhasilan Transformasi BUMN

Keberhasilan transformasi BUMN mendorong kepercayaan dari UEA untuk meningkatkan kerja sama.

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, keberhasilan transformasi BUMN mendapat respons positif dari Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini disampaikan Erick usai bertemu Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed al-Mazroei dan jajarannya di Jakarta, Senin (7/3).

Menurut Erick, antusiasme UEA didasari dengan pencapaian laba bersih BUMN secara konsolidasi yang meningkat signifikan. Erick mengatakan, laba bersih BUMN secara konsolidasi pada 2021 mencapai Rp 90 triliun atau melonjak tajam dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 13 triliun.

"Ini kenaikan luar biasa yang mendapat apresiasi langsung dari Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed al-Mazroei," kata Erick di Jakarta, Selasa (8/3). 

Erick menilai, keberhasilan transformasi BUMN mendorong kepercayaan dari UEA untuk meningkatkan kerja sama dengan BUMN. Erick menyebutkan, UEA telah menyampaikan ketertarikannya untuk meningkatkan berbagai kerja sama dengan BUMN untuk sektor kesehatan, pangan, dan energi. 

Erick menyampaikan, Kementerian BUMN sejak awal menaruh prioritas terhadap tiga sektor tersebut. “Kehadiran pandemi membuka mata kita dan menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, dan energi," ujar Erick.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

 

Erick mengatakan, BUMN saat ini telah memiliki sejumlah holding, seperti holding pangan, holding farmasi, holdingrumah sakit, dan holding Indonesia Battery Corporation (IBC) yang terbuka untuk bekerja sama dengan UEA. Erick berharap, kerja sama dengan UEA tak sekadar memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam membangun ketahanan pangan, kesehatan, dan energi, tapi juga mampu menaikkan daya saing BUMN di kancah internasional.

"UEA akan terus meningkat kerja sama investasi dengan BUMN untuk kemandirian kesehatan, pangan, dan energi. Kita berharap, ini akan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan," ujar Erick.

Erick mengatakan, arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan menjadi fokus Indonesia dalam Presidensi Indonesia di G-20. Erick menyebutkan, Indonesia akan terus mendorong terwujudnya pemerataan akses vaksin Covid-19 dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif melalui partisipasi UMKM serta ekonomi digital.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Komitmen baru pemerintah UEA untuk menyalurkan investasi hingga mencapai 32,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 457 triliun di Indonesia diyakini akan memajukan infrastruktur vital dan proyek-proyek strategis nasional. Prospek masa depan ekonomi Indonesia, terutama di sektor-sektor industri yang dikelola BUMN, mampu mendatangkan modal yang akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Erick menambahkan, dari potensi investasi 32,7 miliar dolar AS, sebanyak 18 miliar dolar AS akan dialokasi kepada BUMN, di antaranya, melalui Pertamina, PLN, dan Pelindo. Hal itu bertujuan untuk mendukung transformasi di ketiga BUMN itu dalam melakukan percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Sebelumnya, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia dan Emirates sepakat untuk bekerja sama dalam memperluas jaringan penerbangan. Kesepakatan tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua maskapai.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyambut baik kerja sama dengan Emirates. Menurut dia, kerja sama tersebut akan memperkuat jaringan internasional Garuda Indonesia, khususnya di wilayah Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Selain itu, kerja sama ini juga menghadirkan nilai tambah bagi pengguna jasa Emirates. "Melalui jaringan domestik Garuda Indonesia yang luas, para penumpang lanjutan dari Emirates dapat menikmati layanan penerbangan terbaik ke berbagai destinasi prioritas di Indonesia," kata Irfan. 

Chief Commercial Officer Emirates, Adnan Kazim, mengaku senang dapat menjalin kemitraan codeshare dengan Garuda Indonesia. "Kemitraan ini memberikan pelanggan kami akses ke lebih banyak tujuan di Indonesia serta konektivitas tanpa batas dan nyaman ke delapan tujuan domestik di Indonesia ke dan dari Dubai dan ke jaringan global kami melalui Jakarta dan tiga tujuan melalui Denpasar," kata Kazim.

Menurut Kazim, Indonesia adalah pasar yang penting bagi Emirates. Kerja sama dengan Garuda Indonesia merupakan bukti komitmen Emirates untuk terus memperkuat jaringan dan meningkatkan penawaran maskapai. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (erickthohir)


×