Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 ke seorang anak di Bandar Lampung, Lampung, Selasa (11/1/2022). Jenis vaksin ketiga yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan. | ANTARA FOTO/Ardiansyah/foc.

Kabar Utama

Presiden: Booster Gratis untuk Semua

Jenis vaksin booster yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan.

 

JAKARTA – Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster kepada masyarakat resmi dimulai hari ini, Rabu (12/1). Pemerintah memastikan vaksinasi dosis ketiga ini akan diberikan secara gratis dan diprioritaskan bagi masyarakat lanjut usia (usia) dan kelompok rentan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Untuk itu, saya telah memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena sekali lagi, saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama,” kata Presiden Joko Widodo saat konferensi pers terkait vaksinasi dosis ketiga di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/1).

Jokowi menekankan, vaksinasi booster ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid-19 yang terus bermutasi. Vaksinasi ketiga ini hanya dapat diberikan kepada masyarakat dewasa usia 18 tahun ke atas yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi booster hanya akan diberikan kepada kabupaten/kota yang telah memenuhi kriteria 70 persen suntikan pertama dan 60 persen untuk suntikan kedua. Kementerian Kesehatan mengidentifikasi terdapat sekitar 21 juta sasaran yang sudah masuk dalam kategori ini per Januari ini.

Budi menegaskan, pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 akan mempertimbangkan dua hal. Pertimbangan pertama adalah hasil penelitian yang dilakukan peneliti dalam dan luar negeri. Kombinasi vaksin booster yang akan diberikan mulai hari ini juga sesuai pertimbangan yang disebutkan dan sesuai kesiapan dari vaksin yang tersedia.

Untuk penerima Sinovac pada dosis pertama dan kedua akan diberikan booster setengah dosis Pfizer atau setengah dosis vaksin Astrazeneca. Sementara penerima Astrazeneca pada dosis pertama dan kedua, booster-nya menggunakan setengah dosis Moderna.

“Ini kombinasi awal dari rezim vaksin booster yang akan kita berikan sesuai ketersediaan yang ada. Yang nantinya bisa berkembang hasil research yang baru. Semua kombinasi mendapat rekomendasi BPOM dan ITAGI. Sudah sesuai dengan rekomendasi WHO, bisa homolog atau heterolog,” ujar dia.

Budi mengatakan, beberapa penelitian dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa booster heterolog menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster homolog. Booster dengan setengah dosis juga menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh. Namun, keuntungan dari pemberian setengah dosis booster adalah efek samping yang lebih ringan.

Menkes menyebut, seluruh kombinasi ini sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kelompok Penasihat Teknis Indonesia tentang Imunisasi (ITAGI).

Terkait vaksin booster yang digunakan ini agak berbeda dengan pernyataan resmi BPOM. Pada Senin (10/1), BPOM menetapkan lima vaksin Covid-19 untuk booster. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, kelima vaksin tersebut yakni Coronovac BioFarma/Sinovac, Moderna, Pfizer, Astrazeneca, dan Zifivax.

Perbedaan terlihat di vaksin booster heterolog. Bagi penerima dosis pertama dan kedua vaksin Sinovac atau Sinopharm, booster-nya menggunakan Zifivax. Sementara penerima dosis pertama dan kedua vaksin Pfizer, Astrazeneca, dan Johnson&Johnson, akan menggunakan booster Moderna.

Ditentukan petugas

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengatakan, jenis vaksin ketiga yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan. Pemberian vaksinasi booster akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Jenis vaksin ketiga yang diberikan akan ditentukan oleh petugas kesehatan, berdasarkan riwayat vaksinasi dosis 1 dan 2 yang diterima dan sesuai ketersediaan vaksin di tempat layanan,” kata Widya.

Masyarakat yang termasuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin booster dapat mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di website dan aplikasi PeduliLindungi. Tiket tersebut dapat digunakan di fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat pada waktu yang sudah ditentukan.

photo
Petugas berkostum superhero Captain Amerika dan Hulk berdialog dengan peserta saat vaksinasi Covid-19 bersama super hero untuk anak usia 6-11 tahun di SD Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta, Selasa (11/01/2022). Vaksinasi bersama super hero tersebut guna meningkatkan minat anak-anak mengikuti vaksinasi Covid-19. - (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat yang telah memenuhi persyaratan booster vaksinasi Covid-19 dosis ketiga, segera mendatangi sentra vaksinasi. Pelaksanaan booster vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat umum dimulai pada hari ini.

“Mohon kepada seluruh masyarakat di wilayah kabupaten/kota yang menjadi daerah prioritas vaksinasi booster dan memenuhi persyaratan tersebut untuk mendatangi sentra vaksinasi terdekat,” kata Wiku.

Wiku meminta masyarakat tidak memilih-milih jenis vaksin booster. Dia memastikan, seluruh vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat BPOM memiliki efektivitas yang sama untuk menangkal Covid-19. Perlu kami sampaikan bahwa seluruh vaksin apapun jenisnya baik untuk keperluan dosis 1, 2, maupun booster atau vaksin dosis ketiga ialah sama efektifnya,” kata Wiku.

Dia menambahkan, pada prinsipnya, sebelum vaksin disuntikkan juga telah banyak tahapan uji proses yang panjang. Sebab, kata Wiku,  pengembangan vaksin semata-mata dilakukan untuk menjamin efektivitasnya.

Menurutnya, upaya vaksinasi lanjutan ini dapat dilakukan dengan jenis vaksin yang sama atau homolog atau dengan jenis vaksin yang berbeda dari yang disuntikkan sebelumnya atau heterolog.

Wiku menambahkan, hasil kajian dari BPOM menghasilkan keputusan berupa penerbitan izin darurat penggunaan vaksin booster kepada kelima jenis vaksin yang digunakan untuk booster.

“Yaitu  Coronavac, Pfizer,  Astrazeneca, yang akan disuntikkan secara homolog, Moderna yang disuntikkan secara homolog maupun heterolog, dan Zifivax secara heterolog,” katanya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Vaksinasi tak Mengurangi Risiko Tertular Omikron

Gejala Covid-19 varian omikron dinlai lebih ringan dari varian delta

SELENGKAPNYA

Siaga Omikron Jika Keterisian Rumah Sakit 30 Persen

Tak perlu saling menyalahkan pihak lain dalam penanganan Covid-19 varian omikron.

SELENGKAPNYA