Pendukung Real Madrid | EPA

Olahraga

Los Blancos Real Madrid Kian Digdaya 

Real Madrid hingga kini belum terkalahkan dalam sembilan laga terakhir.

MADRID -- Satu lagi tantangan besar sukses dijawab Real Madrid dengan sempurna, terutama dalam persaingan perebutan gelar juara La Liga Spanyol musim ini. Los Blancos membungkam juara bertahan sekaligus rival sekotanya, Atletico Madrid, 2-0, Senin (13/12) dini hari WIB. 

Gol cepat Los Blancos pada awal masing-masing babak, tepatnya pada menit ke-16 dan menit ke-57, menjadi penanda perbedaan kualitas antara Los Blancos dan Los Rojiblancos dalam laga di Stadion Santiago Bernabeu. Winger asal Brasil, Vinicius Junior, menjadi arsitek dua gol Madrid yang masing-masing dicetak Karim Benzema dan Marco Asensio. 

Kemenangan ini membuat Madrid terus berlari dan memimpin persaingan perebutan titel La Liga. Madrid kini menjauh dari kejaran para pesaing terdekatnya di papan klasemen sementara. Telah melakoni 17 laga, Madrid mengoleksi 47 poin atau unggul delapan poin dari Sevilla yang berada di peringkat kedua dan sembilan angka dari Real Betis yang menguntit di posisi ketiga. 

Sementara dengan Los Rojiblancos yang bertengger di peringkat keempat dan Real Sociedad di posisi kelima, Los Blancos unggul 13 poin. Keunggulan poin Los Blancos ini seolah membuat sisa satu laga yang masih dikantongi Sevilla dan Atletico Madrid menjadi tidak berarti. 

Begitu pula dengan penanda kedigdayaan Madrid di pentas La Liga musim ini, setidaknya hingga jornada ke-17. Kemenangan atas Atletico ini jadi kemenangan ketujuh secara beruntun Madrid di La Liga. Total, Madrid tidak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir, tepatnya sejak dibungkam Espanyol, 1-2, awal Oktober silam. 

Secara keseluruhan, Madrid telah mengemas 10 kemenangan beruntun dengan hanya menelan dua kekalahan dari 23 laga pada awal musim ini di semua ajang. Di titik ini, Madrid seolah tanpa pesaing berat dalam perburuan posisi puncak klasemen sementara La Liga. 

"Bisa dikatakan, kami adalah favorit juara. Kami telah melakukan tugas dan terbukti lebih baik dari pesaing-pesaing terdekat kami. Namun, kami tidak boleh kehilangan fokus. Penurunan konsentrasi dan fokus akan berakibat fatal," kata pelatih Madrid Carlo Ancelotti, seperti dilansir laman resmi klub. 

Setelah terbukti bisa melewati adangan sebagian besar pesaing terdekatnya, kini musuh terbesar Los Blancos adalah diri mereka sendiri. Kemampuan untuk menjaga konsistensi, fokus, dan konsentrasi selama 90 menit laga menjadi tuntutan teranyar Ancelotti. 

Mantan pelatih Bayern Muenchen dan AC Milan itu tidak mau anak asuhnya tergelincir justru saat menghadapi lawan-lawan yang di atas kertas jauh lebih lemah. Kekalahan mengejutkan dari Espanyol, 1-2, atau kegagalan memetik poin penuh kala ditahan imbang Osasuna, 0-0, tentu menjadi hal yang tidak diharapkan Ancelotti melakoni perjalanan di sisa musim ini.

 
Penurunan konsentrasi dan fokus akan berakibat fatal.
 
 

Madrid akan melakoni dua partai lagi sebelum menutup paruh pertama musim ini, tepatnya saat menghadapi Cadiz dan Athletic Bilbao pada sepanjang pekan ini. Kemenangan di dua laga tersebut diikuti dengan kegagalan Atletico Madrid ataupun Sevilla memetik kemenangan di laga sisa akan membawa Los Blancos memastikan status sebagai juara paruh pertama La Liga musim ini. 

Barcelona terpuruk

Ketika Madrid tampil impresif, hal berbeda ditunjukkan rival abadi mereka, Barcelona. Berselisih 18 poin di papan klasemen dengan Madrid, Barcelona masih belum bisa membalik grafik permainannya ke arah yang lebih baik. 

Hasil imbang 2-2 di kandang Osasuna, Ahad (12/12) malam WIB, menjadi kekecewaan teranyar Xavi Hernandez sebagai pelatih. Barcelona tercatat tanpa kemenangan di laga terakhir di semua ajang, termasuk saat dibungkam Bayern Muenchen, 0-3, dan tersingkir dari pentas Liga Champions musim ini. 

Xavi Hernandez, yang ditunjuk menggantikan Ronald Koeman, mulai menunjukkan rasa frustrasinya terhadap performa Blaugrana. Mantan kapten dan gelandang Barcelona itu dinilai mewarisi skuad yang kehilangan konsep dan filosofi permainan yang selama ini identik dengan Blaugrana. 

''Ada begitu banyak hal yang harus diperbaiki di tim ini. Target kami sederhana, untuk bisa tampil kompetitif dan setidaknya bisa finis di empat besar,'' kata Xavi, dikutip Marca

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat