Ilustrasi Pertandingan E-Sports pada 2019. | Republika/Prayogi

Olahraga

PON XX Papua Jadi Tonggak Sejarah E-Sport Indonesia

E-sports di PON menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menjajal keahliannya.

JAKARTA — Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan menjadi tonggak bersejarah bagi e-sport Indonesia. Untuk kali pertama e-sport akan menjadi salah satu dari 11 cabang olahraga (cabor) yang ditampilkan secara ekshibisi. Cabor ini akan dipertandingkan di Lapangan Hoki Indoor, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, dengan memberikan izin kehadiran penonton.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang juga menjabat sebagai dewan pembina Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) membuka pertandingan Ekshibisi Esports Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Selasa (21/9).

Sandiaga menyampaikan, pemerintah mendorong kontribusi ekonomi digital, termasuk e-sports. "Kami di Kemenparekraf mencatat revenue industri games pada 2019 mencapai 1,3 miliar dolar AS dan naik 33 persen dalam satu tahun pada 2020 menjadi 1,8 miliar dolar AS," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Terkait penampilan perdana e-sports di PON, Sandiaga mengatakan, hal ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menjajal keahliannya. "Pelaksanaan e-sports ini dapat memberikan kesempatan bagi para pencinta olahraga untuk bertanding dan membawa nama besar, nama daerah masing-masing di empat kategori permainan," katanya.

Wakil Ketua Umum/Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) Komisaris Jenderal Pol Bambang Sunarwibowo dalam jumpa pers daring  mengatakan bahwa penggelaran Ekshibisi Esports PON XX Papua 2021 memiliki misi dan makna yang luas.

Selain untuk pengembangan dan barometer prestasi e-sport nasional yang dibina oleh daerah, keberhasilan Ekshibisi Esports PON XX Papua 2021 berpotensi mendorong laju ekonomi kreatif digital yang digerakkan oleh makin bertumbuhnya industri pengembang gim lokal dan bisnis-bisnis kreatif lain yang terkait.

Tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Papua, dan Papua Barat menjadi provinsi yang meloloskan atletnya di keseluruhan kategori pertandingan. “Ekosistem e-sport mencakup berbagai bidang, dari olahraga dan sportainment, industri digital, seperti pengembang dan platform-platform gim, e-commerce, teknologi finansial, media, hingga pariwisata,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, ekshibisi ini akan digelar hingga 26 September nanti. Penyelenggaraan ekshibisi ini diklaim mendapat respons tinggi dari insan e-sport Tanah Air.

Ajang ini berhasil menjaring 49.905 atlet dan 10.877 tim e-sport potensial dari 34 provinsi yang mendaftarkan diri di platfrom Garudaku.com untuk berlomba unjuk kemampuan terbaik di babak kualifikasi tingkat provinsi (25 Agustus–5 September) dan babak kualifikasi pra-PON (7-14 September) untuk meraih tiket ke Papua.

Mereka berkompetisi di empat kategori pertandingan, yaitu PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legends: Bang Bang, dan Pro Evolution Soccer (PES) 2021. PUBG Mobile diikuti oleh 19.664 atlet dari 4.916 tim, Free Fire diikuti oleh 13.608 atlet dari 3.402 tim, Mobile Legends: Bang Bang diikuti oleh 11.985 atlet dari 2.397 tim, sedangkan PES 2021 diikuti oleh 3.838 atlet.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat