Sastra
Godaan Akhir Zaman
Oleh EENG NURHAENI
Godaan Akhir Zaman
Di perbatasan Ciboleger menuju daerah Baduy Dalam,
seorang Kepala Suku yang bijak memberi pengarahan,
menjelang akhir zaman ini banyak cobaan dan godaan
jika seseorang memasuki wilayah Baduy Dalam.
Namun demikian, “Pastikan bahwa kalian harus siap
memasuki gerbang sebelah kiri,
dicirikan dengan sebuah pohon jati menjulang tinggi
yang tampak jelas dari kejauhan.”
Lalu, Fulan dan Polan melangkah menuju Baduy Dalam.
Di persimpangan, muncullah sesosok tubuh tinggi dan besar
yang datang entah dari mana,
matanya belo di sebelah kirinya,
memerintahkan keduanya agar melalui jalur kanan.
Lalu kemudian, Polan memilih jalur kanan
yang terdapat pohon Cendana di kejauhan.
“Kenapa kau memilih jalan ke arah situ, Wahai Polan?
Bukankah sudah diperingatkan oleh Kepala Suku?”
Polan pun menjawab bahwa pohon Cendana
terlihat lebih bagus dan mentereng
dan sangat menjanjikan ketimbang pohon jati.
“Lagipula di daerah itu banyak orang kota
mendapatkan bulir-bulir emas di area pesawahan
yang dekat dengan pohon Cendana itu.”
Akhirnya, dapat dipastikan,
bahwa Fulan berhasil memasuki Baduy Dalam
dengan aman dan sehat wal afiat.
Sementara Polan, terkapar oleh luka-luka bacokan
dengan tubuh terkulai bersimbah darah,
meskipun di telapak tangannya masih menggenggam
bulir-bulir emas yang diperebutkan dengan banyak orang.
***
Pengawasan Tuhan
Di zaman serba digital, siapakah yang tidak diawasi?
Superkomputer telah menyaring jutaan titik data
di balik layar ada ribuan kode jam dan pengamatan sunyi,
tak terlihat bahkan tak terdengar sama sekali.
Sebuah geopolitik era baru yang bersinergi
dengan ahli Kriptografi, ahli jaringan dan analisis perilaku.
Kini, kekuatan bukan hanya soal jet temput maupun hipersonik,
tetapi siapakah yang memahami rutinitas lawan.
Namun demikian, Anda takkan berkuasa sepenuhnya,
karena tangan-tangan Tuhan
dapat menyebarkan kumbang-kumbang ganas
yang dapat menyengat tangan dan kelopak mata Anda
pada saat tombol siap dinyalakan.
***
Pasukan Gajah
Dalam surat al-Fil ditegaskan,
bagaimana ketika Tuhan memutuskan tindakan-Nya
yang telah meluluhlantakkan Pasukan Gajah (dari Yaman)
serta membatalkan segala rencana dan agenda mereka.
Saat itu, Tuhan mengutus pasukan burung-burung Ababil
yang membawa batu-batu api dari neraka,
kemudian melontarkan bebatuan itu
kepada seluruh tentara-tentara Raja Abrahah,
sehingga tubuh-tubuh mereka terkapar dan terkulai lemas,
bagaikan daun-daun yang digerogoti ulat.
***
Kesombongan Bani Israel
Dalam surat al-Isra ayat 4 dan 5,
telah ditetapkan tentang keangkuhan
dan kesombongan keturunan Nabi Yaqub
setelah dua kali mereka melakukan kerusakan di muka bumi,
lalu Tuhan mengirimkan pasukan-pasukan yang sangat kuat
untuk memerangi, menaklukkan,
dan menghancurkan negeri mereka,
sebagai balasan atas kejahatan dan keangkuhan mereka.
***
Ketangguhan Persia
Rasulullah pernah memperingatkan para sahabat,
jika bangsa Arab tak sanggup memikul amanat
untuk membela kebenaran dan keadilan (agama Allah),
maka Tuhan akan mendatangkan suatu bangsa
yang akan tegak berdiri demi membela kebenaran dan keadilan.
Saat itu, Abu Hurairah dan sahabat lainnya bertanya:
bangsa manakah yang memikul tugas berat itu, ya Rasulullah?
Sambil menepuk pundak Salman Al-Farisi,
Rasulullah menegaskan, bahwa bangsa dari lelaki inilah
yang akan sanggup memikulnya.
“Bahkan, jika pun kebenaran berada di ketinggian langit ketujuh,
bangsa Persia akan sanggup menggapainya.”
***
Eeng Nurhaeni adalah pengasuh Ponpes Al-Bayan, Rangkasbitung. Ia juga penulis opini untuk harian nasional Republika, Kompas, Media Indonesia, dan lain-lain.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
