Pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar berfoto bersama Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi di Tianjin, Cina, Juli 2021 lalu. Tawaran Presiden Cina datang di tengah Afghanistan kesuliltan dana. | AP/Li Ran/Xinhua
18 Sep 2021, 03:45 WIB

Cina Janji Tambah Bantuan untuk Afghanistan

Tawaran Presiden Cina datang di tengah Afghanistan kesuliltan dana.

BEIJING – Presiden Cina Xi Jinping menjanjikan lebih banyak bantuan untuk Afghanistan, Jumat (17/9). Syaratnya, “pihak terkait” di Afghanistan harus memberantas terorisme. Afghanistan, katanya, juga harus lebih terbuka, inklusif, dan menerapkan kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat.

Menurut Xi, Afghanistan akan mendapat bantuan dari negara anggota Shanghai Cooperation Organization (SCO). SCO harus membantu transisi kekuasaan yang mulus di Afghanistan.

Media Pemerintah Cina menyebutkan, hal itu diungkap Xi melalui video dalam pertemuan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) SCO. SCO terdiri dari Cina, India, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Pakistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Xi juga mengatakan, ada “sejumlah negara” yang seharusnya melakukan tanggung jawab mereka demi masa depan Afghanistan. Namun, mereka justru malah memperkeruh situasi. Tak dijelaskan negara-negara yang dimaksud Xi.

Terkait

Tawaran Xi ini datang di tengah Afghanistan kesuliltan dana. Kementerian Keuangan Afghanistan mengatakan, pemerintah mencari solusi yang menyebabkan gaji pegawai negeri tertahan. Sebelum Taliban merebut Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus, banyak pegawai negeri Afghanistan yang mengatakan belum digaji selama beberapa pekan.

photo
Presiden Cina Xi Jinping. - (AP/Xie Huanchi/Xinhua)

Bank-bank juga membatasi jumlah uang tunai yang dapat ditarik. Sementara itu kenaikan harga kebutuhan dasar mempersulit kehidupan sehari-hari.

Kementerian Keuangan Afghanistan mengatakan, “masalah teknis” menyebabkan pembayaran gaji tertunda. Tetapi, mereka mengeklaim ada tim khusus yang mengatasi masalah pembayaran gaji secepat mungkin. Belum diketahui kapan gaji para pegawai negeri dibayarkan.

"Staf pegawai publik yang kami hormati dapat melanjutkan pekerjaan mereka tanpa harus khawatir," kata kementerian itu dalam pernyataan yang diunggah di Facebook seperti dikutip Al Arabiya, Jumat.

Masalah ini terjadi saat pemerintah Taliban kesulitan dengan kelangkaan uang kas. Cadangan devisa yang tersimpan di luar negeri senilai 9 miliar dolar AS masih diblokir.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Afghanistan akan mengalami 'lonjakan krisis kemanusiaan'. Tapi mereka masih menahan dana untuk negara itu.

Bantuan kemanusiaan sudah menerbangkan pasokan bantuan darurat ke Afghanistan. Kekeringan parah mendorong jutaan orang di negara itu terancam kelaparan. Kekurangan uang tunai itu bergantung pada bantuan asing agar Afghanistan tetap bisa bertahan.

Sumber : Reuters/Associated Press


×