Petugas memeriksa tabung oksigen untuk bantuan penanganan Covid-19 di Pabrik Gas Industri Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Selasa (13/7/2021). Terhitung sejak 4 Juli 2021 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk telah memberikan bantuan pasokan oksigen hingga 3.28 | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
15 Jul 2021, 12:04 WIB

Pemerintah akan Bagikan 11.212 Ton Beras Selama PPKM Darurat

Bantuan ini merupakan upaya pemerintah membantu ekonomi masyarakat selama PPKM darurat.

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pemerintah akan membagikan 11.212 ton beras untuk bantuan sosial selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Bantuan beras merupakan perintah presiden.

Selain bantuan sosial yang dilayani Kementerian Sosial, TNI Polri juga bergerak menyalurkan bantuan untuk masyarakat kelas bawah. "Tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Saya ulangi, tidak boleh ada rakyat sampai kelaparan. Itu perintah dan kami laksanakan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Kamis (15/7).

Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap keluarga paling lambat pekan kedua Juli. Jumlah masyarakat miskin yang terdapat di Jawa hingga Bali sebanyak 14,84 juta jiwa dengan target coverage mencapai 30 persen. Jumlah keluarga yang akan mendapatkan bantuan beras ada sebanyak 1,21 juta keluarga atau sekitar 4,4 juta jiwa.

Kebutuhan beras mencapai 11.212 ton dengan biaya mencapai Rp117,7 miliar. Pemerintah menargetkan penerima bantuan adalah pekerja harian dan pekerja informal terutama di daerah padat penduduk yang terkena dampak PPKM Darurat, seperti pedagang pasar, objek daring, supir angkutan umum, pedagang kaki lima, perdagang asongan, pemilik dan petugas warung makan, kuli bangunan atau kuli pelabuhan, pemulung, dan sebagainya.

Terkait

Kriteria penerima bantuan dapat ditentukan lebih lanjut sesuai situasi di lapangan. TNI-Polri akan mengatur distribusi bantuan supaya tidak menimbulkan kerumunan. Dalam pemberitaan sebelumnya, pemerintah pusat telah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa hingga Bali guna menekan laju penyebaran Covid-19.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staf yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut.

Bantuan obat

Presiden Joko Widodo meluncurkan 300 ribu paket obat dan vitamin bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri (isoman). "Pemerintah mulai hari ini akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri gratis di wilayah-wilayah yang berisiko," kata Presiden Jokowi di halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara "Peluncuran Paket Obat Isoman Gratis untuk Rakyat" yang juga dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri BUMN Erick Thohir dan pejabat terkait lainnya. "Untuk tahap sekarang ini yang akan dibagikan adalah 300 ribu paket untuk yang melakukan isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali kemudian akan dilanjutkan dengan 300 ribu paket lagi untuk yang di luar Jawa," tambah Presiden.

Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang akan dibagikan untuk 7 hari. "Paket satu ini berisi vitamin-vitamin untuk warga dengan PCR (polymerase chain reaction) positif tanpa gejala atau OTG, ini paket 1," ungkap Presiden sambil memperlihatkan kotak berisi obat dan vitamin tersebut.

Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman."Untuk paket ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter, terutama nanti dokter puskesmas," tambah Presiden.

Kemudian paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Paket tersebut juga membutuhkan konsultasi dan resep dokter.Menurut Presiden Jokowi, dalam rangka mengurangi laju penularan Covid-19, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tidak terhindarkan.

"Pemerintah terus bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh karena itu pemerintah memberikan bantuan mulai hari ini berupa bantuan bahan pokok sembako lewat PKH (Program Keluarga Harapan) dan lewat bantuan sosial tunai serta bantuan paket vitamin dan obat-obatan," kata Presiden.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 14 Juli 2021, total kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 2.670.046 kasus dengan penambahan dalam 24 jam tercatat sebanyak 54.517 orang yang menjadi rekor kasus harian Covid-19 tertinggi di Indonesia sejak Maret 2020 lalu.

Adapun kasus aktif tercatat sebanyak 443.473 orang.Pasien sembuh bertambah sebanyak 20.123 orang sehingga akumulasi total yang telah sembuh adalah 2.157.363 orang.Sedangkan mereka yang meninggal karena terpapar Covid-19 bertambah 869 orang sehingga total kematian akibat Covid-19 di Indonesia adalah 69.210.


×