Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma (kanan) mengoper bola ke depan Alvaro Morata (tengah) dari Spanyol saat pertandingan semifinal sepak bola Euro 2020 antara Italia dan Spanyol di stadion Wembley di London, Selasa, 6 Juli 2021. | AP/Frank Augstein/Pool AP

Kabar Utama

Inggris Versus Italia, Final Ideal Euro 2020 

Inggris diprediksi akan tampil dengan kekuatan penuh mengandalkan skema 4-2-3-1.

LONDON — Pertemuan final Piala Eropa (Euro) 2020 antara timnas Inggris versus Italia mempunyai dua sisi yang menarik dari perbedaan kental akan filosofi sepak bola kedua negara. Praktis, pertandingan di Stadion Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB nanti, bakal berlangsung sengit.

Inggris belum pernah menjuarai titel Piala Eropa di sepanjang perhelatan tersebut. Terakhir kali the Three Lions mengangkat trofi bergengsi terjadi pada Piala Dunia 1966. Sementara Italia terpaut lama menjadi kampiun dari kejuaraan yang didirikan oleh Henri Delaunay ini. Gli Azzurri—julukan Italia—terakhir memenangkan gelar tersebut pada 1968 setelah mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2-0 di Stadion Olimpico, Roma. 

Ini merupakan pertarungan dua kesebelasan yang menanti jalan panjang untuk bisa menjadi raja di Benua Biru. Namun, bukan hal mengherankan ketika keduanya bertemu pada laga pemungkas di Stadion Wembley. 

photo
Harry Maguire dari Inggris, tengah, menantang Jannik Vestergaard dari Denmark, kanan, selama pertandingan semifinal kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London, Rabu, 7 Juli 2021. - (AP/Andy Rain/Pool EPA)

Italia dan Inggris memastikan diri sebagai tim yang berhak menembus final setelah melewati partai sulit. Italia keluar sebagai pemimpin Grup A dengan berhasil menyingkirkan dua tim favorit: Belgia pada perempat final dan Spanyol di semifinal. Sedangkan Inggris mampu mengatasi perlawanan Jerman dan Denmark.

Para finalis menunjukkan statistik mentereng sejak penyisihan sampai babak empat besar. Tuan rumah mampu meraih lima kemenangan dan sekali imbang. Selama periode tersebut, Inggris tak terkalahkan. Anak asuh Southgate mencetak 10 gol dan hanya sekali kebobolan. 

Gli Azzurri juga memiliki catatan serupa the Three Lions dari sisi kemenangan dan hasil imbang. Dalam enam laga yang telah dijalani, Italia mencetak 12 gol dan tiga kali kebobolan. 

Kapten timnas Italia Giorgio Chiellini sudah memprediksi tuan rumah Inggris akan lolos ke partai final. Pemain Juventus itu sangat mewaspadai Inggris yang bakal tampil ngotot karena bermain di kandang dan berambisi memutus puasa gelar sejak 55 tahun lamanya.

photo
Andrea Belotti dari Italia, tengah, berebut bola dengan Sergio Busquets dari Spanyol, kiri, dan Eric Garcia kanan, pada semifinal kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Italia dan Spanyol di stadion Wembley di London, Selasa, 6 Juli 2021. - (AP/Matt Dunham/Pool AP)

"Inggris bisa jadi kandidat kuat juara Euro 2020. Mereka memiliki kualitas dan fisik yang bagus, juga solid dan terorganisasi. Mereka sulit dikalahkan," kata Chiellini kepada RAI Sports dilansir laman resmi UEFA, Jumat (9/7).

Selain karena faktor tampil di kandang, rangkaian perjalanan positif Tiga Singa juga tak terlepas dari performa menawan Raheem Sterling dan kolega. Kekuatan mereka, kata Chiellini, tidak hanya bertumpu pada satu atau dua orang.

"Saya rasa laga final nanti akan jadi partai sepak bola yang luar biasa. Tak ada yang takut satu sama lain, tapi kami saling menghormati," ujar bek berusia 36 tahun itu.

Italia mampu bangkit dari keterpurukan selepas gagal tembus Piala Dunia 2018. Bahkan, Gli Azzurri kini menggambarkan identitas baru mereka dalam bermain sepak bola.

Pertemuan antara kedua tim akan jadi yang pertama di ajang kompetitif dalam tujuh tahun. Sebelumnya Italia sukses mengalahkan Inggris 2-1 di fase grup Piala Dunia 2014. Inggris bahkan tak dapat mengalahkan Italia dalam laga internasional resmi lainnya sejak partai kualifikasi Piala Dunia 1977 silam.

photo
Pemain Inggris Raheem Sterling, latar depan, menendang bola saat pertandingan semifinal kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Denmark di stadion Wembley di London, Rabu, 7 Juli 2021. - (AP/Frank Augstein/Pool AP)

Pelatih Italia Roberto Mancini mengaku sangat bangga dengan usaha dan kerja keras yang dilakukan timnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Mancini menekankan bahwa timnya belum memenangkan apa pun.

"Inggris akan memiliki dukungan penuh seluruh stadion di belakang mereka. Final sedikit berbeda dari pertandingan lain. Kami harus bermain dengan fokus, tetapi juga dengan sukacita karena Anda hanya bisa menangkan final jika Anda bermain untuk bersenang-senang," kata Mancio, sapaan akrab Mancini.

Perjalanan Italia untuk sampai ke final Euro dipersiapkan dalam perjuangan yang sangat panjang. Italia bangkit dari periode gelap selepas era Ventura. Gian Piero Ventura merupakan sosok pelatih yang gagal membawa Italia masuk babak play-off Piala Dunia 2018. Sementara, Inggris di bawah Gareth Southgate tengah menuai buah dari kinerja positif para pemain muda mereka.

Gareth Southgate meminta timnya menunjukkan tekad yang besar dan tampil disiplin di sepanjang pertandingan final. Karena lawan yang mereka hadapi merupakan salah satu tim favorit dengan sejarah mentereng.

"Italia adalah tim yang sangat bagus. Saya pikir itu beberapa tahun terakhir. Dalam performa luar biasa dan memiliki pejuang defensif yang telah melalui segalanya. Ini adalah pertandingan yang hebat untuk dinanti-nantikan," kata Southgate menjelaskan.

Juru taktik 50 tahun juga memberikan pesan berkelas kepada dua bek tengah milik Italia, Chiellini dan Leonardo Bonucci. Ia mengeklaim, keduanya merupakan pejuang yang telah banyak mencicipi gelar dan turnamen bergengsi.

photo
Domenico Berardi dari Italia, kanan, menantang Pedri Spanyol selama pertandingan semifinal kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London, Selasa, 6 Juli 2021. - (AP/Andy Rain/Pool EPA)

Di sisi lain, gelandang tengah Inggris Jordan Henderson dan bek Kyle Walker menegaskan, pertandingan versus Italia menjadi duel berdarah. Inggris jelas bakal tampil mati-matian untuk membawa gelar pertama mereka, seperti slogan yang tengah hip, yaitu 'Football i'ts coming home'.

"Fokus penuh pada partai final. Pertandingan terbesar dalam hidup kami (Inggris). Ini kesempatan penting bagi kami, sebuah negara, dan kami semua akan memberikan segalanya di atas lapangan," kata Henderson.

Suporter maupun pemain Inggris sering menyamakan pertarungan di lapangan selayaknya duel hidup mati. Saat Negeri Ratu Elizabeth pergi berperang, mereka mengusung prinsip lebih baik mati daripada menyerah di medan perang.

Konsep realitas yang berbeda dengan Italia, Negeri Pasta melihat sepak bola sebagai pertarungan di alam rimba, di mana mempertahankan diri jauh lebih penting dibanding nilai-nilai lain. Mereka akan menggunakan segala cara untuk tidak kalah, bahkan jika itu harus bermain abu-abu.

Inggris diprediksi akan tampil dengan kekuatan penuh mengandalkan skema 4-2-3-1. Harry Maguire dan John Stones bakal kembali sebagai pilar utama jantung pertahanan Tiga Singa. Sementara, Raheem Sterling dan Harry Kane tetap jadi pilihan utama Southgate untuk urusan merobek gawang lawan.

Di kubu Italia, Mancio kembali tanpa Leandro Spinazzola yang menepi karena cedera achilles. Posisinya diisi oleh bek Chelsea Emerson Palmieri. Sedangkan, Federico Chiesa yang tampil gemilang dalam dua partai terakhir dipastikan kembali turun sejak menit awal menemani Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne.

Fakta Angka

1 Timnas Inggris mencapai final Euro untuk kali pertama sejak diresmikannya kejuaraan ini.

0 Italia tidak pernah kalah dari Inggris di final besar, dengan kemenangan 2-1 Piala Dunia pada 1990. 

27 Ini menjadi pertemuan ke-27 antara kedua tim. Italia menang 11 kali dan Inggris delapan kali. 

12 Timnas Italia membukukan 12 gol dari enam laga Euro 2020. 

19 Timnas Italia terakhir kali menjuarai Piala Eropa pada 1968. 

33 Italia tak terkalahkan dalam 33 pertandingan sejak 2018 hingga semifinal Euro 2020 versus Spanyol.

Sumber: UEFA

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat