Pangeran Muhammad bin Salman. | AP POOL
24 Nov 2020, 02:05 WIB

Netanyahu dan MBS Bertemu Rahasia

Pertemuan Netanyahu dan MBS juga dihadiri kepala Mossad dan menlu AS.

TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan melangsungkan pertemuan rahasia dengan Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) pada Ahad (22/11). Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo disebut turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Haaretz dan Walla News dalam laporan yang dipublikasikan pada Senin (23/11) mengatakan, Netanyahu bertemu Pangeran MBS di Neom, sebuah kota di Laut Merah. Netanyahu didampingi Yossi Cohen, kepala badan intelijen Israel, Mossad. Pertemuan berlangsung selama lima jam.

Pompeo pada Senin turut mengumumkan bahwa dia telah bertemu dengan Pangeran MBS di Neom. Dia mengaku melakukan pembicaraan konstruktif.

“Kemitraan keamanan dan ekonomi kami kuat dan kami akan terus memanfaatkannya untuk memajukan upaya melawan pengaruh buruk Iran di Teluk, tujuan ekonomi di bawah rencana Visi 2030, dan reformasi hak asasi manusia,” kata Pompeo melalui akun Twitter-nya.

Terkait

photo
Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman bertemu dengan Penasihat Senior Amerika Serikat untuk Timur Tengah Jared Kushner beberapa waktu lalu.  - (AP/Saudi Press Agency)

Belum ada konfirmasi atau keterangan resmi dari Saudi, Israel, dan AS tentang laporan pertemuan rahasia di Neom. Pada Senin, wartawan Haaretz, Avi Scharf, memublikasikan data pelacakan pesawat yang memperlihatkan sebuah pesawat bisnis yang melakukan penerbangan dari Tel Aviv ke Neom.

Kelompok Hamas yang mengontrol Jalur Gaza meminta Saudi mengklarifikasi laporan tersebut. "Informasi tentang kunjungan Netanyahu ke Arab Saudi serius jika benar,” ujar juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, melalui akun Twitter-nya, dikutip laman Anadolu Agency.

“Kami meminta Arab Saudi mengklarifikasi apa yang terjadi karena ini merupakan penghinaan terhadap bangsa dan merusak hak-hak Palestina,” kata Zuhri.

Israel dengan bantuan AS tengah berusaha membuat kesepakatan normalisasi diplomatik dengan negara-negara Arab. Sejauh ini sudah ada tiga negara yang menjalin perjanjian damai dengan Israel, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan.

Normalisasi dan Iran

Pada Ahad, kantor berita Saudi Press Agency hanya melaporkan pertemuan Pompeo dan Pangeran MBS. Mereka membahas kerja sama bilateral dan perkembangan terakhir di kawasan.

“Dalam pertemuan tersebut, mereka meninjau hubungan persahabatan, bidang kerja sama bilateral dan cara untuk meningkatkannya, serta membahas perkembangan di Timur Tengah (Timteng) dan upaya terkait,” kata Saudi Press Agency dalam laporannya.

Saat tiba di Riyadh, Pompeo sempat mengatakan bahwa dia hendak membahas upaya AS-Saudi dalam melawan terorisme. Ancaman Iran di kawasan turut menjadi topik yang ingin dia bicarakan dengan MBS.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya, Pompeo sempat menyebut bahwa ancaman Iran dapat menjadi faktor yang mendorong lebih banyak negara Arab melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. “Kenyataannya adalah sekarang negara-negara Teluk dan Israel menyadari bahwa mereka memiliki ancaman yang sama dari Iran,” ucapnya.

Pompeo mengaku yakin akan ada negara Arab lain yang menjalin perjanjian damai dan melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel. “Saya sangat yakin bahwa negara-negara lain akan bergabung dengan apa yang telah dilakukan UEA, Bahrain, serta Sudan, dan mengakui tempat yang tepat bagi Israel di antara negara-negara,” kata Pompeo.

Sejauh ini Riyadh menolak untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Mereka mengatakan, kemerdekaan Palestina harus menjadi isu yang dikedepankan. Namun, Arab Saudi sudah mengizinkan pesawat Israel yang mengunjungi wilayah Teluk dan Asia melewati wilayahnya.

Pada Sabtu (21/11) lalu, Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan as-Saud mengatakan, Saudi mendukung normalisasi sepenuhnya dengan Israel “sejak dahulu kala”. Namun, menurut dia, syaratnya adalah Israel dan Palestina mencapai “kesepakatan yang sepenuhnya damai dan permanen”.

Sumber : Reuters


×