Pesawat maskapai El Al bersiap tinggal landas dari Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel. | v/AP

Internasional

01 Sep 2020, 02:00 WIB

Israel-UEA Mulai Penerbangan Langsung

Pesawat dilaporkan melintas di atas Saudi. 

TEL AVIV -- Pesawat El Al yang dihiasi dengan lambang Bintang Daud lepas landas dari Bandara Ben-Gurion, Israel, Senin (31/8). Penerbangan langsung dari Israel ke Uni Emirat Arab (UEA) ini menandai implementasi normalisasi hubungan kedua negara. 

Pesawat tersebut membawa delegasi Amerika Serikat (AS) dan Israel terbang menuju Abu Dhabi, UEA. Delegasi AS terdiri dari penasihat senior dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz, dan utusan untuk Iran Brian Hook. Sementara delegasi Israel diwakili oleh penasihat keamanan nasional Meir Ben-Shabbat dan direktur jenderal beberapa kementerian. 

"Meskipun ini adalah penerbangan bersejarah, kami berharap ini akan memulai perjalanan yang lebih bersejarah untuk Timur Tengah dan sekitarnya," kata Kushner kepada wartawan sebelum naik ke pesawat. Penerbangan El Al dengan nomor LY971 menjadi penanda yang mengacu pada nomor panggilan internasional UEA. Pesawat langsung terbang mengarah ke wilayah udara Arab Saudi, beberapa saat kemudian melintas di atas Kota Riyadh, Saudi.  

Juru bicara El Al Stanley Morais mengatakan, pesawat 737-900 yang membawa delegasi AS dan Israel dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal. Ini adalah penerbangan pertama El Al setelah maskapai tersebut menghentikan operasionalnya sejak 1 Juli karena pandemi virus korona. Pesawat itu dihiasi dengan kata yang berarti "damai" dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Inggris di atas jendela pilot. 

 
photo
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu (kiri) bersama Penasihat Senior Kepresidenan AS Jared Kushner menyampaikan pengumuman soal pembukaan hubungan diplomatik Israel Uni Emirat Arab, Ahad (30/8). - (EPA-EFE/DEBBIE HILL )

Para jurnalis yang ikut dalam penerbangan diberikan masker khusus dengan gambar bendera Israel dan UEA. Sementara itu, di pelapis kursi penumpang terdapat tulisan "Making History" dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Inggris. Lantunan musik Israel terdengar dalam penerbangan itu. 

Kapten pesawat, Tal Becker, sudah tidak bekerja selama beberapa bulan karena maskapai tempatnya bekerja menghentikan seluruh operasionalnya. Dia mengaku menerima panggilan secara tiba-tiba yang memintanya untuk mempersiapkan penerbangan.

Becker mengatakan, dia membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mempersiapkan penerbangan. Becker yang merupakan kapten senior di armada 737 El Al mengatakan, dia tidak pernah bermimpi dapat terbang langsung ke Abu Dhabi. Dia menggambarkan penerbangan ini sebagai "perasaan yang sangat istimewa." 

Delegasi Israel akan tinggal di Abu Dhabi selama satu malam. Mereka akan kembali ke Israel menggunakan maskapai penerbangan El Al, dengan nomor penerbangan LY972, sesuai kode panggilan internasional Israel.

Penerbangan komersial langsung Israel-UEA rencananya akan melintas di atas wilayah Arab Saudi. Namun, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama para pemimpin Teluk Arab lainnya tetap mempertahankan boikot terhadap Israel dan tak mengendurkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

Kesepakatan normalisasi hubungan Israel dan UEA diteken pada 13 Agustus lalu. Itu menjadikan UEA sebagai negara Arab ketiga yang membuka hubungan penuh dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania. 

Berbeda dari Mesir dan Yordania, Israel tidak pernah berperang melawan UEA. Dalam pertemuan pada Senin, beberapa perusahaan Israel telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan UEA. Normalisasi hubungan kedua negara tampaknya dapat membuka pintu kerja sama bisnis di sejumlah sektor, seperti penerbangan, perbankan, dan keuangan. 

photo
Warga Palestina mengibarkan bendera dalam aksi unjuk rasa menentang proposal perdamaian Amerika Serikat beberapa wakt lalu. - (AP Photo/Adel Hana)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Palestina tidak bisa lagi menolak perdamaian antara Israel dan negara-negara Arab. Terobosan diplomatik Israel dan UEA yang diumumkan pada 13 Agustus lalu, menurut Netanyahu, akan membuka jalan bagi negara lain untuk menormalkan hubungan mereka dengan Israel. 

"Saya pikir sudah terlalu lama orang Palestina memiliki hak veto tentang perdamaian. Tidak hanya antara Israel dan Palestina, tetapi antara Israel dan dunia Arab," ujar Netanyahu seperti dikutip laman Times of Israel, Senin.

Para pemimpin Palestina dengan tajam mengkritik UEA karena setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Palestina menyebut langkah itu tercela dan pengkhianatan.  

Melintas di Kota Riyadh

Pesawat komersial Israel, El Al, lepas landas di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv, Senin (31/8). Pesawat terbang langsung menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Laman Associated Press menyebutkan, pesawat mengarah ke wilayah udara Arab Saudi.

Beberapa saat kemudian, pesawat melintas di atas Kota Riyadh. Maka penerbangan El Al kali ini menandai dua momen bersejarah. Selain merealisasikan normalisasi dengan UEA, juga penerbangan El Al di atas Saudi juga melambangkan sikap Saudi yang menerima langkah UEA. 

Namun, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Channel 12 mengatakan, Arab Saudi telah mengizinkan penggunaan wilayah udaranya setelah menerima permintaan dari Amerika Serikat (AS). Saudi dilaporkan hanya setuju untuk melakukannya karena delegasi tingkat tinggi AS berada di pesawat.

Sejak 2018 Arab Saudi telah mengizinkan penerbangan Air India terbang ke Israel untuk melintas di atas Saudi. Namun, maskapai penerbangan Israel harus mengambil jalan memutar yang panjang melalui Laut Merah. Penerbangan Israel dan UEA memang harus mendapat izin Saudi.

Penerbangan langsung akan memakan waktu sekitar tiga jam dan 20 menit. Tanpa melewati Saudi, penerbangan kedua negara akan memakan waktu tempuh lebih dari tujuh jam. 

Sumber : Reuters/Associated Press


×