Sejumlah buruh pabrik pulang kerja (ilustrasi) | ANTARA FOTO

Jawa Timur

06 May 2020, 09:54 WIB

Lulusan SMK Dominasi Pengangguran Jatim

Jumlah angkatan kerja di Jatim pada Februari 2020 sebanyak 22,13 juta orang.

SURABAYA -- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah Provinsi Jawa Timur pada Februari 2020 tercatat sebesar 3,69 persen. Artinya, terjadi penurunan 0,14 persen poin dibanding TPT Februari 2019 yang sebesar 3,83 persen. Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengungkapkan, dilihat dari tingkat pendidikan, TPT di Jatim masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan, pada Februari 2020, TPT untuk SMK masih mendominasi di antara tingkat pendidikan yang lain, yaitu 8,04 persen. Dibanding Februari 2019, TPT lulusan SMK mengalami kenaikan 1,20 persen," katanya, Selasa (5/5).

Ia melanjutkan, TPT tertinggi berikutnya disumbang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,12 persen. Menurutnya, situasi ini menggambarkan masih terjadi permasalahan titik temu antara tawaran tenaga kerja lulusan SMK/SMA di Jatim dengan tenaga kerja yang diminta di pasar kerja.

Sebaliknya, lanjut Dadang, TPT terendah disumbang lulusan pendidikan tingkat SD ke bawah, yang hanya 1,50 persen dari total pengangguran di Jatim. Dikatakan, penduduk dengan pendidikan rendah cenderung lebih mudah menerima tawaran pekerjaan apa saja tanpa banyak mengajukan persyaratan.

Rinciannya, penduduk bekerja dengan pendidikan SD ke bawah sebanyak 9,65 juta orang atau 45,28 persen. Kemudian lulusan SMP 3,75 juta orang atau 17,61 persen, SMA sebanyak 3,22 juta orang atau 15,10 persen, dan SMK 2,50 juta orang atau 11,74 persen.

Adapun penduduk bekerja dengan pendidikan tinggi atau Diploma ke atas, ada 2,19 juta orang atau 10,26 persen. "Ini mencakup 0,38 juta orang pekerja berpendidikan Diploma dan 1,81 juta pekerja berpendidikan universitas," katanya.

Jika dilihat dari daerah tempat tinggalnya, paparnya lagi, maka TPT di daerah perkotaan Jatim masih lebih tinggi dibandingkan di daerah perdesaan. Pada Februari 2020, TPT perkotaan 4,77 persen, sedangkan TPT perdesaan 2,48 persen.

"Dibandingkan setahun lalu, TPT di daerah perkotaan Jatim pada Februari 2020 hanya mengalami penurunan 0,01 persen poin. Sebaliknya, TPT perdesaan mengalami penurunan lebih besar yaitu 0,31 persen poin," ujar Dadang.

Ia menambahkan, jumlah angkatan kerja di Jatim pada Februari 2020 sebanyak 22,13 juta orang, atau naik 545,39 ribu orang dibanding Februari 2019. Berdasarkan jumlah tersebut, ada sebanyak 21,32 juta orang penduduk di Jatim yang bekerja, sedangkan sebanyak 0,82 juta orang sisanya menganggur.

"Dibanding setahun lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 555,66 ribu orang dan penganggur berkurang sekitar 10,26 ribu orang," ujar Dadang. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Jatim juga meningkat.

TPAK pada Februari 2020 tercatat sebesar 71,20 persen, atau meningkat 1,18 persen poin dibanding Februari 2019. Kenaikan TPAK mengindikasikan kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja.

 
 TPT terendah disumbang lulusan pendidikan tingkat SD ke bawah
KEPALA BPS JATIM, DADANG HARDIWAN
 

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pemprov Jatim tengah menyiapkan action plan untuk pendidikan di Jatim. Salah satunya dengan penguatan revitalisasi SMK dan SMK pengampu.

Khusus untuk SMK Pengampu, pada 2020 terdapat 157 SMK Pengampu yang mengampu sekitar 785 SMK sesuai jurusan yang relevan. "Pada tahun ini, kami akan fokus pada penguatan revitalisasi SMK termasuk di dalamnya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan SMK dengan pasar kerja," ujar mantan menteri sosial itu. 


×