Nasional
Keamanan Papua Diperkuat dengan Pendekatan Humanis
Informasi akurat membantu menjaga ketenangan warga.
JAKARTA — Keamanan di Tanah Papua membutuhkan kerja sama aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar warga dapat menjalankan aktivitas serta mengakses pelayanan publik dengan tenang. Pendekatan humanis, komunikasi yang terbuka, dan penegakan hukum secara profesional menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menekankan pentingnya pendekatan humanis dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan keamanan di Papua. Menurut dia, langkah menjaga keamanan perlu mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus menghormati nilai sosial dan budaya setempat.
“Pesan Bapak Presiden bahwa kegiatan-kegiatan tidak serta-merta penindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang merugikan dan menyakiti rakyat, tetapi kegiatan-kegiatan dengan hati,” ujar Dudung dalam pernyataan terkait penanganan keamanan di Papua, berdasarkan siaran pers pada Kamis (5/11/2026).
Pendekatan tersebut juga perlu disertai komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur dinilai penting untuk membangun kepercayaan, mencegah kesalahpahaman, serta menciptakan ruang dialog dalam menyelesaikan persoalan di daerah.
Selain menjaga keamanan di lapangan, penyampaian informasi yang akurat juga diperlukan untuk menjaga ketenangan masyarakat. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengingatkan warga agar memeriksa kebenaran video kekerasan yang beredar di media sosial sebelum membagikannya.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengatakan sejumlah rekaman yang diklaim sebagai kejadian terbaru di Papua merupakan dokumentasi peristiwa sebelumnya. “Video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB,” kata Yusuf.
Berdasarkan penelusuran Satgas, video yang diklaim memperlihatkan penganiayaan terhadap tiga perempuan di Dekai, Yahukimo, pada 30 Oktober 2026 telah beredar sejak Maret 2025. Adapun video pembunuhan seorang sopir yang dituduh memasok logistik TNI merupakan dokumentasi peristiwa pada 20 April 2026.
Informasi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan konten di ruang digital. Pemeriksaan sumber, waktu kejadian, dan konteks video diperlukan agar rekaman lama tidak menimbulkan kesalahpahaman atau keresahan baru.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Di sisi lain, komunikasi antara aparat dan warga perlu terus dibangun agar informasi mengenai situasi keamanan dapat disampaikan secara terbuka dan persoalan di lapangan bisa ditangani dengan baik.
Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan dapat menjaga situasi Papua tetap kondusif. Stabilitas keamanan yang disertai penghormatan terhadap masyarakat dan budaya setempat menjadi salah satu prasyarat agar pelayanan publik serta pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
