Ekonomi
Literasi Keuangan dan Kebiasaan Pilah Sampah Perlu Dibangun Sejak Sekolah
Perubahan perilaku menjadi tujuan utama proses edukasi.
JAKARTA -- Kebiasaan mengelola keuangan dan memilah sampah dinilai perlu diperkenalkan sejak usia sekolah agar menjadi bagian dari perilaku sehari-hari. Edukasi kepada pelajar dapat menjadi pintu masuk untuk membangun keputusan finansial yang lebih bijak sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Isu tersebut menjadi fokus kegiatan literasi keuangan dan lingkungan yang digelar BCA Life bersama Duitin dan BCA KCU Kebayoran Baru di SMA Hang Tuah 1 Jakarta. Ratusan siswa mendapat materi mengenai pengelolaan keuangan, asuransi, serta pemilahan sampah melalui program Aksi Siswa Rawat Bumi (ASRI).
Edukasi lingkungan tersebut relevan dengan persoalan sampah di Jakarta. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dicantumkan dalam siaran pers, Jakarta menghasilkan sekitar 9.180 ton sampah per hari pada 2025.
Besarnya timbulan sampah membuat penanganan dari sumber menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber pada 30 April 2026.
Melalui program ASRI, siswa diperkenalkan pada pemilahan sampah berdasarkan jenis, pengurangan sampah, serta kebiasaan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pendekatan tersebut diarahkan agar pemilahan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Selain persoalan lingkungan, siswa mendapat materi mengenai dasar pengelolaan keuangan dan perlindungan asuransi. Materi mencakup pengelolaan uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, perencanaan keuangan, serta pemahaman awal mengenai perlindungan terhadap risiko.
Chief Marketing Officer BCA Life Adrianus Wagimin mengatakan, literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan sama-sama penting untuk membekali generasi muda menghadapi masa depan. Menurut dia, edukasi perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.
“Kami percaya bahwa peningkatan literasi keuangan dan asuransi serta kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua aspek penting dalam membangun generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan baik dalam melindungi diri dan bumi kita. Melalui kegiatan ini, BCA Life ingin mengambil bagian dalam mendukung upaya pemerintah dan regulator untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan pentingnya perlindungan asuransi, sekaligus mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya,” ujar Adrianus.
Menurut dia, perubahan perilaku menjadi tujuan penting dari proses edukasi. Kebiasaan sederhana seperti mengelola uang dan memilah sampah diharapkan dapat dibangun sejak usia sekolah.
“Bagi kami, edukasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui perubahan perilaku. Program ASRI menjadi salah satu wujud komitmen BCA Life dalam menerapkan prinsip ESG melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dan mengelola keuangan secara bijak, dapat mulai diterapkan sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat positif yang berkelanjutan.”
Kegiatan tersebut digelar dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan yang berlangsung setiap Oktober. Program itu juga mendukung agenda peningkatan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik, manfaat, dan risiko produk serta layanan keuangan.
Bagi generasi muda, literasi keuangan dan lingkungan memiliki kesamaan pada aspek pembentukan kebiasaan. Pemahaman sejak sekolah dapat membantu siswa membuat keputusan yang lebih terukur, baik dalam menggunakan uang maupun mengelola sampah yang mereka hasilkan.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
