Managing Director Guardian Indonesia Bhavin Patel menyampaikan pentingnya edukasi self-care bagi mahasiswa dalam pembukaan Guardian Wellness Journeys Goes to Campus di BINUS Alam Sutera, Tangerang, Senin (14/9/2026). | istimewa

Nasional

Saat Dunia Kampus tak Hanya Bicara Soal Nilai

Prestasi akademik perlu dibarengi kesehatan mahasiswa.

TANGERANG — Dunia kampus selama ini lekat dengan nilai, tugas, ujian, dan target kelulusan. Namun, di tengah tekanan akademik dan padatnya aktivitas perkuliahan, mahasiswa juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap mampu menjalani proses pendidikan.

Perubahan kebutuhan tersebut membuat self-care mulai mendapat ruang lebih besar di lingkungan kampus. Perawatan diri tidak lagi dipahami hanya sebagai urusan penampilan, tetapi juga mencakup kebugaran, istirahat, dan kemampuan menjaga kondisi mental.

Managing Director Guardian Indonesia Bhavin Patel mengatakan, antusiasme kampus terhadap edukasi self-care terus meningkat seiring perubahan cara pandang generasi muda. Menurut dia, mahasiswa kini mulai bergeser dari konsep aesthetic beauty menuju mindful wellness.

“Kami menerima antusiasme sangat tinggi dari partner universitas. Hal ini menandakan kebutuhan edukasi self-care semakin besar,” ucap Bhavin saat sesi pembukaan Guardian Wellness Journeys Goes to Campus di BINUS Alam Sutera, Tangerang, Senin (14/9/2026).

Menurut Bhavin, tekanan akademik juga dapat meningkatkan risiko burnout pada mahasiswa. Karena itu, menjaga stamina, mengatur waktu istirahat, dan mempertahankan kebugaran menjadi hal yang tidak terpisahkan dari perawatan diri.

Perawatan diri, lanjut Bhavin, tidak sebatas penggunaan produk untuk menunjang penampilan. Kebugaran tubuh juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan mahasiswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Glow up sejatinya tak hanya dari polesan makeup. Kebugaran tubuh juga menjadi bagian penting,” kata Bhavin.

Campus Director BINUS Alam Sutera Lim Sanny mengatakan, kesehatan mahasiswa berkaitan dengan proses pendidikan secara keseluruhan. Menurut dia, pencapaian akademik perlu berjalan bersama kesejahteraan mahasiswa selama menjalani kehidupan kampus.

“Fokus kami tidak hanya pada pencapaian akademik. Kesejahteraan peserta didik juga menjadi perhatian,” ujar Lim.

Perubahan tersebut juga terjadi di tengah pertumbuhan industri wellness global yang banyak didorong generasi muda. Laporan Future of Wellness McKinsey yang dikutip dalam kegiatan tersebut menyebutkan Gen Z menyumbang 41 persen pengeluaran untuk kesehatan dan perawatan diri.

Kondisi itu ikut mendorong munculnya berbagai program edukasi yang membahas kesehatan dan perawatan diri di kalangan mahasiswa. Salah satunya dilakukan Guardian Indonesia melalui program Guardian Wellness Journeys Goes to Campus.

Program tersebut tahun ini menyambangi delapan universitas di Pulau Jawa. Guardian menargetkan sekitar 24 ribu mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas melalui edukasi dan aktivitas interaktif.

Bagi mahasiswa, perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental menjadi semakin relevan seiring tuntutan kehidupan akademik. Kampus tidak hanya menjadi tempat mengejar nilai, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan dan keseimbangan hidup.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat