Warga Palestina melawan pemukim Israel saat terjadi serangan malam hari di desa Sinjil, Tepi Barat pada dini hari tanggal 17 Juli 2026. | EPA/ATEF SAFADI

Internasional

Pemukim Israel Terus Bakar Tepi Barat

Tercatat terjadi 900 pembakaran oleh tentara dan pemukim Yahudi di Tepi Barat.

TEPI BARAT – Serangan-serangan pemukim Yahudi terhadap desa-desa Palestina di Tepi Barat tak kunjung usai. Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah mendokumentasikan 900 insiden pembakaran yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel dan para pemukim. 

Aksi itu menyasar properti, rumah, kendaraan, dan fasilitas milik warga Palestina sejak awal tahun 2023 hingga 10 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 799 insiden (88,8 persen) dilakukan oleh para pemukim, sementara 101 insiden (11,2 persen) disebabkan oleh tentara pendudukan Israel. 

Temuan ini dipublikasikan dalam sebuah laporan analisis oleh Komisi tersebut, yang menggambarkan aksi pembakaran oleh pemukim sebagai salah satu sarana teror paling menonjol yang digunakan terhadap warga Palestina. 

Data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah insiden pembakaran tahunan secara konsisten, yakni dari 217 kasus pada tahun 2023 menjadi 264 kasus pada tahun 2024, dan 307 kasus pada tahun 2025, serta tambahan 112 kasus yang tercatat pada tahun 2026 hingga tanggal 10 Juli. 

Sebanyak 552 insiden pembakaran terkonsentrasi di wilayah kegubernuran Nablus serta Ramallah dan Al-Bireh saja, yang mencakup 61,3 persen dari total 900 insiden yang didokumentasikan. 

photo
Para pemukim Israel mengepung sebuah rumah warga Palestina selama empat hari berturut-turut di kota Qusra, sebelah selatan Nablus, pada 12 Agustus 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Komisi tersebut menegaskan bahwa peningkatan yang terus-menerus dan berulangnya insiden-insiden ini mencerminkan pola sistematis dan terorganisir yang secara eksplisit menargetkan keamanan, properti, dan mata pencaharian warga Palestina.

Pada Sabtu malam, para pemukim Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina di desa Yasuf, sebelah timur Salfit, dan melepaskan tembakan ke arah rumah-rumah tersebut. Sumber-sumber setempat mengatakan kepada WAFA bahwa sekelompok pemukim menyerang beberapa rumah di desa itu dan menembakkan peluru tajam ke arahnya. Tidak ada laporan mengenai korban luka.

Seorang aktivis asing dan beberapa warga Palestina terluka pada Sabtu malam setelah para pemukim Israel, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyerang warga Palestina di Khirbet Khallet al-Hummus, sebelah tenggara Yatta, di selatan Hebron. 

Aktivis penentang permukiman, Osama Makhamreh, mengatakan kepada WAFA bahwa para pemukim bersenjata dari permukiman ilegal Susya—yang dibangun di atas tanah Palestina di Masafer Yatta—menyerang dan memukuli warga Palestina di wilayah tersebut, menyebabkan luka-luka dan memar. 

Seorang aktivis asing juga mengalami kesulitan bernapas setelah seorang pemukim menyemprotkan cairan merica ke wajahnya. Mereka yang terluka mendapatkan perawatan di lokasi kejadian. Dalam insiden terpisah, para pemukim menculik seorang aktivis asing dari desa Umm al-Khair di Masafer Yatta dan membawanya ke sebuah pos terdepan yang didirikan di atas tanah Palestina di desa tersebut. Polisi Israel kemudian menahan aktivis itu dan membawanya ke lokasi yang tidak disebutkan.

photo
Jenazah Amir Moatasem Mahmoud Odeh (25 tahun) yang yang syahid dibunuh pemukim Israel dipeluk keluarganya di RS Rafedya di kota Nablus, Tepi Barat, 14 Maret 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Sebuah delegasi diplomatik Uni Eropa mengunjungi desa Qusra, di sebelah selatan Nablus, pada Ahad dan meninjau kondisi keluarga-keluarga Palestina yang sedang dikepung oleh para pemukim Israel di kawasan Ras al-Ain.

Wali Kota Qusra, Abdul Azim Wadi, mengatakan bahwa delegasi tersebut mendatangi sebuah bukit yang menghadap ke arah rumah-rumah yang terkepung itu. Di sana, mereka mendengarkan pemaparan mengenai penderitaan keluarga-keluarga tersebut, keberadaan pos pemeriksaan militer yang mengelilingi kawasan itu, serangan berulang kali oleh para pemukim terhadap desa tersebut, serta kondisi kemanusiaan yang sulit yang dihadapi oleh para penduduk.

Wadi menyerukan perlindungan dan dukungan bagi keluarga-keluarga yang terkepung itu—termasuk menjamin akses tanpa hambatan terhadap pasokan makanan, air, dan listrik—serta mendesak adanya upaya untuk mengakhiri pengepungan yang diberlakukan terhadap mereka.

Ia menambahkan bahwa perwakilan Uni Eropa berjanji akan menyampaikan situasi keluarga-keluarga tersebut kepada para pejabat diplomatik di Brussels.

Para pemukim dan pasukan Israel telah mempertahankan pengepungan terhadap tiga rumah di kawasan Ras al-Ain selama lebih dari tiga minggu; tindakan ini menyebabkan penduduk mengalami kekurangan air serta menghalangi mereka untuk keluar-masuk rumah setelah pasukan Israel menetapkan kawasan tersebut sebagai zona militer tertutup.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat