Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal yang menampung pengungsi di Kota Gaza, 27 Mei 2026. | EPA/HAITHAM IMAD

Internasional

Sembilan Dibunuh Israel di Gaza

Lebih dari 9.000 warga Gaza hilang.

GAZA – Militer Israel kembali melakukan pengeboman di Jalur Gaza pada Kamis (4/6/2026). Serangan sejak pagi hari itu salah satu yang paling brutal sejak “gencatan senjata” disepakati pada Oktober 2025.

Sembilan warga Palestina syahid dan 15 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menargetkan empat apartemen tempat tinggal di Kota Gaza pada Kamis pagi. Serangan ini menandai agresi terus menerus Israel di tengah kondisi “gencatan senjata”.

Kantor berota WAFA melaporkan bahwa lima warga Palestina syahid dan lainnya luka-luka ketika sebuah apartemen milik keluarga Labad di barat laut Kota Gaza menjadi sasaran. Seorang gadis berusia sembilan tahun dari keluarga tersebut selamat dari serangan itu, dengan luka sedang.

Media tersebut menambahkan bahwa dua warga Palestina syahid dan lainnya luka-luka ketika pasukan Israel membom sebuah apartemen milik keluarga Ghoul di gedung Abu Ghuri di lingkungan Sheikh Radwan, barat laut kota.

Mereka juga melaporkan bahwa sebuah apartemen di lingkungan Tel al-Hawa, barat daya Kota Gaza, menjadi sasaran, serta apartemen lain milik keluarga Muhanna di kamp pengungsi Shati, sebelah barat kota.

photo
Warga Palestina memeriksa lokasi serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal yang menampung pengungsi di Kota Gaza, 27 Mei 2026. - (EPA/HAITHAM IMAD)

Sehari sebelumnya, dua warga Palestina syahid dan empat lainnya luka-luka setelah serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan Jalur Gaza tengah.

Menurut koresponden WAFA, sebuah pesawat tak berawak Israel menghantam halaman sebuah rumah di dekat Bundaran Makki di kamp pengungsi Al-Maghazi, menewaskan dua warga Palestina dan melukai empat lainnya. Sumber medis mengatakan salah satu korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban serangan militer Israel di Gaza telah meningkat menjadi 72.945 warga Palestina yang syahid dan 173.011 luka-luka sejak Oktober 2023. Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza menerima jenazah tiga warga Palestina dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 35 warga Palestina yang terluka juga dirawat.

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa sejak dimulainya gencatan senjata saat ini pada 11 Oktober 2025, jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 936, sementara jumlah korban luka telah meningkat menjadi 2.903. Selain itu, 781 jenazah telah ditemukan dari berbagai wilayah di Jalur Gaza.

photo
Warga Palestina berkumpul di sekitar jenazah Imad Islim, komandan Batalyon Al Zaitun dan wakil komandan Brigade Gaza di Brigade Izz ad-Din al-Qassam, selama pemakamannya di lingkungan Al Zaitun di sebelah timur Kota Gaza, 28 Mei 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

 

Warga hilang

Lebih lanjut, lebih dari 9.500 warga Palestina hilang di Jalur Gaza sejak dimulainya perang genosida Israel pada Oktober 2023. Di antara mereka yang hilang termasuk sekitar 4.700 perempuan dan anak-anak, kata LSM yang berbasis di Gaza, Asosiasi Al-Dameer untuk Hak Asasi Manusia.

Dalam sebuah laporan, kelompok tersebut mengatakan sekitar 8.100 orang diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Sekitar 250 warga Palestina lainnya hilang di dekat titik distribusi bantuan, sementara lebih dari 800 orang ditahan di pos pemeriksaan militer Israel selama evakuasi dari utara ke selatan.

Laporan tersebut juga mengatakan nasib 350 orang yang menyeberang ke Israel pada 7 Oktober 2023 masih belum diketahui.

“Ini merupakan salah satu krisis kemanusiaan yang paling kompleks dan menyakitkan akibat perang yang sedang berlangsung,” kata Al-Dameer, seraya mencatat bahwa penghilangan paksa adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

photo
Warga memeriksa reruntuhan rumah mereka yang hancur pasca serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Jalur Gaza, 9 Mei 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Kelompok tersebut menyerukan intervensi internasional segera untuk memaksa Israel membebaskan tahanan Palestina dan mengembalikan jenazah, serta membangun basis data genetik untuk identifikasi korban.

Kementerian Kesehatan Palestina telah memperingatkan bahwa ribuan pasien berada dalam risiko serius karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis yang kritis, dengan lebih dari sepertiga obat-obatan penting berada pada tingkat stok nol.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan bahwa nyawa lebih dari 4.000 pasien kanker dan ribuan pasien dialisis terancam. Lima puluh dari 97 obat pengobatan kanker telah habis, sementara 265 perlengkapan medis khusus dan 79 barang laboratorium juga berada pada tingkat stok nol.

Krisis ini berakar dari penahanan total pendapatan pajak Palestina oleh Israel, yang dikenal sebagai pendapatan bea cukai, selama 15 bulan terakhir. Dana ini mencakup sekitar 68 persen dari pendapatan Kementerian Keuangan, kata kementerian tersebut.

Lebih dari 11.000 operasi yang dijadwalkan telah ditunda karena kekurangan pasokan dan aksi buruh, tambah kementerian tersebut.

Kementerian tersebut juga memperingatkan kondisi kesehatan yang mengerikan di Jalur Gaza, di mana fasilitas perawatan kesehatan menghadapi kekurangan yang parah di tengah kehancuran rumah sakit yang meluas dan terus berlanjutnya kelelahan tenaga medis.

Kementerian tersebut meminta intervensi mendesak dari komunitas internasional, meminta dana sebesar 50 juta dolar AS untuk obat-obatan penyelamat nyawa dan dukungan keuangan tambahan untuk mencegah keruntuhan sektor kesehatan. Kementerian juga menyerukan kepada Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional.Utang kumulatif kementerian telah mencapai 3,8 miliar shekel (sekitar 1 miliar dolar AS).

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat