Antrian warga berbelanja di Sidney, Austrlia, Ahad (22/3) | AAP

Internasional

Jadwal Belanja Khusus Lansia

 

Sejumlah jaringan pasar swalayan dan toko-toko barang kebutuhan pokok sengaja membuka jam belanja khusus untuk warga lanjut usia (lansia), pekan lalu. Langkah ini diambil untuk mengurangi kecemasan penyebaran virus korona penyebab penyakit Covid-19.

Praktik ini dilakukan sejumlah pasar swalayan, mulai dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, hingga Afrika Selatan, pekan ini. Di AS, misalnya, jaringan yang membuka jadwal khusus, antara lain, dilakukan Target, Whole Foods, Walmart, dan Dollar General.

Jadwal khusus ini biasanya dibuka pada awal jam operasi pasar swalayan. Ada pasar swalayan yang menerapkan jadwal ini setiap hari, tapi ada pula yang hanya pada hari tertentu.

Sejumlah pejabat di New York, AS, bahkan menyerukan pemerintah negara bagian menjadikan jam khusus berbelanja ini sebagai kebijakan. "Semoga, dengan pembagian jam belanja ini bisa membuat warga lansia hanya bertemu dengan sedikit orang," kata Bettina Fries, kepala Divisi Penyakit Menular di Stony Brook Medicine kepada the Washington Post.

Secara teori, pemberlakukan jadwal khusus ini memungkinkan warga lansia dan kelompok rentan untuk berbelanja tanpa berdesak-desakan. Ini tentu sejalan dengan saran kesehatan, yaitu menjaga jarak atau social distancing. Mereka juga bisa mendapatkan kesempatan membeli barang yang diburu, seperti penyanitasi tangan dan barang lain yang diburu banyak orang.

Ernest Hodge (72 tahun) cukup senang berbelanja di Dollar General dekat Richmond. Ia tiba tepat pukul 08.00 waktu setempat dan hanya ada beberapa orang saja yang berbelanja di sana. Ia juga berhasil mendapatkan kebutuhannya, seperti tisu steril, pembersih, dan air minum kemasan.

Namun, tentu tak semua berjalan mulus. Roger Glenn Miller (82 tahun) malah melihat ada sekitar 200 pembeli lansia lainnya saat berbelanja di Stop & Shop, North Providence.

"Jika awalnya kita tidak terkena virus korona, mungkin setelah dari sana kita malah terkena," kata Miller.

Di Inggris, salah satu jaringan grosir Sainsbury's sengaja membuka beberapa jam pertama khusus untuk warga lansia dan kelompok rentan lain. Jim Gibson (72 tahun), warga Crofton Park, London, mengaku, jadwal khusus ini mengurangi rasa traumanya. Sebagian besar produk yang dicarinya ada di rak-rak.

Sementara, pasar swalayan Pick n Pay di Afrika Selatan menyatakan, pekan ini, akan mengadakan jam khusus lansia. Jadwalkan satu jam pertama setiap Rabu. Jam khusus ini ditujukan untuk warga berusia di atas 65 tahun.

photo
Seorang pekerja menyemprotkan disinfektan di stasiun kereta api di New Delhi, India, beberapa waktu lalu. - (EPA)

India Pulang Kampung

Ribuan warga kelas bawah yang bekerja di kota besar India memutuskan mudik untuk kembali ke desa, Sabtu (21/3). Fenomena itu terjadi ketika mata pencaharian mereka telah hilang karena tindakan pencegahan penyebaran virus korona.

Sekitar seperlima dari 271 kasus virus korona yang dikonfirmasi di India telah dilaporkan di negara bagian barat Maharashtra. Sejauh ini, India telah melaporkan  empat kematian akibat virus tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warga India untuk tinggal di rumah untuk memerangi wabah tersebut. Pemerintah negara bagian Maharashtra juga memerintahkan penutupan semua toko dan kantor, selain dari yang menyediakan layanan penting, hingga 31 Maret.

Bagi warga India yang bekerja membawa becak atau menjalankan warung makan mengalami guncangan ekonomi dari tindakan pengendalian seperti itu. Hal ini pun mendorong mereka untuk pergi ke rumah keluarga di desa dengan kebutuhan hidup yang lebih murah.

"Pekerjaan telah berhenti. Saya akan kembali dan bekerja di pertanian, "kata Rakesh Kumar Gupta yang sebelumnya menjual kelambu dan memutuskan untuk mudik ke negara bagian utara Uttar Pradesh.

Selain Kumar, ratusan orang lainnya berdesak-desakan dalam antrean panjang untuk naik kereta api di stasiun Lokmanya Tilak Terminus, Mumbai. Operator kereta api milik pemerintah India menggunakan 17 layanan kereta api khusus sejak Jumat. Juru bicara Shivaji Sutar, penambahan ini dilakukan untuk mengangkut orang keluar dari wilayah Mumbai ke India bagian timur dan utara.

Tapi, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran baru dengan penyebaran virus yang lebih luas karena perpindahan populasi skala besar ke daerah pedesaan. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,3 miliar orang, India memiliki perawatan kesehatan masyarakat yang lemah, terutama di pedesaan.

"Ini benar-benar adalah awal dari penyebaran masyarakat, dengan asumsi tidak ada pelopornya," kata profesor kesehatan masyarakat di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi, Dr. Rajib Dasgupta.

Juru bicara Indian Railways mengatakan, perusahaan sedang melakukan pemeriksaan penumpang dan melatih pekerja di atas armada jika terjadi keadaan darurat. Namun, dengan kondisi gerbong yang penuh sesak, penanganan tersebut tetap saja mengkhawatirkan.

Terlebih lagi setelah Kementerian Perkeretaapian menyatakan selusin orang yang bepergian dengan kereta api dalam beberapa hari terakhir telah dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat. "Penumpang disarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting untuk keselamatan sesama warga," ujar kemeterian tersebut. n

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat