Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (27/). | ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

Kabar Utama

11 Mar 2020, 02:00 WIB

Muncul Kasus Covid-19 Misterius

 

JAKARTA -- Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengumumkan terjadi lagi penambahan pasien positif tertular Covid-19 di Indonesia. Dari kasus-kasus baru yang diumumkan, terdapat satu kasus yang belum diketahui sumber penularannya.

Pasien itu dicatat sebagai kasus ke-27. Ia merupakan WNI yang terindikasi tak memiliki riwayat perjalanan ke negara episentrum Covid-19. Artinya, lelaki berusia 33 tahun itu tertular di Tanah Air.

Kendati demikian, tak seperti pasien-pasien lainnya, pemerintah belum mengetahui di mana dan bagaimana penularan terhadap pasien itu terjadi. ?Sedang kami tracking dari mana sumbernya. Karena bukan impor dan tidak jelas bagian dari klaster yang lain. Sementara belum jelas,? kata Yuri di Istana Kepresidenan, kemarin.

Pada Senin (10/3), pemerintah menetapkan ada 19 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dari 19 pasien tersebut, bisa dilihat peta penularannya dalam dua bagian. Salah satunya, klaster Jakarta-Depok yang dipicu penularan oleh WNA Jepang di klub dansa. Klaster itu merupakan pasien yang dilacak dari kontak dengan pasien kasus 01.

Sementara kasus impor adalah pasien, baik WNI dan WNA, yang diduga tertular saat berada di luar negeri dan kemudian kembali ke Indonesia. Penularan kasus impor ini terjadi di tiga lokasi di mancanegara yang belum diumumkan pemerintah nama negaranya.

Di antara kasus-kasus terbaru, ada kasus 20, seorang perempuan berusia 70 tahun bagian dari subklaster Jakarta. Kemudian ada juga kasus 21, perempuan berusia 47 tahun yang dilacak dari subklaster Jakarta.

 
Selain itu, kasus 22 (perempuan, 36 tahun), kasus 23 (perempuan, 73), kasus 24 (laki-laki, 46), kasus 25 (WNA perempuan, 53), dan kasus 26 (WNA laki-laki, 46), seluruhnya tertular di luar negeri. Dengan tambahan 8 kasus itu, total positif Covid-19 di Indonesia mencapai 27 kasus.
   

Yuri menekankan, sejauh ini pemerintah memilih tidak membuka informasi mendetail tentang alur kontak dari seluruh pasien yang sudah dinyatakan positif mengidap penyakit itu. Sebagai pembanding, Pemerintah Singapura melalui situs resminya menampilkan perkembangan terkini penularan Covid-19, termasuk menceritakan secara perinci alur penularan dan menyebutkan lokasi terjadinya kontak dengan pasien positif.

"Kontak tracking maaf belum bisa dibuka seperti di Singapura karena tracking kita ternyata tidak berkutat di wilayah kecil. Tracing yang kita kejar sudah berada di luar Jawa, mobilitas tinggi. Maaf tidak bisa dibuka karena responsnya akan macam-macam, dengan belum samanya pemahaman di antara kita," kata Yuri.

photo
Seorang siswa SMP Muhammadiyah Adiwerna mengenakan masker kepada pedagang saat melakukan sosialisasi tentang virus Korona di Pasar Banjaran Permai, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (4/2/2020). - (Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO)

Yuri menyampaikan, pemerintah pusat melibatkan petugas Dinas Kesehatan di daerah untuk melakukan pelacakan kontak. Hingga saat ini, Yuri mengakui, pihak-pihak yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif tersebar hingga luar Pulau Jawa.

Tak hanya membatasi informasi tentang alur penularan dan lokasinya, Pemerintah Indonesia juga memilih tidak menyebutkan negara asal dua WNA yang terjangkit Covid-19. "Karena kami sempat dikomplain oleh salah satu kedutaan karena muncul diskriminasi masyarakat terhadap warga negara itu. Mereka diteriaki sebagai pembawa Covid," ujar Yuri.

Ia juga mengungkapkan, pasien kasus 06 dan pasien kasus 14 telah menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan dengan hasil negatif Covid-19. Bila keduanya kembali dinyatakan negatif korona dalam tes spesimen dua hari lagi, pasien kasus 06 dan kasus 14 tersebut diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan dengan isolasi mandiri. Kalau sudah negatif juga kita keluarkan dari rumah sakit," kata Yuri di Kantor Presiden, Selasa (11/3).

Pasien kasus 06 adalah WNI berusia 36 yang sempat bekerja di kapal pesiar Diamond Princess. Sementara kasus 14 adalah WNI berusia 50 tahun yang tidak termasuk dalam klaster Jakarta alias tertular dari luar negeri.

Khusus pasien kasus 14, gejala demam, flu, dan batuk sudah dialami sejak 2-3 hari sebelum akhirnya dirawat. Artinya, pasien kasus 14 ini dinyatakan negatif pada hari kelima atau keenam setelah mulai terjangkit Covid-19.

Di lain pihak, RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, menyatakan seluruh pasien positif Covid-19 masih menjalani perawatan di ruang isolasi hingga Selasa siang. "Semua pasien (positif Covid-19) masih dirawat dan belum ada yang dinyatakan sembuh," ujar Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah kepada Antara, kemarin.

Rita mengatakan, dua pasien yang disebut pulih oleh pihak Istana Kepresidenan hingga kemarin juga masih dalam perawatan intensif di ruang isolasi Pinere RSUP Persahabatan. Hingga kemarin sore, tim medis RSUP Persahabatan masih menangani secara intensif lima pasien positif korona di ruang isolasi Pinere.

Kasus Singapura

Singapura juga melaporkan 10 kasus terbaru Covid-19 pada Senin (9/3). Secara keseluruhan total kasus virus korona di Singapura mencapai 160. Meski demikian, departemen kesehatan negara itu mengatakan, sebanyak 93 orang telah pulih dari infeksi Covid-19 dan keluar dari rumah sakit.

Dari kasus-kasus terbaru, dua di antaranya terkait dengan Indonesia. Kasus 152 adalah kasus impor yang melibatkan seorang pria Indonesia berusia 65 tahun yang tiba di Singapura pada 7 Maret. Ia melaporkan timbulnya gejala pada 28 Februari ketika berada di Indonesia dan telah mencari perawatan di rumah sakit di Jakarta pada 2 Maret.

Hingga kemudian, ia datang ke Singapore General Hospital (SGH) pada 7 Maret dan hasil tes selanjutnya mengonfirmasi infeksi Covid-19 pada 8 Maret. Saat ini, pasien berada di ruang isolasi SGH.

Kasus 153 juga kemungkinan merupakan kasus impor yang melibatkan seorang wanita Singapura berusia 65 tahun yang telah berada di Indonesia dari 25 Februari hingga 28 Februari. Ia melaporkan bahwa ketika dia berada di Indonesia telah mengunjungi saudara perempuannya yang menderita pneumonia.

Ia melaporkan timbulnya gejala pada 3 Maret dan telah mencari pengobatan di Choa Chu Kang Polyclinic pada hari yang sama dan pada 7 Maret. Kemudian, ia datang ke unit gawat darurat SGH pada 7 Maret dan hasil tes selanjutnya mengonfirmasi infeksi Covid-19 pada 8 Maret sore. Sebelum masuk rumah sakit, ia sering berada di rumahnya yang terletak di Jalan Teck Whye. Ia saat ini ditahan di ruang isolasi SGH. n ed: fitriyan zamzami


×