Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/11/2023). | Republika/Putra M. Akbar
KPK memeriksa Ahok selama 6,5 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau LNG Pertamina untuk tersangka Mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. | Republika/Putra M. Akbar
Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dia enggan mengungkapkan materi pemeriksaan dirinya. | Republika/Putra M. Akbar
Ahok mengakui kontrak pengadaan LNG dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Corpus Christi Liquefaction, LLC atau CCL masih berjalan hingga saat ini. | Republika/Putra M. Akbar
Perusahaan AS yang bergerak di bidang pengadaan gas alam cair itu telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Karen, saat masih menjabat Dirut Pertamina. | Republika/Putra M. Akbar

Peristiwa

Diperiksa KPK Soal Korupsi LNG di Pertamina, Ahok Enggan Ungkap Hasil Pemeriksaannya

Ahok diperiksa sebagai saksi untuk Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan selama kurang lebih 6,5 jam.

JAKARTA -- Komisaris PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah selesai dimintai keterangan terkait dugaan rasuah pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) 2011-2021. Namun, dia enggan mengungkapkan materi pemeriksaan dirinya.

Adapun Ahok diperiksa sebagai saksi untuk Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan selama kurang lebih 6,5 jam. Karen merupakan tersangka dalam kasus ini. 

"(Hasil) Pemeriksaan tanya ke penyidik. Ini urusan jadi saksi buat masalah Ibu Karen. Itu saja sih," kata Ahok kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Ahok tak menjelaskan lebih rinci pertanyaan apa saja yang diberikan oleh penyidik KPK kepadanya. Namun, dia mengakui bahwa kontrak pengadaan LNG dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Corpus Christi Liquefaction, LLC atau CCL masih berjalan hingga saat ini. 

Sebagai informasi, perusahaan AS yang bergerak di bidang pengadaan gas alam cair itu telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Karen, saat masih menjabat Dirut Pertamina. Menurut Ahok, kontrak itu untuk periode yang cukup panjang.

  ';