Petani menyiram tanaman cabai pada lahan persawahan di Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Selasa (22/8/2023). | Republika/Wihdan Hidayat

Ekonomi

Benahi Tata Kelola Cabai

Pemerintah perlu memastikan data produksi cabai.

JAKARTA — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti lonjakan harga cabai. Menurut Ikappi, kenaikan harga cabai merupakan permasalahan berulang yang perlu intervensi serius dari pemerintah.

Sekretaris Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, harga cabai rawit merah di Jabodetabek saat ini mencapai Rp 80 ribu-Rp 85 ribu per kg. “Tentu ini persoalan yang sama, dulu juga hal yang serupa, bahkan sampai 100 ribu. Sehingga kami mendorong kementerian teknis untuk segera menyusun tata kelola niaga di cabai," kata Reynaldi kepada Republika, Jumat (3/11/2023).

Reynaldi menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola niaga cabai. Dia mengatakan, pemerintah perlu memastikan data produksi, seperti apa kendala produksi dan juga intervensi apa yang perlu dilakukan.

Mengenai persoalan pasokan, kata dia, pemerintah juga harus segera mengurai persoalan cabai. “Seharusnya, memasuki pancaroba ini, sektor pertanian kita mengalami surplus. Ini harus dicek apakah datanya seperti apa, agar kita punya acuan data yang jelas," kata Reynaldi.

photo
Petani menyemprot tanaman dengan bantuan pompa air di Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Selasa (22/8/2023). - (Republika/Wihdan Hidayat)

Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA per 30 Oktober 2023, harga rata-rata nasional cabai rawit merah (CRM) di tingkat produsen sebesar Rp 50.310/kg. Itu masih di atas HAP sebesar Rp 25.000-Rp 31.500 per kg.

Harga tertinggi di Sulawesi Utara Rp 72.500 per kg dan terendah di Sulawesi Selatan Rp 25.400 per kg. Sementara itu, di tingkat konsumen, harga rata-rata nasional CRM Rp 51.872 per kg, masih berada di atas HAP sebesar Rp 40 ribu-Rp 57 ribu per kg. Harga tertinggi di Maluku Rp 93.419 per kg dan terendah di NTT Rp 43 ribu per kg.

Badan Pangan Nasional menyatakan tengah berupaya melakukan mobilisasi pasokan cabai rawit merah dari wilayah defisit ke wilayah surplus demi mencegah lonjakan harga lebih tinggi di pengujung tahun. Namun, seluruh upaya itu tak akan dapat menurunkan harga tanpa produksi yang cukup.

“Produksi cabai menjadi salah satu kuncinya. Kuncinya produksi,” kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Seperti diketahui, tugas produksi pada Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab pada sektor hulu.

Arief menyampaikan, pihaknya juga telah meminta kepada seluruh pimpinan daerah untuk dapat memonitor kebutuhan dan produksi cabai di wilayah masing-masing. Di samping itu, kerja sama antardaerah diharapkan bisa dilakukan.

Badan Pangan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan di rumah dalam menanam cabai. Ini seperti yang dilakukan di Ibu Kota Jakarta. Dengan menanam sendiri, masyarakat bisa mengurangi ketergantungan terhadap cabai di pasar, khususnya saat harga sedang tinggi.

photo
Pedagang menata cabai dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (27/2/2023). - (Republika/Prayogi.)

Sebelumnya, Arief menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah bulan pada Oktober antara lain disebabkan oleh berkurangnya produksi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal itu bisa terus berlangsung hingga masa HBKN Natal 2023 dan tahun baru 2024.

Pasokan cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati masih relatif normal, rata-rata 30 ton per hari, meski ada kecenderungan turun dari pekan-pekan sebelumnya sekitar 36 ton per hari.

“Sebagian daerah memang harganya tinggi, tapi sebagian daerah sentra masih banyak panen dan harganya masih relatif normal," ungkap Arief.

Lonjakan harga cabai terpantau di berbagai daerah. Di Kabupaten Bantul, DIY, misalnya, harga cabai merah keriting mengalami lonjakan dari Rp 37.400 per kilogram pada pekan keempat Oktober 2023 menjadi Rp 50.800 per kilogram pada awal November 2023.

Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul menunjukkan, selain harga cabai. Harga beras juga terus mengalami kenaikan selama Oktober 2023. Per awal November 2023, harga beras berada di kisaran Rp 13.600 per kilogram dari sebelumnya Rp 13.400 per kilogram pada akhir Oktober 2023.

Sementara itu, cabai rawit hijau naik dari Rp 42.900 per kilogram menjadi Rp 56.800 per kilogram. "Yang menjadikan kenaikan harga ada beberapa faktor, yaitu ketersediaan dan permintaan. Untuk ketersediaan dengan kemarau yang cukup panjang menyebabkan berkurangnya produksi. Dengan berkurangnya produksi di mana permintaan tetap, maka menyebabkan kenaikan harga," ujar Kepala DKUKMPP Agus Sulistiyana kepada Republika.

Menurut Agus, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya untuk ikut membantu agar pasokan komoditas, khususnya beras, bertambah. Upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan operasi pasar yang merupakan kerja sama pemprov dengan Bulog.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat