Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Barometer Kesabaran

Allah SWT menjanjikan pahala tak terbatas bagi mereka yang sabar.

Oleh ABDUL SYUKKUR

Allah SWT memerintahkan setiap Mukmin untuk bersabar dan selalu menguatkan kesabarannya, sebagaimana firman-Nya, "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, selalu siap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kalian semua beruntung." (QS Ali Imran [3]: 200).

Begitu penting dan istimewanya bersikap sabar sehingga dalam ayat yang lain, Allah SWT sampai menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi orang-orang yang sabar. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang berhak mendapatkan pahala tanpa batas.” (QS al-Zumar [39]: 10).

Rasullullah SAW membagi sabar menjadi tiga bagian, sebagaimana sabdanya, “Sabar ada dalam tiga hal. Sabar tatkala menghadapi musibah, sabar dalam melaksanakan ketaatan (perintah), dan sabar dalam menjauhi maksiat (larangan).” (HR Ibnu Hibban).

Sabar dalam menghadapi musibah maksudnya, kita tetap konsisten dan istiqamah dalam jalan yang diridhai oleh Allah SWT meski sedang menghadapi ujian yang sangat berat, seperti kehilangan orang yang sangat kita cintai, rasa sakit, kekurangan harta, dan berbagai musibah lainnya.

 
Sabar dalam menghadapi musibah maksudnya, kita tetap konsisten dan istiqamah dalam jalan yang diridhai oleh Allah SWT meski sedang menghadapi ujian yang sangat berat.
 
 

Kesabaran dalam menghadapi musibah ini yang paling lumrah dirasakan oleh setiap orang, sehingga ketika kita menghibur orang lain atau dihibur oleh orang lain yang dimaksud tidak lain adalah sabar dalam menghadapi musibah ini. Dan untuk mengetahui apakah kita termasuk orang yang sabar atau bukan, sangat mudah.

Rasulullah SAW pernah mengajarkannya. Dulu di masa Nabi SAW, ada seorang perempuan yang sedang menangis di sisi kuburan. Kemudian Nabi SAW bersabda kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!”

Perempuan itu menjawab, “Menjauhlah dariku, sesungguhnya engkau tidak merasakan musibah yang menimpaku dan belum mengetahuinya.”

Lalu ada orang yang memberi tahu dia bahwa yang menghiburnya adalah Nabi Muhammad. Perempuan itu mendatangi Nabi SAW di rumahnya dan berkata, “Aku tidak tahu bahwa yang berkata begitu adalah engkau ya Rasulullah!” Nabi SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya sabar itu di awal musibah.”

Jadi, cara untuk mengetahui sabar atau tidaknya seseorang, menurut Rasulullah SAW, adalah reaksi awal saat pertama kali mengalami musibah.

Sedangkan sabar dalam ketaatan, artinya, kita dituntut untuk bersabar dalam menjalankan semua hal yang diperintahkan oleh Allah SWT, seperti sabar dalam mempertahankan akidah, sabar dalam melaksanakan ibadah, sabar dalam bermuamalah, dan sabar dalam berakhlakul karimah.

Kemudian sabar dalam menjauhi maksiat atau larangan Allah SWT, seperti sabar untuk tidak mencuri atau korupsi, sabar untuk tidak berzina, sabar untuk tidak menyakiti orang lain, dan sabar dalam menghadapi berbagai larangan lainnya. Sabar jenis ini merupakan sabar yang sangat berat karena harus melawan godaan hawa nafsu, yang notabenenya adalah ajakan diri kita sendiri.

Kedua jenis sabar ini, yakni sabar dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya, bisa menjadi barometer kesabaran seseorang. Jika ia mampu melaksanakan perintah-perintah Allah SWT, dan sanggup menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT, maka bisa dipastikan bahwa ia juga mampu bersabar dalam menghadapi semua ketentuan Allah SWT.

Wallahu a’lam bishshawab.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Telaah Konsep Dasar Tauhid

Karya Sayyid al-Marzuki ini menjelaskan pelbagai topik yang mendasar tentang ilmu tauhid.

SELENGKAPNYA

Sjahrir dan Definisi 'Memimpin adalah Menderita'

Sutan Sjahrir wafat jauh dari Tanah Air yang diperjuangkannya. Ia meninggal dalam status tahanan politik.

SELENGKAPNYA

Menguatkan Cinta kepada Allah

Karya seorang perempuan sufi, Aisyah al-Ba’uniyah, ini mengajak pembaca untuk lebih meningkatkan cinta kepada Allah.

SELENGKAPNYA

Nasib Laskar Hizbullah Usai Pertempuran Surabaya

Laskar Hizbullah turut terpengaruh oleh kebijakan Reorganisasi Tentara Nasional.

SELENGKAPNYA