Wanita menggendong bayi, wanita menyusui, (foto: yogi ardhi) | Republika/Yogi Ardhi

Medika

Panduan Terbaru WHO untuk Masa MPASI

Makanan pokok bertepung juga harus diminimalkan.

World Health Organization (WHO) mengeluarkan rekomendasi terbaru mengenai makanan pengganti air susu ibu (MPASI). Rekomendasi ini berbasis bukti mengenai pemberian MPASI pada bayi dan anak usia enam hingga 23 bulan yang tinggal di negara berpendapatan rendah, menengah, dan tinggi.

WHO juga sudah mempertimbangkan kebutuhan dari anak-anak yang diberi ASI dan tidak diberi ASI. Namun, rekomendasi ini tidak membahas untuk kebutuhan bayi prematur dan berat badan lahir rendah, anak-anak yang mengalami atau baru pulih dari kekurangan gizi akut dan penyakit serius, anak-anak yang hidup dalam keadaan darurat, atau anak-anak yang cacat. “Kecuali untuk anak-anak penyandang disabilitas, kebutuhan kelompok anak-anak lainnya telah dibahas dalam pedoman WHO lainnya,” tulis WHO dalam situs resminya.

Rekomendasi pertama, menyusui harus dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih. Untuk melaksanakan rekomendasi ini, semua perempuan menyusui memerlukan lingkungan yang mendukung dan layanan yang mendukung.

photo
wihdan hidayatJAKARTA,16/2 - RUANG MENYUSUI KHUSUS. Seorang pengunjung mal usai menyusui bayinya di ruang menyusui khusus atau mother room di Senayan City, Jakarta, Rabu (16/2). Ruangan khusus menyusui dan mengganti popok ini merupakan salah satu layanan pihak pusat perbelanjaan untuk memudahkan ibu jika harus terpaksa membawa bayi saat berbelanja. ibu menyusui asiair susu ibu ; - (republika)



Rekomendasi kedua, untuk bayi usia enam hingga 11 bulan yang diberi susu selain ASI, dapat diberikan susu formula atau susu hewani. Sementara untuk anak usia 12 hingga 23 bulan yang diberi susu selain ASI, sebaiknya diberikan susu hewani dan tidak dianjurkan meminum susu formula.

Produk susu, termasuk susu hewani cair merupakan bagian dari pola makan yang beragam dan dapat berkontribusi terhadap kecukupan gizi. Makanan sangat penting bagi anak-anak yang tidak diberi ASI ketika makanan sumber hewani lainnya tidak tersedia.

Jenis susu hewani yang dapat digunakan antara lain susu hewan yang dipasteurisasi, susu evaporasi (tetapi tidak kental-Red) yang dilarutkan, susu fermentasi, atau yogurt. Susu dengan rasa atau pemanis juga sebaiknya tidak digunakan.

Rekomendasi ketiga, bayi baru boleh diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI pada usia enam bulan, sambil terus menyusui. Ini merupakan rekomendasi kesehatan masyarakat, tetapi ada juga beberapa bayi yang mungkin mendapat manfaat dari pengenalan makanan pendamping ASI sejak dini.

photo
Empat pendapat bagi wanita hamil dan ibu menyusui bila tak menjalankan puasa Ramadhan. - (Yogi Ardhi/Republika)

Ibu yang khawatir akan kecukupan ASI mungkin akan mendapat manfaat dari dukungan laktasi. Rekomendasi keempat, bayi dan anak usia enam hingga 23 bulan harus mengonsumsi makanan yang beragam, seperti:

• Makanan sumber hewani, termasuk daging, ikan, atau telur, sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

• Buah-buahan dan sayur-sayuran sebaiknya dikonsumsi setiap hari.

• Kacang-kacangan dan biji-bijian harus sering dikonsumsi, terutama ketika daging, ikan, atau telur dan sayuran dibatasi dalam makanannya.

Makanan pokok bertepung juga harus diminimalkan. Makanan-makanan ini umumnya merupakan komponen besar dari makanan pendamping ASI, terutama di wilayah dengan sumber daya rendah dan tidak menyediakan protein dengan kualitas yang sama seperti yang ditemukan dalam makanan sumber hewani.

Rekomendasi kelima, makanan tinggi gula, garam, dan lemak trans sebaiknya tidak dikonsumsi. Sementara, minuman yang dimaniskan dengan gula tidak boleh dikonsumsi. 

photo
Gula dan diabetes tipe 2 (ilustrasi) - (Unsplash/lexander Grey )



Pemanis non-gula tidak boleh dikonsumsi, dan konsumsi jus buah 100 persen harus dibatasi. 
Rekomendasi keenam, dalam beberapa konteks di mana kebutuhan nutrisi tidak dapat dipenuhi hanya dengan makanan yang tidak difortifikasi, anak usia enam hingga 23 bulan dapat memperoleh manfaat dari suplemen nutrisi atau produk makanan yang difortifikasi.

Bubuk multimikronutrien (MNPs) dapat memberikan sejumlah tambahan vitamin dan mineral tertentu tanpa menggantikan makanan lain dalam pola makan. Kemudian, rekomendasi WHO terakhir adalah anak-anak usia enam hingga 23 bulan harus diberi makan secara responsif, yang didefinisikan sebagai praktik pemberian makan yang mendorong anak untuk makan secara mandiri dan sebagai respons terhadap kebutuhan fisiologis dan perkembangan, yang dapat mendorong pengaturan diri dalam makan dan mendukung perkembangan kognitif, emosional dan sosial.

Melaksanakan intervensi pemberian makanan yang responsif, memerlukan petugas layanan kesehatan dan pihak lain yang bertugas memberikan intervensi tersebut. Tujuannya, agar memiliki kapasitas untuk memberikan panduan yang diperlukan kepada pengasuh dan keluarga.

Penerapan rekomendasi ini akan mengharuskan pengasuh untuk mempunyai waktu untuk hadir saat anak kecil makan atau makan sendiri, dan memiliki seseorang ketika anak tiba-tiba kehilangan nafsu makanan saat makan sendiri.


 
Bayi dan anak usia enam hingga 23 bulan harus mengonsumsi makanan yang beragam. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Kunci Sukses Ibu Menyusui

Ibu juga perlu afirmasi positif sehingga bisa memicu keluarnya hormon oksitosin untuk melancarkan ASI.

SELENGKAPNYA

Jalan Berliku Ibu Bekerja yang Menyusui

Sekitar 45 persen ibu menyusui yang kembali bekerja memilih berhenti memberikan ASI kepada bayi mereka.

SELENGKAPNYA

Mengatasi Bengkak dan Lecet pada Ibu Menyusui

Sekitar tiga persen sampai 10 persen ibu menyusui mengalami mastitis.

SELENGKAPNYA