Pekerja menyemprotkan desinfektan di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Senin (24/2). | YONHAP/EPA

X-Kisah

WNI di Korea Masih Optimistis

Para WNI menyatakan masih dalam keadaan sehat.

 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengumumkan lonjakan infeksi virus korona baru atau Covid-19 menjadi 1.145 kasus pada Rabu (26/2). KCDC melaporkan 169 kasus baru, dan laporan kematian di seluruh Korsel kini mencapai 11 orang. 

Dari laporan KCDC, sebagian besar atau sekitar 90 persen dari infeksi baru berada di kota terbesar keempat Korsel, Daegu. Pusat penyebaran juga muncul di provinsi tetangga Daegu, yakni Gyeongsang Utara. Bagaimana warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di lokasi itu menyikapi perkembangan terkini.

Para pelajar dari Indonesia di Daegu sejauh ini optimistis Pemerintah Korsel dapat segera mengatasi lonjakan penularan Covid-19 di kota terbesar keempat Korsel itu. Setidaknya 85 persen pasien terinfeksi korona terkait dengan Gereja Shincheonji Yesus di sana.

"Alhamdulilah saya dan mahasiswa Indonesia di Kyungpook National University dalam keadaan sehat dan insyaallah aman dan //enggak// panik," ujar Sri Wahyuningsih, mahasiswa dari Klaten, Jawa Tengah kepada //Republika//, Rabu (26/2).

Mahasiswa yang kerap dipanggil Uni itu belajar di jurusan linguistik. Meski perkuliahan libur karena liburan musim dingin, ia mengatakan, kampus tetap ramai. Perpustakaan masih dibuka untuk mahasiswa hingga pukul 00.00. "Namun, ketika pasien nomor 31 dari Daegu terkonfirmasi terinfeksi, per Senin pekan ini, perpustakaan tutup," kata dia. "Dan per Rabu (26/2) sudah ada imbauan untuk tidak ke kampus dulu," ujarnya menambahkan.

Kepanikan yang terjadi di Daegu pada pekan lalu ditandai dengan ramainya pusat perbelanjaan. Warga di sana mulai berbelanja banyak makanan untuk persediaan di rumah mereka. "Pekan lalu dari pemerintah daerah, melalui SMS yang dikirim ke seluruh penduduk, mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar, utamanya yang melibatkan banyak orang," ujar Uni.

Uni menceritakan, masker sempat sukar didapat warga Daegu dan WNI di sana. Sehubungan itu, KBRI sudah mendistribusikan masker untuk para WNI di seluruh Korsel. Namun, Pemerintah Korsel sudah mengeluarkan peraturan pembatasan ekspor masker.

Salah satu pekerja di perusahaan tekstil di Daegu, Yudi Santoso mengatakan, kondisi dirinya dan para pekerja WNI dalam keadaan baik. "Memang ada sebagian perusahaan yang meliburkan karyawannya di Daegu, tetapi itu sepertinya sementara dan tidak semua perusahaan," ujar Yudi kepada //Republika//, Rabu (26/2).

Menurut Yudi, isolasi ketat hingga kini belum ada. Namun, pemerintah setempat mengimbau warga di Daegu agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terlalu penting.

Yudi menilai, pemerintah setempat sejauh ini sudah melakukan penanganan yang tepat terkait korona. Dalam hal ini, para WNI di Daegu tetap diimbau agar mematuhi arahan pemerintah setempat juga dari KBRI Seoul. 

Hingga kini, wilayah Kota Daegu dan Gyeongsangbuk-do termasuk Special Care Zone dengan seluruh wilayah Korsel memasuki zona 'Red Alert' menyusul lonjakan dari orang yang terinfeksi virus korona baru ini atau Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul semakin meningkatkan upaya perlindungan WNI di Korsel. Per Februari, KBRI mencatat terdapat 37.043 WNI yang berada di Negeri Gingseng.

Secara khusus KBRI langsung menghubungi sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi mengatakan, langsung berkomunikasi dengan mitra KBRI untuk mengetahui keadaan WNI di kota-kota Korsel, terutama dua kota, soal ketersediaan makanan dan masker kesehatan. "Saya percaya bahwa Pemerintah Korsel mampu menangani wabah ini," ujar Umar dalam keterangan resmi KBRI Korsel, Rabu (26/2).

Koordinator Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) Kedutaan Besar RI (KBRI) Seoul, Prianto Mawardi menambahkan, imbauan kepada WNI di daerah Daegu dan sekitarnya. "Diharapkan tetap tenang dan jaga kondisi kesehatan. Selalu gunakan masker di tempat umum dan gunakan //hand sanitizer//, kurangi berada di keramaian, serta selalu mengikuti imbauan pemerintah setempat," kata dia kepada //Republika//. Dia juga mengimbau wisatawan Indonesia, disarankan menunda dahulu kunjungan ke Daegu dan sekitarnya hingga penyebaran virus telah selesai dan tertangani dengan baik. n ed: fitriyan zamzami

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat