Pengunjung berfoto dibalik spanduk dalam acara Stop Bullying di kawasan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (13/5). acara Stop Bullying ini bertujuan untuk melakukan edukasi dan kampanye tentang bahaya bullying | Republika/Iman Firmansyah

Gaya Hidup

Kenali dan Mitigasi Perundungan dari Rumah

Tak hanya di dunia nyata, penindasan juga bisa terjadi terjadi di dunia maya.

Perundungan atau bullying dapat terjadi di mana saja. Baik di sekolah maupun di dunia maya, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara mengenali tanda-tanda bahwa anak mereka mungkin sedang menderita.

Baik itu karena cacian, pukulan, mendorong, menyebarkan desas-desus, maupun memberikan ancaman, anak-anak dapat terkena dampak perundungan baik secara fisik maupun emosional. Contoh dua kasus yang sedang ramai diberitakan belakangan ini, pertama, anak SD di Jakarta Selatan yang tiba-tiba loncat dari lantai empat sekolahnya hingga tewas.

Sekolah pun telah membantah adanya bullying, meskipun warganet banyak yang meyakini bahwa anak tersebut korban bullying. Dan kedua, terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, anak SMP menganiaya adik kelasnya hingga babak belur. Alasannya hanya karena masalah perempuan dan kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.

Tak hanya di dunia nyata, penindasan juga bisa terjadi terjadi di dunia maya. Hal ini dapat mencakup berbagai hal, mulai dari anak-anak yang menerima pesan-pesan ancaman atau kalimat kasar menjadi korban troll hingga dipermalukan secara daring.

photo
Direktur Kebijakan WhatsApp Asia Pasifik, Clair Deevy menyampaikan paparan dalam acara peluncuran program dan seminar Literasi Privasi dan Keamanan Digital di Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (18/11/2019). Program tersebut bertujuan untuk menanggulangi berbagai konten negatif di internet berupa hoaks, cyber bullying, online radicalism, dan lainnya melalui literasi digital. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. - (M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO)

Namun, bagaimana cara mengetahui apakah anak sedang ditindas? Inggris memiliki badan tersendiri yang bisa mengawasi kasus-kasus bullying, yakni oleh National for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC). Dilansir dari Chronicle Live, Kamis (28/9/2023), NSPCC menguraikan beberapa tanda yang harus diwaspadai orang tua, tapi tidak ada satu tanda pun yang dapat menunjukkan secara pasti bahwa anak sedang dirundung.

Tapi, hati-hati, ada beberapa perilaku memilukan dari anak, yang kemungkinan bisa menjadi sinyal bahwa anak mendapat perundungan. Seperti:

 

1. Barang-barang 'hilang' atau rusak

2. Cedera fisik, seperti memar yang tidak diketahui penyebabnya

3. Takut pergi ke sekolah, 'sakit' secara misterius setiap pagi, atau bolos sekolah

4. Tidak berprestasi baik di sekolah

5. Meminta atau mencuri uang, untuk diberikan kepada siapa pun yang melakukan intimidasi.  

6. Menjadi gugup, kehilangan kepercayaan diri, atau menjadi tertekan dan menarik diri

7. Bermasalah pada makan atau tidur

8. Mengintimidasi orang lain

Orang tua juga biasanya akan memiliki insting jika merasa anak tidak baik-baik saja. Jika Anda curiga bahwa anak Anda dirundung di sekolah, segera atur pertemuan dengan guru mereka.

Ambil buku catatan, sehingga Anda dapat mencatat apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut dan membawa bukti apa pun yang Anda miliki tentang penindasan tersebut. Mulai dari pesan teks, catatan insiden, hingga tangkapan layar jika penindasan tersebut terjadi secara daring.

Tanyakan pula kepada guru tindakan apa yang akan mereka ambil, pastikan Anda semua setuju dengan usulan mereka. Jika anak diintimidasi di dalam sebuah komunitas, bicaralah dengan penanggung jawabnya atau kepada lembaga berwenang.

Tepat Menghadapi Perundungan

Kasus perundungan yang dilakukan siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah, kepada adik kelasnya viral di jagat maya. Banyak komentar para orang tua yang merasa geram dan khawatir dengan anak-anak mereka.

Dilansir dari Chronicle Live, Kamis (28/9/2023), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan para orang tua, ketika mengetahui atau mencurigai bahwa anak mengalami perundungan.

• Bicaralah dengan anak tentang definisi penindasan dan perundungan siber

Jika Anda mencurigai anak Anda menjadi korban perundungan, jelaskan kepada mereka apa itu perundungan dan tanyakan apakah mereka pernah mengalami hal seperti itu. Tetap tenang dan dengarkan baik-baik apa yang mereka katakan.

Mereka mungkin merasa sangat takut atau malu karena diintimidasi dan mereka mungkin khawatir tentang apa yang akan terjadi jika mereka memberi tahu siapa pun. Ketika Anda mengetahui bahwa anak Anda sedang ditindas, ingatlah untuk selalu menghubungi mereka secara rutin. Ingatkan mereka bahwa mereka dapat berbicara dengan Anda kapan pun mereka mau.

 

photo
Relawan membentangkan spanduk dalam acara Stop Bullying di kawasan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (13/5). acara Stop Bullying ini bertujuan untuk melakukan edukasi dan kampanye tentang bahaya bullying dengan mengambil tema Stop Bullying #JanganDianggapRemeh. Republika/Iman Firmansyah - (Republika/Iman Firmansyah)

• Beri tahu anak kepada siapa harus meminta pertolongan

Jika mereka tidak ingin berbicara dengan Anda, sarankan mereka untuk berbicara dengan orang dewasa lain yang dipercaya, seperti guru atau anggota keluarga. Anda juga dapat mengajak anak mendatangi lembaga perlindungan anak, di mana konselor terlatih akan mendengarkan. Mereka tidak perlu menyebutkan namanya dan mereka dapat membicarakan apa pun yang membuat mereka khawatir.

 

• Bantu anak bersantai dan meluangkan waktu

Anak-anak dan remaja mungkin kurang percaya diri akibat penindasan. Bantu mereka menemukan hal-hal untuk dilakukan yang membuat mereka merasa nyaman, seperti mendengarkan, atau bermain, musik, atau berolahraga.

Beri mereka kesempatan untuk membantu membangun kepercayaan diri mereka. Ingatlah untuk meyakinkan mereka bahwa itu bukan kesalahan mereka serta beri tahu mereka bahwa mereka dicintai dan dihargai.

• Laporkan perundungan di media sosial dan gim daring 

Selain mendukung anak Anda secara emosional, ada beberapa langkah praktis yang dapat Anda ambil jika penindasan terjadi di platform daring, seperti aplikasi media sosial atau ruang obrolan gim daring. Jangan hentikan mereka menggunakan internet atau ponsel mereka.

Hal ini mungkin tidak akan membuat mereka tetap aman, mereka mungkin merasa seperti sedang dihukum dan dapat menghalangi mereka untuk memberi tahu Anda apa yang terjadi. Pastikan anak Anda mengetahui cara memblokir siapa pun yang mengunggah hal-hal yang penuh kebencian atau pelecehan tentang mereka, di setiap aplikasi atau layanan daring yang mereka gunakan.

Anda biasanya dapat menemukan detail tentang cara melakukan hal ini di area bantuan atau keamanan daring, di bawah Pengaturan. Lalu laporkan siapa pun yang menindas anak Anda ke platform yang memuat komentar, audio, gambar, atau video yang menyinggung.

 

• Laporkan kejahatan rasial 

Menindas seseorang karena jenis kelamin, identitas gender, keyakinan agama, ras, warna kulit, atau karena mereka memiliki disabilitas, merupakan kejahatan rasial dan melanggar hukum. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, Anda dapat melaporkannya. Anda dapat menghubungi kepolisian untuk mengatasinya.

• Bicaralah dengan sekolah atau komunitas yang diikuti anak

Jika anak Anda menjadi korban perundungan, Anda dapat berbicara dengan sekolahnya. Tidak peduli apakah penindasan itu terjadi di tempat, di luar, atau di internet. Semua sekolah mempunyai tanggung jawab untuk melindungi siswanya dari penindasan.

Atur pertemuan dengan guru mereka. Ambil buku catatan sehingga Anda dapat mencatat apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut dan membawa bukti apa pun yang Anda miliki tentang penindasan tersebut, seperti pesan teks, catatan insiden, atau tangkapan layar jika penindasan tersebut terjadi secara daring.

Tanyakan kepada guru tindakan apa yang akan mereka ambil, pastikan Anda semua setuju dengan usulan mereka. Jika anak Anda diintimidasi di komunitas, bicaralah dengan penanggung jawabnya.

 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Anak Anemia Berisiko Jadi Korban Bullying, Kok Bisa?

Sebagian besar kasus anemia, terutama pada anak, tidak menimbulkan gejala

SELENGKAPNYA

Ketika Remaja Bicara Cyberbullying

Indonesia, termasuk dalam 10 negara teratas dengan kasus kekerasan seksual anak secara daring tertinggi sejak 2005.

SELENGKAPNYA