Suasana gedung Nusantara III saat kejadian kepulan asap putih di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Senin (24/2). | Thoudy Badai/Republika

X-Kisah

Asap Pekat dari Gedung Wakil Rakyat

 

 

Senin (24/2) sekira pukul 11.50 WIB, alarm kebakaran di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, berbunyi. Suara sirene peringatan kebakaran itu juga disusul munculnya asap pekat di lobi gedung wakil rakyat.

Orang-orang berhamburan keluar ruangan. Pegawai yang berkantor di gedung DPR terlihat panik menjauhi kepulan asap. Mereka lari keluar dari gedung yang dipenuhi asap pekat. Petugas Keamanan Dalam (Pamdal) Kompleks Parlemen Senayan membantu mengarahkan para pegawai yang selalu berpakaian rapi ke area yang aman dari terjangan asap. 

 
Sepuluh menit berlalu sejak alarm berbunyi, asap kian mengepul. Asap pekat sudah menyelimuti Gedung Nusantara III yang menjadi gedung tempat pimpinan wakil rakyat. Di bagian luar, orang-orang yang dievakuasi sudah berkumpul. Banyak yang menduga, asap ini disebabkan kebakaran di lantai 2 Gedung Nusantara III DPR. 
 
 

Edison Manurung, salah seorang saksi, mengatakan, asap memenuhi ruang pimpinan MPR yang berada di lantai 9. Melihat asap yang mengepul, ia segera turun dari lantai tersebut. "Awal mula saya lihat asap dari lantai 9, jadi sama ajudan tadi //sama// protokol, sehingga saya bilang turun-turun ada kebakaran itu," ujar Edison di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (24/2). 

Ia menjelaskan, asap tiba-tiba muncul dari bawah. Namun, ia tak tahu asal asap tersebut. "Masuk ke ataslah, namanya asap masuk ke atas gimana," ujarnya. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat mengerahkan 11 mobil untuk mengatasi asap pekat yang membuat seisi gedung wakil rakyat panik. Selama satu jam, Gedung Nusantara III ditutup untuk memudahkan petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Pegawai dan media juga tak diperbolehkan masuk.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar menegaskan, asap yang mengepul bukan berasal dari kebakaran. Ia mengaku asap muncul dari sistem aerosol yang terbuka tanpa sebab. "Di koridor lantai 2, sekitar sejam lalu aerosol berfungsi tanpa sebab jelas. Teman-teman damkar sedang meneliti dan evaluasi apa penyabab aerosol sistemnya terbuka," ujar Indra, Senin.

Ia menjelaskan, sistem aerosol di lantai tersebut akan mengeluarkan asap jika ada api. Namun, Indra menjelaskan, saat itu tidak ada api di sana, tetapi asap tiba-tiba keluar tanpa sebab. "Itu adalah hang atau error, sehingga sistem itu di beberapa titik mengeluarkan asap semacam //fogging// yang biasanya keluar ketika ada panas atau api," ujarnya.

Meski asap pekat menyelimuti mengepul Gedung Nusantara III, agenda di gedung lain tak terganggu. Misalnya, rapat koordinasi antara MPR dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V tetap berjalan hingga selesai. Agenda seminar nasional yang dihadiri sejumlah narasumber seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin juga tetap berjalan lancar. Acara tersebut digelar di Gedung Nusantara IV. Di Gedung Nusantara II, rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang digelar Komisi I juga tak terganggu.

Berulang

Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengkritik sistem keamanan dan keselamatan di Kompleks Parlemen. Sebab, hal seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Bahkan, lift di Gedung Nusantara I disebutnya pernah mengalami kerusakan. Padahal, lift tersebut merupakan salah satu akses bagi wakil rakyat menuju kantor fraksinya masing-masing.

"Kan pernah jatuh liftnya, macet juga berapa kali terjadi, tapi kalau mau diperbaiki besar-besaran nanti ada yang teriak pemborosan uang rakyat," ujar Arsul. Namun, ia menilai, jika Kompleks Parlemen direnovasi saat ini, akan menyia-nyiakan anggaran. Sebab, pemerintah sudah memiliki rencana pemindahan ibu kota yang juga akan diikuti pemindahan kantor legislatif.

Pada Juni 2017, kebakaran pernah melanda gedung Parlemen Senayan. Saat itu, kebakaran terjadi di ruang Panitia Khusus (Pansus) C di lantai 3 Gedung Nusantara II pada Ahad 13 Juni 2017 dini hari. Asap pertama kali terlihat dari plafon yang ada di ruangan Pansus C. Ruangan ini merupakan ruang rapat cadangan untuk pansus. Waktu itu, risalah Pansus Pelindo II tersimpan di ruangan ini.

Namun, kebakaran tidak sampai menghilangkan arsip Pansus Pelindo yang dipimpin politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka. Kebakaran ini berhasil dipadamkan oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran, setengah jam kemudian. Diduga, kebakaran ini terjadi akibat hubungan pendek arus listrik. N nawir arsyad akbar ed: agus raharjo

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat