Maskapai Haji Ditambah | Republika
23 Feb 2020, 13:42 WIB

Tiga Maskapai Siap Mengangkut Jamaah Haji Indonesia

Tiga maskapai tersebut memenuhi persyaratan untuk mengangkut para tamu Allah

 

JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan tiga maskapai yang siap mengangkut jamaah haji Indonesia pada musim haji 2020. Ketiga maskapai itu adalah Garuda Indonesia dan dua maskapai asal Arab Saudi, yaitu Saudi Arabian Airlines dan Flynas.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu hanya ada dua maskapai yang mengangkut jamaah haji Indonesia, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Tahun ini, dia bersyukur ada tiga maskapai yang memenuhi syarat dan siap memberangkatkan jamaah haji Indonesia.

"Bersyukur tahun ini bisa dapat tiga, sebelumnya itu kan cuma dua yang memenuhi syarat sampai hasil negoisiasi terakhir. Itu kan sudah prosedurnya. Sudah saya rilis itu dan berarti sudah siap," ujar Muhajirin saat dihubungi Republika, Ahad (23/2).

Terkait

Flynas adalah salah satu perusahaan penerbangan swasta yang ada di Saudi Arabia. Seperti halnya Garuda Indonesia dan Saudia Arabian Airlines, menurut Muhajirin, penunjukan Flynas untuk mengangkut jamaah haji tahun ini karena telah memenuhi syarat.

"Pertimbangannya karena memenuhi syarat semua, dari segi teknik, kesediaan pesawat, maskapai, harga. //Kan// itu kita lelang, tidak hanya ditunjuk. Kan semuanya bersaing terbuka," ucapnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya pemeritah telah menawarkan kepada maskapai Indonesia lainnya, seperti Lion Air dan Sriwijaya Air, tapi keduanya tidak sanggup. Akhirnya, hanya ada empat maskapai yang memenuhi syarat sampai dengan pengajuan harga masing-masing embarkasi, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Saudi Arabian Airlines, dan Flynas.

?Begitu empat, kita lakukan negosiasi. Ternyata di penghujung penetapan, pihak Citilink merasa tidak mampu dengan kriteria yang ada, lalu mereka mengundurkan diri. Tersisalah tiga, nah tiga ini mereka fight sampai terakhir," katanya.

Menurut Muhajirin, dalam MoU antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi telah dijelaskan, kuota pengangkutan jamaah haji telah dibagi masing-masing 50 persen. Karena itu, ketika maskapai Flynas ditunjuk, jamaah haji yang diangkut nantinya berasal dari 50 persen kuota Arab Saudi.

"Untuk kuotanya, Flynas diambil dari kuota 50 persen selama ini yang diangkut oleh Saudi. Seandainya Citilink sampai di akhir, mereka siap mengangkut. Kuotanya diambil dari kuota yang selama ini diangkut oleh Garuda," jelas Muhajirin.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus mempersiapkan diri untuk memberangkatkan jamaah haji Indonesia.

"Kami sedang terus mempersiapkan diri, termasuk juga persiapan awak kabin," ujar Irfan.

Menurut dia, persiapan yang dilakukan Garuda Indonesia tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, kata dia, yang jelas Garuda Indonesia ingin memberikan pelayanan terbaik buat jamaah haji Indonesia.

"Secara khusus setahu saya tidak ada (tidak ada perbedaan dengan tahun lalu). Yang jelas kita ingin terus-menerus memperbaiki diri. Ingat, kita ini bertugas membawa penumpang dan bagian dari tim haji Indonesia," kata Irfan.

Dalam memberangkatkan jamaah haji Indonesia Garuda Indonesia nantinya akan memberangkatkan 268 kloter jamaah dari Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Garuda akan menggunakan tiga jenis pesawat, yaitu Boeing 777-300, Boeing 747-400, dan Airbus 330.

Kemudian, Saudi Arabia Airlines akan membawa 221 kloter dari Embarkasi Batam, Jakarta, Surabaya, dan Kertajati. Pesawat yang digunakan, yakni Boeing 777-300, Boeing 777-400, dan Boeing 747-400.

Sedangkan, maskapai Flynas akan memberangkatkan 19 kloter jamaah dari Embarkasi Palembang dengan pesawat Boeing 747-400. n ed: wachidah handasah


×