Pengusaha mobil angkutan kota (angkot) yang merupakan anggota Koperasi Wahana Kalpika (KWK) berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengoperasikan Angkot MikroTrans tr | Republika/Putra M. Akbar

Gaya Hidup

Telaah Manfaat Naik Transportasi Umum

Mengemudi membutuhkan biaya lebih besar daripada kendaraan itu sendiri.

Perubahan iklim dan permasalahan lingkungan hidup, saat ini merupakan salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini. Bayangkan saja sebuah planet, tempat setiap negara dan warganya sadar akan lingkungan mengenai bagaimana keputusan dan pilihan sehari-hari mereka dapat memengaruhi lingkungan.

Bahkan, mereka secara aktif mencari pilihan dan pilihan yang meminimalkan atau mengurangi dampak. Dalam hal ini, kita dapat menjamin lingkungan hidup yang berkelanjutan dan layak huni di bumi untuk generasi mendatang.  

Salah satu cara untuk berkontribusi terhadap pelestarian alam dan membantu mengatasi perubahan iklim adalah dengan menggunakan lebih banyak layanan transportasi umum. Mengapa tidak melakukan perjalanan jarak pendek di dalam kota dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum dibandingkan dengan mobil dan dengan melakukan hal tersebut akan menghemat waktu dan lingkungan, dan bahkan tetap sehat? 

Peep Mardiste, anggota dewan Estonian Green Movement, berbicara lebih mendalam tentang dampak menguntungkan transportasi umum terhadap alam dan lingkungan.

  

photo
Pengendara motor melintas di dekat angkot 44 jurusan Tebet-Tanah Abang yang melakukan aksi mogok di Halte Integrasi Tebet, Jakarta, Rabu (10/5/2023). Pada aksinya mereka melakukan aksi mogok dan memarkirkan kendaraan hingga menutup akses armada Jaklingko untuk melintas. Mereka menuntut pengurangan armada bus Jaklingko pada rute yang serupa karena mengurangi pendapatan sopir angkot. - (Republika/Putra M. Akbar)

1. Transportasi umum membantu menyelamatkan lingkungan  

Dilansir dari Ridango, Selasa (12/9/2023), sebagian besar emisi dari sektor transportasi dihasilkan oleh kendaraan pribadi seperti mobil. Meskipun emisi dari produksi mobil dan penggunaan kendaraan tidak meningkat secepat, misalnya, dari sektor penerbangan atau perbelanjaan, hal ini masih merupakan masalah yang perlu diatasi.   

Pemanfaatan layanan angkutan umum yang lebih besar dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi emisi dan membantu menyelamatkan lingkungan. Banyak kota yang berhasil mengurangi emisi CO2 sebanyak 50 persen dengan mengurangi atau membatasi aliran mobil pribadi. 

 

photo
Seorang karyawan yang mengenakan alat pelindung diri sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona baru memegang spanduk yang menampilkan informasi tentang virus tersebut dan orang-orang yang terinfeksi di halte Harmoni Central Busway di Jakarta Kamis, 16 Juli 2020. Indonesia memiliki jumlah infeksi dan kematian akibat virus corona tertinggi di Asia Tenggara .(AP Photo/Achmad Ibrahim) - (AP/Achmad Ibrahim)

2. Udara yang lebih bersih untuk dihirup dan kesehatan yang lebih baik   

Jumlah mobil yang masuk ke suatu kota secara berlebihan memang menimbulkan dampak buruk bagi alam dan kesehatan manusia. Gas buang merusak kualitas udara dan mengeluarkan partikel berbahaya, sehingga meningkatkan risiko penyakit pernapasan juga berdampak negatif terhadap kesehatan mental masyarakat. Polusi udara juga sangat berbahaya bagi anak-anak, karena otak mereka yang sedang berkembang sangat sensitif dan rentan terhadap dampak negatif lingkungan.   

 

photo
Warga menunggu moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek) di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta Selasa (29/8/2023) sore. Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan LRT Jabodebek pada Senin (28/8) kemarin, LRT ini menghubungkan wilayah Cibubur hingga Bekasi ke Jakarta Pusat yang terdiri dari 18 stasiun. Tarif LRT Jabodebek diberlakukan promo berupa diskon sebesar 78% yang diwujudkan dalam tarif flat sebesar Rp 5.000 untuk seluruh lintas pelayanan, sejak diresmikan sampai dengan akhir bulan September 2023. - (Republika/Thoudy Badai)

3. Kota-kota kehabisan ruang untuk mobil  

Jumlah mobil di perkotaan tidak dapat bertambah tanpa batas, karena suatu saat, ruang akan habis dan orang serta kendaraannya tidak dapat muat. Mari kita akui, mobil memakan banyak ruang, bayangkan berapa banyak ruang yang dibutuhkan oleh 20 orang yang bepergian dengan mobil, jika dibandingkan dengan 20 orang yang bepergian dengan satu bus.

Anda dapat melihat gambarannya, perbedaannya sangat signifikan dan semakin sedikit ruang yang ada untuk lalu lintas, maka semakin lambat pula lalu lintasnya. Karena semakin berkurangnya ruang, kemacetan semakin sering terjadi, dan tindakan penanggulangan, seperti mengalihkan lalu lintas atau mencari cara untuk membuat berkendara lebih nyaman, bukanlah solusi terhadap masalah.

Hal ini pun hanya mendorong penggunaan mobil pribadi, sehingga menciptakan kemacetan yang tiada habisnya. Karena jumlah mobil terus meningkat, kota harus terus mencari lebih banyak ruang.  

 

photo
Penumpang membaca pamflet perubahan jadwal KRL Commuter Line di Stasiun Yogyakarta, Kamis (25/5/2023). Pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023 ada perubahan jadwal KRL Jogja-Solo mulai 1Juni 2023. Jumlah perjalanan kereta commuter line Jogja-Solo bertambah 6 kereta menjadi 30 kereta. Kemudian perjalanan commuter line Jogja-Solo diperpanjang ke stasiun pemberhentian terakhir di Stasiun Palur, Surakarta. Jumlah pemberangkatan harian sebanyak 20 pemberangkatan dan pada akhir pekan menjadi 24 pemberangkatan. - (Republika/Wihdan Hidayat)

4. Pemandangan kota dan penumpang lainnya  

Selain kemacetan dan semakin berkurangnya ruang di perkotaan, mobil juga merusak pemandangan kota. Dengan semakin banyaknya mobil yang memasuki pusat kota, semakin sedikit ruang yang tersedia bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki. 

Belum lagi, mobil yang diparkir di area yang terhubung dengan trotoar, ruang jalan yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda menjadi terlalu sempit dan berbahaya untuk dikendarai dengan aman.    

Di sisi lain, penggunaan transportasi umum yang lebih luas akan membantu mengurangi polusi udara dan mengosongkan ruang di wilayah perkotaan. Hal ini menjadikan lalu lintas kota jauh lebih nyaman bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki, serta membuat pemandangan kota di seluruh dunia menjadi lebih indah dan damai.   

 

photo
Warga berjalan memasuki halte Busway Tosari, Jakarta, Selasa (2/11/). Pemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 untuk Provinsi DKI Jakarta hingga 15 November 2021 mendatang.Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

5. Menghemat waktu dan uang, mengurangi stres  

Karena kemacetan kendaraan, banyak kota yang mempunyai jalur bus khusus, sehingga penggunaan angkutan umum dalam kota tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih cepat. Apalagi jika Anda tidak perlu khawatir mencari tempat parkir, atau berapa biayanya, saat bepergian dengan angkutan umum. 

Jika angkutan umum dapat memenuhi kebutuhan komuter, tentu hal ini akan menarik lebih banyak pemilik kendaraan pribadi untuk menggunakan angkutan umum seiring berjalannya waktu. Untungnya, penggunaan transportasi umum kini semakin populer.

Anda dapat duduk, bersantai, membaca buku, atau bahkan menyelesaikan pekerjaan di bus atau kereta api, yang merupakan cara yang jauh lebih praktis untuk menghabiskan waktu Anda saat bepergian.   

Lebih Murah?

Saat ini moda transportasi umum semakin banyak dan semakin mudah dijangkau bahkan semakin cepat. Namun, apakah benar naik moda transportasi umum lebih murah dan jauh lebih hemat dibandingkan naik kendaraan pribadi?

Dilansir laman Psecu, Selasa (12/9/2023), selain menjaga lingkungan menjadi lebih baik, naik kendaraan umum dapat menghemat uang Anda. Mengemudi membutuhkan biaya lebih besar daripada kendaraan itu sendiri.

Anda harus membeli asuransi, menjaga tangki bensin tetap penuh, dan menjadwalkan perawatan rutin. Sebagai perbandingan, Anda membayar untuk menggunakan transportasi umum per perjalanan, biaya yang biasanya paling banyak beberapa dolar.

Meskipun memiliki mobil dapat memberi Anda kebebasan yang mungkin tidak Anda dapatkan, banyak orang yang naik bus atau kereta bawah tanah menghemat uang dalam jangka panjang. Di beberapa lokasi, layanan seperti taksi, layanan ridesharing, dan kereta api masih lebih murah dibandingkan memiliki dan mengendarai mobil.

 

Tips menghemat transportasi umum

photo
Sejumlah angkot massa aksi diparkirkan di Balai Kota Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (17/4/2023). Pada aksi tersebut mereka menuntut diberlakukanya tarif BisKita dan penundaan program penataan angkutan umum di Kota Bogor hingga selesainya pembangunan Jembatan Otista. - (Republika/Putra M. Akbar)

Melakukan riset dapat menghasilkan lebih banyak penghematan dan manfaat dalam hal transportasi umum. Misalnya, jika Anda berencana naik angkutan umum lokal lebih dari satu kali, carilah kartu serbaguna.

Tiket masuk bulanan, misalnya, sering kali dilengkapi dengan perjalanan tanpa batas, ideal untuk seseorang yang bepergian ke tempat kerja atau sekolah. Selain itu, hubungi otoritas transportasi dan tanyakan tentang diskon yang tersedia.

Biasanya Anda dapat menghemat uang jika Anda seorang pelajar, anggota militer, berusia di atas 65 tahun, atau memiliki disabilitas. Anda juga bisa mencari tahu apakah Anda boleh membawa sepeda saat bepergian. Daripada membayar biaya transfer ke tujuan Anda, Anda bisa juga berkendara jarak pendek, sekaligus membakar sejumlah kalori.

 

 
Jumlah mobil yang masuk ke suatu kota secara berlebihan memang menimbulkan dampak buruk bagi alam dan kesehatan manusia.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Polusi Kini Ganas, Jangan Dulu Tinggalkan Masker

Polusi udara merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

SELENGKAPNYA

Bahaya Berjalan Kaki di Tengah Udara Berpolusi

Dalam jangka pendek, jika kita adalah orang dewasa yang sehat, mungkin akan mengalami sakit tenggorokan dan mata gatal akibat iritasi.

SELENGKAPNYA

Pemandangan Lansekap Jakarta Tampak Samar Akibat Polusi Udara

Berdasarkan data dari situs IQAir, pada Selasa, 6 Juni 2023 pukul 16.52 WIB, kualitas udara di Jakarta mencapai angka 151.

SELENGKAPNYA