FILE -Logo TikTok terlihat di ponsel di depan layar komputer yang menampilkan layar beranda TikTok, 18 Maret 2023, di Boston. Platform media sosial sering kali mengandalkan label untuk memberi tahu pengguna bahwa suatu akun dioperasikan oleh badan propaga | AP Photo/Michael Dwyer

Inovasi

Jangan Lengah, Berikut Tren Berbahaya di Media Sosial  

Tekanan untuk menyesuaikan diri dengan tren media sosial dapat mengaburkan penilaian anak-anak muda,

Para orang tua perlu memahami sejumlah tren media sosial yang dianggap "berbahaya" terus bermunculan dan berpotensi memengaruhi anak-anak mereka. Sebuah platform penelitian, SellCell, telah mengingatkan bahwa anak-anak muda sering kali mengambil risiko dengan mencoba meniru tren populer di media sosial.

Karena itu, SellCell menekankan penting bagi orang tua untuk memantau aktivitas daring anak-anak mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa hampir 42 persen anak-anak menghabiskan lebih dari empat jam sehari di ponsel, yang membuat mereka sangat rentan terhadap akses konten yang tidak sesuai.

 

photo
Foto ilustrasi menunjukkan aplikasi media sosial Threads (kiri) dan Twitter di Los Angeles, California, AS, Kamis (67/2023). Meta meluncurkan aplikasi barunya Threads yang berfungsi sebagai pendamping Instagram dan merupakan pesaing langsung Twitter Elon Musk. - (EPA-EFE/ETIENNE LAURENT)

Dilansir Express pada Jumat (8/9/2023), beberapa tren media sosial yang dianggap berbahaya dan perlu menjadi perhatian orang tua adalah sebagai berikut:

 

1. Tantangan Borg


Tantangan ini melibatkan mencampurkan air, vodka, kafein, dan bubuk elektrolit dalam galon dengan tujuan menciptakan minuman yang tahan mabuk. Meskipun beberapa orang mungkin mengira minuman ini tidak berbahaya karena adanya air dan elektrolit, meminum dalam jumlah banyak dapat menyebabkan konsumsi alkohol yang berlebihan.

 

2. Mulut Diselotip Saat Tidur


Tren ini melibatkan penggunaan selotip untuk menutup mulut saat tidur agar napas hanya keluar melalui hidung. Meskipun dianggap dapat meningkatkan kualitas tidur, ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi, bahkan bahaya tersedak.

 

3. Tantangan Blackout


Tantangan ini merupakan salah satu yang paling berbahaya, dengan peserta diimbau untuk menahan napas atau mencekik diri sendiri hingga pingsan. Ini telah menyebabkan beberapa kematian dan mendorong anak-anak yang masih muda untuk mengambil risiko.

 

Teknologi yang Mengubah Lansekap - (republika)

  ​

4. Tren Chroming


Tren ini melibatkan menghirup asap dari benda-benda beracun, seperti kaleng aerosol, deodoran semprot, dan lainnya. Meskipun bertujuan menciptakan sensasi sementara, ini dapat menyebabkan risiko kesehatan serius seperti serangan jantung, kejang, koma, bahkan cedera fatal.

 

5. Tindik Palsu dengan Magnet


Penggunaan bola magnet kecil sebagai tindik wajah atau lidah palsu dapat berbahaya jika magnet-magnet ini tertelan karena dapat menyebabkan penyumbatan usus dan ancaman terhadap aliran darah.

 

6. Tantangan Benadryl


Tantangan ini melibatkan penggunaan obat alergi benadryl dalam dosis besar untuk menciptakan halusinasi. Mengonsumsi obat ini dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gangguan jantung, kejang, koma, bahkan kematian.

 

7. Tantangan Cha Cha Slide


Meskipun terlihat seperti tren yang aman, ini melibatkan mengemudi secara sembarangan mengikuti irama lagu Cha Cha Slide, yang dapat menyebabkan kecelakaan yang mengancam jiwa.

 

8. Tantangan Deodoran


Tren ini melibatkan menyemprotkan deodoran pada kulit telanjang untuk menciptakan sensasi dingin. Hal ini dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit dan cedera yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk sembuh.

 

Sarah McConomy dari SellCell menekankan bahwa tekanan untuk menyesuaikan diri dengan tren media sosial dapat mengaburkan penilaian anak-anak muda. Sehingga penting bagi orang tua memahami risikonya. Orang tua juga harus terlibat dan mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka. Semakin banyak waktu yang dihabiskan anak-anak di ponsel, semakin besar paparan terhadap konten yang berpotensi berbahaya. 

 

Tantangan Diet

photo
Diet tepat untuk cegah obesitas (ilustrasi) - (Pixabay/Mojzagrebinfo)


Banyak tren viral yang datang dari Tiktok, sebuah platform video pendek yang saat ini punya banyak pengguna harian. Namun, tidak semua tren layak diikuti karena ada beberapa tren toksik, seperti metode diet yang tidak sehat.

Salah satu kreator Tiffany Magee mengungkapkan, menu makan siang favoritnya untuk diet. Ini terdiri dari sosis ayam, sayuran mentah dan acar, buah, keju cottage, dan mustard. Kontennya menjadi viral dan mendapat 100 juta penayangan. 

Dia mengklaim metode dietnya dapat menghilangkan 80 pon atau sekitar 36 kilogram dan terus akan berkurang jika mengonsumsi menu makanan itu setiap hari. Jika dilihat memang tidak ada yang salah dengan menu tersebut karena mengandung banyak nutrisi.

Namun, jika diperhatikan detail, menu makanan itu tidak normal. Ada banyak mustard dalam makanan bermustard. Bersamaan dengan itu ada keju cottage, acar sayuran, dan sosis yang merupakan natrium senilai satu hari dalam sekali makan.

Meski begitu, ini adalah salah satu tren diet paling viral yang pernah ada. Banyak orang yang ingin mencoba hal baru, khususnya yang sedang tren. Beberapa di antara mereka sangat menyukainya.

Pengguna Tiktok Lyndee LeBourgeois dengan serius mengunyah wortel dan berkata, "Sepertinya saya perlu lebih banyak mustard." Namun, ada juga yang kontra pada tren diet ini. 

YouTuber Farnum memberikan nilai dua dari lima, dan istrinya akhirnya memuntahkannya. “Kami telah menunggu berhari-hari untuk mencobanya. Dan kalian semua berbohong,” kata pengguna @kobanks8.

Terlepas dari apakah mereka tersenyum atau meringis, banyak penguji rasa menandai video mustard-palooza mereka dengan #weightloss. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang tidak memahami bahwa menu makanan yang viral itu sebenarnya tidak sehat.

Dilansir Today, Rabu (23/8/2023), sebenarnya para ahli diet juga ingin semua orang tahu bahwa berat badan bukan ukuran yang dapat diandalkan untuk menggambarkan gambaran besar nutrisi. Fokusnya ada pada makanan yang dimakan dan seberapa aktif orang tersebut. 

"Intinya, bukan untuk menjadi kurus tapi agar menjadi sehat. Kami ingin Anda menjalani umur panjang yang penuh kenyamanan dan perayaan, menemukan cara menikmati makanan demi kesehatan Anda. Jika Anda makan mustard dan keju cottage untuk mendapatkan tubuh kurus dengan cepat tapi Anda menderita, apakah Anda bahagia? Tidak," kata ahli diet Heather Martin. 

 

 
Orang tua juga harus terlibat dan mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Tiktok Blokir Akun Salwan Momika

Momika memperoleh 100 hingga 300 dolar AS dari Tiktok dalam satu jam selama streaming berlangsung.

SELENGKAPNYA

Turunkan Berat Badan dengan Metode Diet Halal

Shalat lima waktu termasuk bentuk latihan yang bermanfaat bagi tubuh, pikiran, dan jiwa.

SELENGKAPNYA

Diet Sukses Dibantu ChatGPT, Mungkinkah?

Greg Mushen berhasil menjalani diet berkat bantuan dari ChatGPT.

SELENGKAPNYA