Diet halal (ilustrasi) | Freepik/Jcomp

Gaya Hidup

Turunkan Berat Badan dengan Metode Diet Halal

Shalat lima waktu termasuk bentuk latihan yang bermanfaat bagi tubuh, pikiran, dan jiwa.

Menjaga gaya hidup yang sehat dan bugar sangat penting bagi semua orang. Selain itu, mengikuti pola makan halal adalah cara terbaik untuk melakukannya.

Makanan halal adalah makanan yang diperbolehkan menurut hukum Islam. Termasuk daging dari hewan yang telah disembelih secara Islami, seperti sapi, domba, kambing, dan unggas.

Selain itu, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu juga dianggap halal secara alami dalam bentuk mentah. Namun, umat Muslim dilarang mengonsumsi daging babi, alkohol, dan makanan apa pun yang mengandung bahan yang berasal dari daging babi atau alkohol.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan jika ingin menerapkan diet halal seperti dilansir Halal Times, Ahad (13/8/2023).

1. Perbanyak buah dan sayur

Buah dan sayuran merupakan komponen penting dari diet sehat. Buah dan sayuran rendah kalori dan tinggi serat, vitamin, dan mineral. Pola makan yang kaya akan buah dan sayur dapat membantu mencegah penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Muslim dapat memilih berbagai macam buah dan sayuran yang halal, termasuk apel, pisang, anggur, jeruk, bayam, wortel, dan mentimun.

2. Pilih protein tanpa lemak

Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan dalam tubuh. Namun, tidak semua protein diciptakan sama. Memilih protein tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan kacang-kacangan, adalah cara terbaik untuk mendapatkan protein yang diperlukan sekaligus mengurangi asupan lemak tidak sehat. Hindari mengonsumsi daging merah yang tinggi lemak jenuh, dan daging olahan seperti sosis dan bacon, yang mengandung bahan pengawet dan natrium.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup juga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi nafsu makan, yang mengarah pada pengurangan asupan kalori secara keseluruhan dan berpotensi membantu upaya penurunan berat badan. Disarankan agar individu mengonsumsi setidaknya 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari, dengan jumlah yang lebih tinggi direkomendasikan untuk atlet dan mereka yang berolahraga secara teratur.

photo
Warga membeli makanan untuk buka puasa (takjil) di kawasan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/3/2023). Pedagang musiman selama bulan Ramadhan tersebut menjual berbagai menu takjil, seperti kolek, mie glosor, sate cungkring, es buah dan berbagai macam gorengan, yang dijual mulai dari harga Rp 2.000 hingga Rp 10.000. - (Republika/Putra M. Akbar)

3. Hindari makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng dan makanan olahan mengandung lemak, natrium, dan kalori yang tinggi. Mengonsumsi jenis makanan ini secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan penyakit kronis. Umat Muslim harus menghindari makanan yang digoreng, terutama gorengan serta makanan olahan, termasuk makanan ringan dalam kemasan dan makanan cepat saji. Sebagai gantinya, pilihlah metode memasak yang lebih sehat, seperti grilling, broiling, memanggang, dan mengukus.

4. Minum air putih yang cukup

photo
Air minum untuk hidrasi tubuh - (Unsplash/Engin Akyurt)

Tetap terhidrasi sangat penting untuk kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan. Air membantu mengatur suhu tubuh, membantu pencernaan, dan membuang limbah dari tubuh. Setiap orang harus minum setidaknya delapan gelas air per hari dan menghindari atau setidaknya sangat membatasi, konsumsi minuman manis, seperti soda dan jus, yang tinggi kalori dan penuh dengan gula buatan atau alami.

5. Sempurnakan dengan aktivitas fisik dan tidur yang cukup

Selain pola makan sehat, memasukkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda sangat penting untuk menjaga kebugaran. Aktivitas fisik dapat membantu membakar kalori, membentuk otot, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Umat Muslim dapat berpartisipasi dalam berbagai bentuk aktivitas fisik yang halal, seperti berjalan kaki, jogging, bersepeda, mendaki gunung, berenang, dan melakukan yoga. Bahkan shalat lima waktu termasuk bentuk latihan yang bermanfaat bagi tubuh, pikiran, dan jiwa. Gerakan dalam shalat juga bisa membantu membakar kalori dan menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari.

photo
Personil Polisi Perbatasan Indo-Tibet (ITBP) melakukan yoga pada suhu di bawah nol di Ladakh, India, Ahad (21/6). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Yoga Internasional - (ITBP/Via EPA EFE)

Tidur yang cukup sangat penting untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan bugar. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan, memulihkan sistem kekebalan tubuh, dan mengonsolidasikan ingatan. Kurang tidur dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan depresi. 

Untuk meningkatkan kebiasaan tidur yang sehat, seseorang harus berusaha untuk mendapatkan setidaknya tujuh hingga delapan jam tidur per malam dengan menciptakan lingkungan tidur yang rileks, menghindari stimulan seperti kafein dan barang elektronik sebelum tidur, dan membangun rutinitas tidur yang teratur untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan tidur yang cukup.

 

 
Tidur yang cukup sangat penting untuk mempertahankan gaya hidup sehat dan bugar.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Diet Sukses Dibantu ChatGPT, Mungkinkah?

Greg Mushen berhasil menjalani diet berkat bantuan dari ChatGPT.

SELENGKAPNYA

Kapan Kita Harus Waspada Berat Badan Berlebih?

Orang menjadi kegemukan itu membutuhkan waktu lama.

SELENGKAPNYA